Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
11


__ADS_3

Keesokan harinya Aletta sudah diperbolehkan pulang. Ia tidak bertemu dengan Alvaro selaku dokter yang menanganinya kemarin dikarenakan lelaki itu sedang libur bertugas hari ini.


"Yah... Gue kira bakal ketemu Varo..." Keluh Alea


Aletta masih bisa mendengar ucapan kakaknya itu meskipun suaranya sangatlah pelan.


Setelah menyelesaikan urusan administrasi keempat anggota keluarga Ferdinan itu bergegas kembali ke Mension utama.


Papa Ferdi meminta kedua putrinya untuk kembali tinggal di mension. Apalagi dengan kondisi Aletta yang cidera papa Ferdi tidak mengizinkan kedua putrinya untuk tinggal ngekos dan berjauhan lagi dengannya. Haram hukumnya titah papa Ferdi


"Le, sorry ya gara- gara gue kita malah balik lagi ke rumah dan gak bisa ngekost lagi." Ujar Aletta


"Gak papa Al, lagian kalo di kost dengan kondisi loe begini gue malah gak tenang ninggalin loe."


Aletta hanya menghela nafas sambil menatap tangannya yang cedera.


"Oh ya kapan lo fisioterapi?" Tanya Alea


Aletta menaikan sebelah alisnya, "kenapa emangnya?"


Alea mengangkat bahu, "nanya aja."


"Bokis lo, pasti lo mau modus kan?? pura-pura nganterin gue padahal mau pedekate sama dokter Alvaro???"


Alea melotot ke arah adiknya itu, "sembarangan aja kalo nyeplos."


Aletta tersenyum meledek "nanti gue bantuin deh lo pedekate ama dokter Alvaro."


"Serius lo??"


Aletta mengangguk mengiyakan pertanyaan kakaknya itu.


"Cakep, lo emang adek gue yang paling keren" ujar Alea bahagia


Aletta tersenyum mendengar penuturan Alea yang kini tengah memeluknya.


Kenapa Rasanya kaya ga rela ya, batin Aletta


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Bebrapa hari Alea bolos latihan karena harus beres-beres barang pindahan dari kost ke rumah orangtuanya lalu ditambah dengan aksi Aletta yang terus memintanya untuk libur latihan dengan dalih untuk menghiburnya yang gagal bertanding di kejuaraan mau tidak mau Alea mengikuti permintaan adiknya itu. Karena ia tidak tega menolak apalagi kondisi gadis itu sedang tidak baik- baik saja.


Alea menyelesaikan latihannya dengan cepat hari ini, ia bergegas untuk segara pulang karena hari ini ia akan mengantar Aletta ke rumah sakit untuk check up.


"Ehh buru-buru banget lo, mau kemana?" Tanya Nathan


"Mau balik gue, hari ini gue mau nemenin Ale check up." Jawab Alea


"Ehh, gue boleh ikut gak?" Tanya Nathan


Alea menaikan sebelah alisnya, sedikit curiga, "mau ngapain lo?"


"Mau jenguk Aletta lah, terakhir kan gue ketemu dia di rumah sakit, nah karena gue gak tau rumah lo dimana dan yang gue tau cuma kost lo doang jadinya gue gak bisa jenguk dia." Jelas Nathan


"Ahh modus lo pasti mau deketin adek gue kan? Ngaku?" Tuding Alea


"Kalo iye kenapa?" Tanya Nathan


Alea terdiam mendengar jawaban Nathan, lalu berfikir sejenak, "oke lo boleh ikut, tapi ada syaratnya."

__ADS_1


"Apa?"


"Kalo loe sampe nyakitin hati adek gue, lo berurusan sama gue dan tanggung akibatnya." Ancam Alea


"Lo tenang aja gak bakal deh gue nyakitin adek lo." Sahut Nathan


Alea mendengus kesal lalu menyuruh lelaki itu untuk mengikutinya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Aletta sudah siap, ia sengaja menunggu Alea di teras depan, agar tak membuang banyak waktu dan segera berangkat ke rumah sakit. Namun alisnya mengkerut ketika melihat Alea pulang bersama Nathan


"Nathan, hai" Sapa Aletta


"Hai, Al Lo apa kabar?" Tanya Nathan


"Seperti yang lo liat." Jawab Aletta


Nathan hanya mengangguk-angguk mendengar jawaban gadis itu, lalu ikut duduk diteras menunggu Alea yang berganti pakaian.


Keduanya tengah asik ngobrol membahas hobi masing-masing sebelum akhirnya Alea datang menyela obrolan mereka.


"Yuk Al, berangkat." Ujar Alea


"Le, Nathan ikut ya " pinta Aletta


"Kita mau ke rumah sakit Al, bukan piknik.."


