Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
27


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai janji mereka kini sudah berada di taman kota. Terlihat banyak orang yang datang ada yang menikmati hari liburnya dengan berolahraga, ada juga yang sekedar jalan- jalan, cuci mata dan tujuan terselubung lainnya seperti mencari jodoh misalnya. Hehe


setelah personil lengkap mereka memilih untuk berlari mengitari taman. putaran pertama wajah mereka masih ceria, putaran kedua mulai terdengar keluhan- keluhan hingga pada putaran ketiga keringat sudah bercucuran, nafas tersengal- senegal, dan akhirnya menyerah.


"gue udah gak kuat!!!!!" kata Alea


"kita istirahat di sana" Nathan menunjuk bangku taman yang berada di bawah pohon


"Pak air 6 botol" kata Angga dengan nafas terengah- engah memanggil penjual minuman yang kebetulan lewat, ia langsung mengeluarkan lembaran berwarna biru dari kantong celananya dan mengucapkan terima kasih pada si bapak.


"Capek!!!!" Keluh Andin


"Namanya juga abis lari beb" sahut Angga


"Gue pengen jajan" kata Aletta yang sejak datang tadi sudah mengincar beberapa pedagang makanan yang dilihatnya


"Yaelah si Aletta baru juga olahraga..." Nathan hanya geleng-geleng kepala


"Mau beli apa?" Tanya Alvaro


"Cilok, somay, batagor, roti bakar, sosis, apa lagi ya tadi..." Jawab Aletta


"Buset!!! Perut apa karung Al..." Angga tercengang mendengarnya


"Ya kita makan rame- rame lah, masa gue makan sendirian" sahut Aletta


"yaudah kita cewek- cewek pergi beli makanan, kalian para cowok mau ikut ga?!!!" Tanya Alea


"kita di sini aja, sekalian mau main basket." jawab Angga


"oke"


akhirnya Para gadis pergi untuk membeli jajanan sementara Angga, Alvaro dan Nathan diajak tanding basket 3 on 3 oleh beberapa anak SMA yang kebetulan sedang bermain basket.


Aletta, Alea dan Andin menghampiri beberapa pedagang yang menjual makanan mulai dari roti bakar, somay, batagor, aneka sosis dan masih banyak lagi.


"Eh udah banyak nih, samperin cowok- cowok yuk" ajak Andin


para gadis duduk dipinggir lapangan sambil makan jajanan yang mereka beli tadi. Sesekali mereka berteriak memberi semangat pada tim pacar dan calon pacar yang tengah bermain basket melawan beberapa anak muda yang entah dari mana mereka tak mengenalnya.


Mata Aletta terus menatap lelaki yang sedang mendribble bola. kaos hitam dan celana training hitam sangat kontras dengan kulit Alvaro yang putih ditambah rambutnya yang basah karena keringat dan berantakan, benar-benar mendukung image cool miliknya.


Otak gue mulai traveling, batin Aletta


Tak jauh dari tempat Aletta cs duduk, ada beberapa orang gadis berseragam cheers tengah berteriak heboh.


"Yang baju item, cool banget."


"kenapa kakak- kakak itu ganteng- ganteng banget. mereka kuliah dimana sih?"


"Tapi gue suka yang baju abu- abu tuh.. ganteng, senyumnya candu banget"


"Yang baju biru juga ganteng.. eh manis Ding"


"Kakak baju hitam, semangat!!!!"

__ADS_1


"Kak, yang baju abu-abu... Semangat!!!!"


Begitulah suara- suara sumbang yang terdengar dari kubu sebelah.


"Alvaro digodain Al" kata Andin sambil menyenggol Aletta


"Pacar lo juga diomongin kali.. katanya manis" kekeh Aletta


"Dasar bocah ya ga bisa liat yang glowing dikit. Matanya pada jelalatan" cibir Andin


Alea hanya diam saja ia terlalu fokus memperhatikan Nathan. Lelaki itu tengah berlari sambil menyeka rambutnya yang basah dengan jari tangannya, ia menoleh lalu tersenyum pada Alea, senyuman yang mampu meluluhkan hati para gadis termasuk Alea.


Jangan ditanya bagaimana kondisi hati Alea saat ini. Sudah pasti jantung berdebar ngajak dugem dan yang pasti Alea jadi baper sekarang. Nah loh tanggung jawab Nat!!!!


Aletta menyenggol Andin, "yang lagi bucin"


"Woyy!? Biasa aja dong ngeliatinnya" Andin berteriak mengejutkan Alea yang tengah diam- diam memperhatikan Nathan


"Andin!!!?" Pekik Alea kesal


Aletta dan Andin terkekeh, mereka yakin Alea pasti terkejut.


"Eh kalian pada bawa baju ganti kan?" Tanya Andin


Alea dan Aletta mengangguk, "bawa di mobil" jawab Alea


"Eh mereka udahan tuh" kata Aletta yang melihat Alvaro dan teman- temannya berjalan ke arah mereka.


