
Nathan dan Alea tiba di Bali, begitu sampai mereka langsung menuju hotel menaruh barang-barang mereka setelah itu Alea langsung berangkat ke kantor cabang ditemani oleh Nathan.
Nathan menunggu Alea sambil berkeliling gedung kantor baru milik Gemilang group. Peresmian kantor akan di lakukan besok malam.
Alea menghampiri Nathan begitu selesai melakukan briefing dengan karyawan di kantor cabang untuk acara peresmian besok.
"Udah kelar?"
Alea mengangguk, "udah yank"
"Kita mau kemana?"
"Gimana kalo jalan ke pantai abis itu kita makan"
"Ayo" Nathan menggandeng tangan Alea
mereka pergi ke pantai terdekat tidak ingin ketinggalan momen matahari tenggelam yang begitu indah apalagi ditemani oleh orang tersayang.
Mereka berjalan di pinggir pantai sambil bergandengan tangan, menikmati suasana pantai yang ramai menjelang terbenamnya matahari.
"Yank.. foto di situ yuk" Alea menarik tangan Nathan mengajaknya berfoto berdua
Mereka berfoto secara bergantian, sesekali mereka meminta tolong pada pengunjung lain untuk membantu mereka mengambil gambar.
Puas berfoto mereka duduk ditepi pantai menantikan saat-saat sang Surya kembali ke peraduan.
Nathan tersenyum ketika melihat sepasang suami istri yang tak jauh dari mereka tengah duduk sambil menatap langit yang mulai berganti senja, pasangan yang harmonis, pikir Nathan saat melihat sang istri tengah bersandar di bahu suaminya sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit.
"Liatin apa sih yank?" Tanya Alea penasaran sejak tadi Nathan hanya diam sambil tersenyum
"Itu loh yank, pasangan suami istri itu. Mereka kaya bahagia banget"
"Maksud kamu kita ga bahagia gitu?"
"Bukan gitu, maksudnya mereka lagi bahagia karena sebentar lagi punya personil baru."
Alea mengangguk paham.
"Aku berharap semoga kamu cepet hamil"
Alea tersenyum samar, tidak ingin meng-aamiini ucapan suaminya
Maaf ya Nat, untuk saat ini aku belum kepikiran untuk hamil. Aku mau mewujudkan impian aku jadi pembalap wanita profesional.
****
Aletta sedang mengemasi barang-barang yang akan di bawa Alvaro untuk perjalanan dinasnya selama tiga hari ke Surabaya.
"Baju, celana, jas, sepatu, perlengkapan mandi, handuk... Apa lagi ya?" Gumam Aletta sambil memeriksa barang-barang yang sudah ia tata di koper
__ADS_1
Alvaro baru selesai mandi ketika melihat istrinya sedang menyiapkan baju yang akan di pakainya untuk berangkat ke Surabaya sebentar lagi.
"Kak basah ihhh" Aletta berusaha melepaskan tangan Alvaro yang memeluknya dari belakang
Bukannya menuruti perintah istrinya Alvaro justru mengeratkan pelukannya, "kamu ganti parfum ya?" Tanya Alvaro yang mencium wangi lavender bukan Vanila seperti biasanya.
"Iya.. ga suka ya?"
"Cuma belum terbiasa aja."
"Kak, lepas ihh pake baju dulu sana"
Alvaro tersenyum lebar, "bukannya kamu lebih suka aku kaya gini?" Goda Alvaro
Aletta geleng-geleng kepala mendengar ucapan suaminya itu yang berhasil membuat pipinya memanas, "sejak kapan kamu jadi mesum begini sih"
"Sejak jadi suami Aletta"
"Kak udah ihh buruan pake baju, nanti aku bantuin keringin rambut kamu"
Alvaro terkekeh rasanya ia belum puas menggoda istrinya tapi ia tidak punya banyak waktu, "oke" tapi sebelum itu ia sempat membuat tanda kepemilikannya di leher jenjang Aletta dan langsung berlari ke kamar mandi sebelum Aletta memarahinya
"Alvaro William" pekik Aletta
*****
Kehilangan
Sudah satu bulan lebih ia putus dari Andin, rasanya ada yang kurang di hidupnya. Biasanya Andin selalu mengirim pesan singkat sekedar mengingatkan untuk tidak telat makan, bertanya kabar atau mengajaknya jalan-jalan.
