
Alea baru selesai bertemu dengan kliennya di sebuah Cafe. Ia melirik jam tangannya sudah masuk waktu makan siang. Ia berniat untuk mampir ke kantor Nathan yang letaknya tidak jauh dari posisinya saat ini.
Tanpa membuang waktu Alea langsung masuk ke mobilnya menuju kantor Nathan.
15 menit kemudian Alea tiba di kantor Nathan. ia langsung menuju lantai 4 dimana ruangan kekasihnya berada, beberapa pegawai yang sudah mengenal Alea menyapanya.
"Hai, Nathan nya ada?" TanyaAlea saat berpapasan dengan Nadira
"pak Nathan masih meeting bu" Kata Nadira
Alea mengangguk, diam- diam Alea memperhatikan Nadira dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia beberapa kali bertemu dengan Nadira tapi tidak pernah ingin ngobrol dengannya. Entah mengapa Alea tidak suka.
Tatapan Alea berhenti saat melihat kalung yang melingkar di leher Nadira. Ia inget pernah melihatnya di saku jas milik Nathan kemarin
Ternyata bukan punya Nadine, Jadi Nathan ngasih kalung itu ke dia
Alea mengepalkan tangannya, seketika rasa cemburu dan marah menguasainya.
Tega kamu Nat
Plak
Alea yang sudah tidak bisa menahan kemarahannya langsung menampar Nadira.
Nadira yang kaget memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan dari Alea.
"Dari awal gue ga percaya kalo loe sama Nathan cuma temenan doang."
"Maksudnya?" Tanya Nadira yang tidak mengerti
"Yank ada apa ini?" Tanya Nathan yang baru selesai meeting dan mendengar keributan
"Tega kamu Nat"
"Tega? Maksud kamu apa?" Nathan tak mengerti dengan ucapan Alea
"Bisa- bisanya kamu selingkuh sama dia, padahal dua minggu lagi kita mau nikah"
"Selingkuh?" Nathan semakin tidak mengerti
"Syukurlah aku tau busuknya kamu sebelum kita nikah. Ternyata kamu memang brengsek Nathan. Mulai detik ini pernikahan kita batal."
Duar!!!
Alea langsung pergi meninggalkan Nathan yang masih mematung di tempatnya
"Nat, kejar!!!" Nadira menyadarkan Nathan yang hanya diam karena shock
Nathan langsung mengejar Alea yang sudah pergi mengendarai mobilnya. Ia langsung masuk ke mobilnya mengejar Alea.
"Kamu kenapa sih Alea..." Gumam Nathan yang masih tidak paham apa yang terjadi dengan Alea yang tiba- tiba marah lalu menuduhnya selingkuh dan yang paling parah adalah memutuskan pernikahan secara sepihak.
Nathan mengumpat kesal ketika mobilnya malah terjebak macet dan kehilangan jejak Alea.
Sial!!!!!!
******
Alea menangis sepanjang perjalanan, ia langsung pergi ke kantor menemui papa Ferdi.
"Pah"
Alea langsung masuk ke ruangan sang ayah yang tengah makan siang bersama adik dan ibunya.
"Alea, sayang kamu kenapa?" mama April langsung dipeluk oleh Alea yang tiba - tiba datang sambil menangis.
"Lea.. loe kenapa?" Tanya Aletta yang ikut heran bercampur khawatir
"Alea apa yang terjadi?" Tanya papa Ferdi karena sedari tadi Alea hanya menangis tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan mama April dan Aletta
"Nathan pah" isaknya
"Nathan kenapa?" Tanya papa Ferdi
"Nathan selingkuh."
__ADS_1
Aletta, mama April dan papa Ferdi tercengang mendengar pernyataan Alea
Aletta menggeleng, "ga mungkin Alea.. Nathan ga mungkin selingkuh"
"Brengsek Nathan" papa Ferdi mengepalkan tangannya langsung pergi keluar ruangannya
"Sayang kamu yakin?" Tanya mama April dan Alea mengangguk
"Jelasin sama gue" bentak Aletta
Alea langsung menjelaskan kejadian di kantor Nathan saat ia melihat kalung yang ia temukan di jas Nathan dipakai oleh Nadira.
"Astaga Alea!!!" Aletta meraup wajahnya Frustasi ,"papa mana ma?" Tanya Aletta yang baru sadar papa Ferdi sudah tidak ada disana
"Papa kayanya Pergi tadi"
"Aletta kejar papa ma..."
Mama April mengangguk berusaha menenangkan Alea, "kamu hati- hati nak"
****
Aletta mengejar papa Ferdi yang sudah lebih dulu pergi dengan mobilnya.
"Kunci mobil gue di atas lagi.." Aletta yang panik langsung menghubungi Nathan namun lelaki itu tidak mengangkat telpon darinya, "Nat angkat telpon gue"
"kamu tolong keruangan saya minta Stefanie buat bawain kunci mobil" pinta Aletta pada salah satu office boy yang lewat
"baik Bu"
Aletta mondar mandir didepan Lobby masih menunggu "aduh, Ahh telpon Varo.."
Aletta langsung menelpon Alvaro yang untungnya langsung diangkat oleh lelaki itu.
"Halo Al, ada apa?"
"papa Varo..papa"
"Papa kamu kenapa Al?" Terdengar Nada panik dari ujung sana
"Papa Var...."