"Beb" Andin memberikan handuk kecil pada kekasihnya itu


"Nih" Aletta memberikan sebotol air mineral pada Alvaro yang langsung ditenggaknya hingga tandas


"Makasih" ucap Alvaro sambil mengacak- acak rambut Aletta


"berantakan dokter Alvaro!!!" gerutu Aletta sambil merapikan rambutnya


Alvaro hanya terkekeh lalu membantu Aletta merapikan rambutnya.


sementara Alea dan Nathan hanya diam seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Bingung siapa yang harus mulai menyapa duluan.


"Mereka kenapa sih?" Tanya Angga yang aneh dengan sikap kedua sahabatnya itu , "biasanya mereka kaya kucing sama tikus"


Tak ada yang menyahut, mereka sibuk memperhatikan kedua sejoli yang kini tampak canggung satu sama lain. Mereka kenapa sih?


Andin tiba- tiba saja tersenyum, lalu membisikan sesuatu di telinga kekasihnya. Angga pun ikut tersenyum, entah apa yang dibisikkan oleh Andin membuat Aletta dan Alvaro menatap dengan bingung.


"Al,,,"


"Ya?" Jawab Aletta dan Alvaro bersamaan


Angga terkekeh, "Var lo bawa mobil kan?" Tanya Angga dan Alvaro mengangguk, "lo sama Aletta"


"Eh gue bawa mobil kali" protes Aletta


"Kan ada Alea, biar dia sama Nathan" kata Angga

__ADS_1


"Tapi..."


"Udah jangan protes, kasih waktu buat mereka berdua ngobrol.." sela Angga sambil menaik turunkan alisnya


Aletta tersenyum paham lalu mengacungkan jempolnya.


Dirasa sudah waktunya mereka pergi menuju pantai dengan pasangan masing-masing.


****


Sepanjang perjalanan Alea dan Nathan hanya diam ditemani suara penyanyi dari radio.


Nathan fokus menatap jalan didepannya, mulutnya tertutup rapat tak ada suara sedikit pun yang keluar dari bibirnya.


Alea meremas kedua tangannya, ia benci situasi seperti ini. Kenapa Nathan jadi mendadak bisu begini? Kenapa teman- temannya harus merencanakan pergi berpasangan? Kenapa gak satu mobil aja gitu rame- rame


Nathan juga aneh lagi biasanya bawel banget ini kenapa jadi mendadak kalem sih. Astaga!!!!


Alea terus mengeluh sepanjang perjalanan, meratapi hari libur yang tidak sesuai ekspektasinya.


Semalaman Alea tidak bisa tidur memikirkan apa yang akan ia lakukan bersama Nathan. Ia ingin menghabiskan hari liburnya dengan laki- laki itu.


Tapi sekarang apa?!!!! Lelaki itu malah diam seperti patung hidup tak bersuara.


Lo kenapa sih Nat????" Batin Alea


*****


"Kamu semalem kemana?" Tanya Alvaro sambil menoleh sekilas pada Aletta


"Makan ramen di Teras Sakura" jawab Aletta Jujur


"Hmm, kamu suka makanan Jepang?"


"Semua makanan aku suka, yang penting halal dan enak" kata Aletta sumringah, "oh ya dokter Varo, aku penasaran deh kenapa jadi dokter kenapa ga jadi artis aja?"


Alvaro geleng- geleng kepala mendengar pertanyaan Aletta, ya kali Alvaro jadi artis. Profesi itu benar- benar tidak terlintas dipikirannya, "semua keluarga besar saya jadi dokter" jawab Alvaro


"Semua???" Pekik Aletta


"Hmm ga semua sih, ada yang jadi perawat, apoteker, ilmuwan intinya mereka berkecimpung di dunia medis"


"Wahh" Aletta berdecak kagum, "kenapa kamu pilih jadi dokter ortopedi?"


Alvaro nampak berfikir sebentar, "karena belom ada yang ngambil spesialis itu "


Aletta langsung membayangkan jika keluarga besar Alvaro berkumpul dalam sebuah acara jangan bilang pembahasan utama mereka ga jauh- jauh dari dunia medis.


"Kamu sendiri kenapa milih jadi atlet bela diri kenapa ga jadi penyanyi atau pembalap kaya Alea?" Tanya Alvaro penasaran


"karena bela diri itu keren"


"Keren?"


Aletta mengangguk, "keren aja gitu kalo cewek bisa bela diri, selain bisa mengukir prestasi bisa buat melindungi diri sendiri minimal kalo ada orang jahat bisa jaga diri, kalo aku jadi penyanyi mungkin kita ga akan pernah ketemu dok" jelas Aletta

__ADS_1


"Iya sih"


__ADS_2