Kini tidak ada yang mengingatkannya untuk tidak terlambat makan, tidak ada yang menanyakan kabarnya dan juga tidak ada yang mengajaknya untuk keluar sekedar membeli es krim di kedai langganan mereka.
Hidup Angga terasa hampa, semuanya berubah tak lagi berwarna.
Yang bisa Angga lakukan sekarang hanyalah kembali membuka pesan-pesan lama yang pernah Andin kirim padanya, memandang foto gadis itu yang masih tertata rapih di kamarnya bahakan di hatinya.
Apa mungkin keputusannya salah? Apa ia terlalu bertindak gegabah?
Selama ini Andin selalu ada bersamanya, Andin yang menemaninya dari nol saat Angga masih merintis karirnya sebagai pembalap, hingga Angga menjadi sukses seperti sekarang ini. Andin lah sosok yang selalu berada di saat apapun keadaan Angga.
Andin
Apa kamu sudah menemukan pengganti aku
*****
Aletta mengantar Alvaro ke bandara, disana ada Papy Al dan Mamy Alda juga beberapa rekan Dokter yang ikut serta dalam seminar yang di adakan di salah satu kampus bergengsi di Surabaya.
Mata Aletta mulai berkaca-kaca, ia tidak suka momen ini. Momen dimana ia harus mengantar Alvaro pergi dan mereka harus berpisah untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Berlebihan? Ya mungkin orang yang melihat ini akan menganggap Aletta berlebihan, lebay atau apapun itu terserah. Aletta sendiri tidak mengerti mengapa rasanya tidak rela berjauhan dengan suaminya itu.
"Jangan sedih sayang, aku cuma tiga hari. Aku janji bakal cepet pulang" Alvaro menghapus air mata Aletta yang sudah mengalir tanpa bisa di cegah
"Aku ga mau ditinggal" cicitnya
Alvaro tersenyum lalu memeluk istrinya, "ini ga lama kok sayang,... Kan ada mamy, Kak Alice, kak Anna.. dirumah mamy rame aku yakin kamu ga bakal kesepian"
"Tapi Kamunya ga ada" Isak Aletta yang kini sedang membenamkan wajahnya di dada Alvaro
"Aku ga lama Al.. "
"Jangan ganjen"
"Iya"
"Jangan tebar pesona"
"Ga mungkin"
"Jangan..."
"Aku ga bakal tergoda sama perempuan mana pun, istri aku udah paket komplit rasa sempurna."
"Gombal"
Alvaro terkekeh , "kamu baik-baik selama aku ga ada ya, jangan telat makan, jangan begadang.. aku punya mata-mata yang bakal ngawasin kegiatan kamu dan melaporkan semuanya ke aku. "
"Aku juga punya mata- mata, jadi kamu hati-hati aja " sahut Aletta
"Yaudah aku berangkat ya.." pamit Alvaro sambil mengecup kening Aletta
Aletta mengangguk, "hati-hati, kabarin aku kalo udah sampe"
"Iya sayang" Alvaro beralih mencium tangan mamy Alda, "Mih titip Aletta ya"
"Iya, kamu tenang aja. Mamy titip Papy" sahut mamy Alda
"Papt hati-hati" kata Aletta mencium tangan mertuanya itu.
"Iya nak, papy berangkat ya"
Mamy Alda merangkul Aletta sambil melambaikan tangannya pada suami dan Anaknya, juga beberapa rekan kerjanya.
"Udah sayang jangan sedih, Varo ga lama kok. Kan masih ada mamy"
"Iya mih".
"Pulang yuk udah malem"
__ADS_1
Aletta mengangguk pasrah mengikuti ibu mertuanya itu untuk pulang ke kediaman keluarga William.