Aletta mengatur nafasnya agar ia bisa tenang dan menjelaskan apa yang terjadi "Nathan selingkuh Var, papah sekarang dalam perjalanan mau nyamperin om Danu"
"Nathan selingkuh? Ga mungkin Al"
"Aku juga ga percaya, aku mau nyusul papa tapi aku harus ketemu dulu sama Nathan biar semuanya jelas "
"Aku paham. Kamu tenang ya aku bakal susul papah kamu ke rumah om Danu sekarang."
"Makasih ya.."
Aletta yang melibat pak Salim baru turun dari motornya langsung menghampiri pria itu, "pak,.Aletta pinjem motornya darurat "
"Eh.. neng mau kemana biar bapak antar"
"Aletta bisa sendiri pak, Aletta pinjem ya pak" Aletta langsung memakai helm milik pak Salim dan membawa motor pria itu dengan kecepatan tinggi
"Neng hati- hati" teriak pak Salim khawatir akan keselamatan anak bosnya juga motornya yang belum lunas cicilannya.
****
Aletta pergi ke kantor Nathan, disana ia hanya menemui Nadira yang sedang menangis.
"Nadira..."
"Aletta..."
"Nathan ada?..."
"Nathan pergi nyusul Alea" isaknya, "aku ga tau kenapa Alea tiba- tiba marah dan nuduh Nathan selingkuh sama aku dan Alea juga membatalkan pernikahan mereka."
Mata Aletta membulat ia tidak menyangka jika Alea akan semudah itu memutuskan pernikahannya dengan Nathan.
"Ini pasti salah paham, Nadira apa Nathan ngasih sesuatu sama kamu hadiah atau semacamnya?"
__ADS_1
Nadira menggeleng, "ga ada."
"Alea bilang dia liat kalung di jas Nathan dan dia liat kamu pake kalung itu."
Nadira menyentuh kalung di lehernya, "aaa aku paham. Ini kalung ku dari pacarku Al, beberapa hari yang lalu hilang dan Nathan yang menemukannya."
Aletta menepuk jidatnya, "kamu ikut aku sekarang" Nadira langsung di tarik oleh Aletta entah kemana ia pasrah saja.
*****
Alvaro tiba di rumah orangtuanya Nathan bersama Albert yang tadi ikut mendengar saat Aletta menelpon Alvaro. Didepan rumah Danu sudah ada mobil Ferdinan.
terdengar suara keributan dari dalam. Alvaro dan Albert langsung masuk ke dalam rumah yang untung saja pintunya tidak di kunci
"Bilang sama anakmu itu, berani sekali dia selingkuh disaat pernikahannya tinggal menghitung hari. Bagaimana caramu mendidik anak huh?" Bentak Ferdinan
"Apa maksudmu Fer, Nathan tidak mungkin berbuat begitu. Aku kenal betul bagaimana anakku"
"Buktinya dia selingkuh dengan sekretarisnya sendiri.untung saja Tuhan membuka keburukannya sebelum mereka menikah. Aku tidak rela anakku di sakiti"
"Ini pasti salah paham Fer..."
"Tidak.. detik ini juga aku membatalkan pernikahan Alea dan Nathan."
"Om"
"Ferdinan"
Danu tercengang mendengar keputusan sepihak yang diucapkan oleh Ferdinan.
"Fer, kamu jangan gegabah, kita belum tau kebenarannya" kata Albert menengahi pertengkaran kedua sahabatnya itu
"Apa lagi Al, jelas- jelas Nathan selingkuh. Apalagi yang harus di buktikan" sahut Ferdinan emosi
Ponsel Alvaro berdering ditengah situasi tegang, Nadira menelponnya.
"Kenapa Nad?"
"Var, aku sama Aletta dalam perjalanan ke rumah orangtua Nathan. Tapi kami takut kalo kami terlalu lama sampai.. aku cuma mau menjelaskan kalo Alea salah paham Var.."
"Sebentar.." Alvaro langsung menekan tombol speaker di ponselnya
Nadira menjelaskan semua kejadiannya dari awal, Alvaro dan ketiga pria paruh baya itu mendengarkan dengan seksama.
"Apa ku bilang ini salah paham" kata Albert
Ferdinan terduduk lemas, ia sudah terlanjur emosi saat melihat Alea datang dengan keadaan menangis. Orangtua mana yang tahan melihat anaknya seperti itu.
"Maafkan aku Danu" sesal Ferdinan
Danu memijit pelipisnya pening, "aku mengerti"
"Lalu bagaimana dengan.."
"Kita serahkan pada Alea dan Nathan, biar mereka yang memutuskan hubungan ini akan lanjut atau tidak" sela Danu yang sudah pasrah
"Baiklah"
Alvaro berjalan sedikit menjauh membiarkan ketiga pria itu melanjutkan obrolan mereka
"Kalian dimana?"
"Kami dalam perjalanan..."
"Astaga Nadira, itu Nathan...."
"Astaga Nathan mau bunuh diri..."
"Aletta cepat putar balik..."
"Ini jalan satu arah..."
"Cepet turun kita samperin Al"
Alvaro mengerutkan keningnya mendengar obrolan Aletta dan Nadira di ujung sana.
__ADS_1
"Nathan!!!!!?"
Alvaro yang mendengar teriakan kedua gadis itu langsung pergi menyusul mereka.