Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
13


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling dinantikan oleh Alea, hari dimana ia akan mengikuti kejuaraan Nasional balap Motor. ia ingin mengukir sejarah yang dapat mengharumkan prestasinya dan juga ingin membuktikan bahwa ia bisa menjadi pembalap wanita profesional yang selama ini selalu dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.


Alea sedari tadi berjalan kesana kemari dengan resah sambil terus melirik jam di ponselnya. Aletta berjanji akan datang ke pertandingannya hari ini tapi sampai sekarang batang hidungnya saja belum kelihatan.


Nathan yang sedari tadi menemani gadis itu dibuat pusing melihat Alea yang gelisah dan terus mondar mandir didepannya.


"Le, ikut gue." Ucap Nathan menarik tangan Alea untuk mengikutinya


Nathan mendudukan Alea di sebuah kursi, mereka masih di basecame club motornya Alea pertandingan akan diselenggarakan beberapa jam lagi.


"Gue tau lo tegang, tapi jangan mondar mandir kaya setrikaan gak jelas pusing tau ga liatnya." Keluh Nathan


Alea menghela nafas, "gue tegang banget Nat. Mana Aletta juga belom dateng."


"Le, kan masih ada gue." Ujar Nathan sambil menggenggam tangan Alea


Alea menatap Nathan, ia merasakan jantungnya berdegup lebih kencang dari pada sebelumnya.


Astaga jantung gue kenapa jadi begini, jangan- jangan gue punya penyakit jantung lagi?


astaga iya papa kan punya riwayat sakit jantung bisa jadi nurun ke gue, batin Alea


Alea buru- buru melepaskan genggaman tangan Nathan membuat lelaki itu tersentak kaget, "lo kenapa Le?"


"Gak, gue gak papa. Lo modus banget megang-megang tangan gue." Ujar Alea


"Dih siapa juga yang mau modus, gue tuh nenangin lo, kenapa jadi gue dibilang modus." Sahut Nathan


"Udah ahh lo jangan ganggu gue, sono jauh- jauh.. husss." Alea mengusir Nathan agar menjauh darinya


Nathan menggelengkan kepalanya lalu meninggalkan Alea sendirian.


Secepatnya gue bakal ke rumah sakit buat check up lengkap, batin Alea


💖💖💖


Aletta melirik jam tangannya masih ada waktu, semoga saja jalanan tidak macet hari ini supaya ia bisa sampai tepat waktu untuk mensupport kakaknya yang akan mengikuti kejuaraan Nasional balap motor.

__ADS_1


Tiba giliran Aletta yang dipanggil, sama seperti sebelumnya ia selalu menjadi pasien terakhir yang masuk ke ruangan dokter Alvaro.


"Ehh..." Aletta memekik kaget begitu seorang wanita dari arah berlawanan menabrak bahunya yang cidera dan menumpahkan kopi yang dipegangnya ke baju Aletta


"Sorry" ucap wanita itu dengan wajah yang sama sekali tidak menunjukan penyesalan seolah wanita itu sengaja melakukannya.


Aletta mengumpat kesal, bahunya berdenyut nyeri dan pakaiannya kini basah dan kotor.


"Mbak gak papa?" Tanya seorang perawat yang tadi memanggil namanya


"Gak papa kok sus," jawab Aletta sambil tersenyum lalu mengikuti perawat itu masuk ke ruangan dokter Alvaro


"Selamat siang dok..."


"Sela... Loh baju kamu basah Al?" Alvaro tidak melanjutkan sapaannya berganti dengan menanyai keadaan gadis itu yang masuk dengan baju yang basah.


"Gak sengaja tabrakan sama orang tadi didepan dok.." jawab Aletta sambil memegang bahunya


"Duduk dulu biar saya periksa keadaan kamu." Titah Alvaro yang langsung dipatuhi oleh Aletta.


"Iya dok, terima kasih.." ucap Aletta yang baru saja akan pamit keluar ruangan namun dicegah oleh lelaki itu, "kamu tunggu disini sebentar jangan kemana- mana atau berani keluar dari ruangan saya.."


"Eh.. kenapa dok?" Tanya Aletta bingung namun bukannya menjawab lelaki itu justru keluar meninggalkan Aletta ,"kok malah pergi sih.."


Mau tidak mau Aletta menunggu Alvaro yang keluar entah kemana. Aletta mengambil beberapa lembar tisu yang ada dimeja lelaki itu untuk membersihkan bajunya yang kotor, "haduh keburu ga ya kalo gue pulang dulu ganti baju baru ke Sentul" gumam Aletta


Aletta yang tengah sibuk membersihkan bajunya menoleh ketika mendengar pintu dibuka dari arah luar, muncul sosok Alvaro yang langsung masuk kedalam ruangannya sambil menenteng paper bag berwarna hitam ditangannya, "pakai ini ganti baju kamu yang basah" ucapnya sambil menyodorkan paper bag yang dibawanya


Aletta menerima paper bag itu dengan ragu, "dok ini.."


"Pakai aja ga usah protes nanti kamu masuk angin.. atau kamu mau saya yang gantiin baju kamu?"


Aletta langsung mendekap tas hitam itu didadanya, "saya bisa sendiri dok..." Ucapnya gugup


Alvaro mengangguk, "kamu bisa ganti di toilet" ucapnya sambil menunjuk pintu toilet dipojok ruangannya


Aletta tak berucap sepatah pun langsung masuk ke dalam toilet tak lupa mengunci pintunya.

__ADS_1


Alvaro yang melihat tingkah gadis itu hanya terkekeh tanpa suara.


10 menit kemudian Aletta keluar setelah mengganti pakaiannya dengan kemeja yang diberikan Alvaro kepadanya.


Aletta melirik Alvaro yang duduk dikursi kerjanya. lelaki sudah melepas jubah dokternya tersisa kemeja berwana navy yang lengannya sengaja digulung hingga ke siku.


"Udah selesai?" Tanya lelaki itu mengalihkan pandangannya menatap Aletta yang sedang berdiri mematung didepan pintu kamar mandi.


"Eh... Udah dok... Terima kasih bajunya nanti saya ganti sama yang baru yang model dan ukurannya sama persis."


"Gak usah di ganti. Buat kamu aja..."


"Eh... Ngggg..." Belum sempat Aletta protes ponsel gadis itu berdering tetera nama Alea dilayar ponselnya.


"iya Le... gue lagi di rumah sakit... iya iya gue jalan sekarang."


"Kenapa Al?" Tanya Alvaro yang aneh dengan raut wajah Aletta setelah menerima telpon


"Saya buru- buru dok, saya harus ke Sentul sekarang. Sebentar lagi acaranya dimulai.."


"Acara apa?"


"Kejurnas balap motor dok.. Alea salah satu pesertanya..saya udah janji bakal dateng buat nonton Alea..."


"Yaudah kalo gitu biar saya anter.. biar cepet sampe.."


"Ehhh..."


Alvaro langsung bangkit dari kursi kerjanya, "buruan Aletta.. nanti telat.."


Aletta mengangguk, mengikuti lelaki itu pergi menuju parkiran. tanpa membuang waktu Alvaro langsung menancapkan gas mobilnya.


"pake sabuk pengaman kamu, kita bakal ngebut" perintah Alvaro


Aletta menelan salivanya kedua tangannya menggenggam kuat tali seat belt miliknya, semoga aja sampe dengan selamat, batinnya


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2