Nathan ikut hadeeh males banget deh guee, bete banget kalo tuh cowo ikut. Batin Alea


"Le boleh ya, plis plis ....plis???" Bujuk Aletta


"Iya deh iya." Jawab Alea pasrah


"Yess, Nat, lo ikut ya. Yuk let's go." Ucap Aletta sambil berjalan disebelah Nathan sementara Alea membuntuti mereka sambil ngedumel dalem hati karena Nathan si rese ikut.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Setelah menempuh jarak kurang lebih sekitar 30 menit ditambah antrian cukup panjang tibalah giliran Aletta sebagai pasien terakhir yang masuk keruangan doker Alvaro.


"Selamat sore, dok." Sapa Aletta


"Selamat sore, silahkan duduk.."


Aletta mengangguk sungkan sebelum akhirnya mendudukkan pantatnya di kursi. Ia menatap lelaki didepannya itu.


Beberapa hari tak bertemu, membuat lelaki itu semakin tampan saja apalagi rambutnya yang terlihat sedikit acak- acakan menambah kesan cool lelaki itu.


"Gimana masih sakit tangannya?" Tanya Alvaro


"Hah? Eh... Ehm Masih lah dok, masih ngilu, nyeri, sakit lah pokonya. "Jawab Aletta


"Tapi kamu minum obatnya teratur kan?" Tanya Alvaro memastikan


"Minum kok dokter udah abis malah."


Alvaro mengangguk lalu berdiri menghampiri Aletta melakukan beberapa pemeriksaan ringan guna melihat perkembangan cedera dibahu gadis itu.


jarak keduanya sangatlah dekat membuat Aletta beberapa kali menahan nafasnya, bahkan jantungnya kini mendadak disco saat lelaki itu menyentuh tangannya.

__ADS_1


Kenapa jantung gue jadi berdebar kaya gini sih? masa iya gue kena serangan jantung?tapi kalo iya ..... Ya Allah Ale belum mau meninggal muda, ucapnya dalam hati.


"Okay selesai." Ucap Alvaro lalu kembali ketempat duduknya semula mulai berkutat menulis sesuatu di selembar kertas, "ini ada beberapa vitamin yang harus kamu tebus untuk kamu minum setiap hari." Kata Alvaro sambil memberikan selembar kertas resep pada Aletta


"Terima kasih dok,Kalo gitu saya pamit ya dok, didepan ada Alea sama Nathan udah nunggu." Pamit Aletta


"tunggu."


Aletta yang baru saja akan bangkit dari posisinya kembali duduk menatap lelaki berkulit pucat itu dengan bingung, "kenapa dok?"


"barengan aja kebetulan saya sudah selesai praktek."


Aletta mengangguk sambil tersenyum, ia menunggu Alvaro mengemasi barang- barangnya dan melepaskan Snelinya.


"ayo..." ucap Alvaro mengajak gadis itu keluar ruangannya


"Aletta boleh saya bertanya?" Alvaro membuka suara karena keduanya sedari tadi hanya diam


Aletta mengangguk "mau nanya apa dokter?"


"Ini soal pertanyaan kamu diruang fisioterapi beberapa hari lalu."


Aletta menelan salivanya dengan susah payah, kenapa harus dibahas sih dok. Anggap aja angin lalu atau saya lagi halu gitu.


"Ehm.. dokter... Saya..."


"Al"


Merasa namanya dipanggil Aletta dan Alvaro menoleh secara bersamaan.


"Hahahha kompak lo berdua mentang- mentang nama depannya sama." Kata Nathan


Aletta hanya menanggapi dengan senyuman sementara Alvaro memasang wajah datar.


"Kalian mau kemana?" Tanya Alea


"Nyariin lo berdua lah" jawab Aletta lalu menyodorkan selembar kertas putih kearahnya, "Le lo tolong tebusin obat gue dong, gue lagi laper nih."


"Loh kok gue, kagak mau gue." Tolak Alea


"Le, please masa lo tega nyuruh gue ngantri. Mau ya?? Ya? Please???" Rayu Aletta sambil memberi isyarat dengan matanya


Alea menghela nafas , "iye dehh."


"Dokter Alvaro free kan?" Tanya Aletta yang di balas anggukan oleh Alvaro


"Tolong temenin kakak saya ya dok kan gak mungkin dia sendirian." Pinta Aletta


Alvaro yang sudah terlanjur mengatakan dirinya free mau tidak mau mengikuti permintaan gadis disampingnya ini.


"Oke deh kalo gitu dokter Alvaro makasih ya tolong titip kakak saya di jaga baek-baek" ucap Aletta lalu mengajak Nathan untuk pergi untuk menemaninya membeli cemilan di kantin rumah sakit meninggalkanΒ  Alea dan Alvaro yang masih berdiri menatap kepergian mereka.


"Yuk kita ke apotik." Ajak Alvaro


Alea mengangguk lalu mereka berjalan kearah lainnya menuju apotik.


Bersambung...πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Sorry typo everywhere....πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Happy reading guys...πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2