Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
38


__ADS_3

Alea baru selesai mandi ketika Andin datang bersama Angga.


"Andin, tumben ke sini ga ngabarin" Alea yang baru saja turun dari kamarnya


"Eh.. tadi gue mau ketemu Aletta tapi dia bilang lagi pergi sama Varo yaudah gue nunggu aja katanya bentar lagi juga pulang dari pada bolak balik"


"Ohh gitu.."


"Loe lagi kenapa Le kaya galau gitu?" Tanya Angga


"Angga, loe tau ga Nathan kenapa?" Alea malah balik bertanya


"Kenapa gimana maksudnya?" Tanya Angga bingung


Alea langsung menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya itu. Sebenarnya baik Andin maupun Angga sudah tau keadaan Alea hanya saja mereka ingin menghibur.


Siapa tau dengan bercerita beban pikirannya berkurang sedikit.


"Le.. gue sebagai sahabatnya Nathan yang udah dari SMP kenal sama dia. Nathan tuh kalo lagi ada masalah suka diem, sampe emosinya stabil baru deh dia cerita masalahnya" ujar Angga


"Tapi kan gue pacarnya masa dia ga bisa berbagi ke gue..." Kata Alea


"Dia emang udah dari dulu begitu Le, jadi loe sabar aja ya.. " ucap Angga


"Bener Le, kasih Nathan waktu buat dirinya sendiri. Kalo dia udah baikan pasti orang yang di cari pertama kali itu elo." ujar Andin


"gue pengen nyamperin dia tapi kata Aletta jangan"


Angga mengangguk, "biarin aja dulu Le, Nathan tuh emang begitu kalo lagi marah, kesel, atau punya masalah mending biarin dia sendiri dulu. nanti kalo dia udah tenang pasti dia muncul sendiri"


Alea paham, mungkin memang lebih baik membiarkan Nathan menenangkan diri dulu.


"makasih ya kalian udah dengerin cerita gue" Alea memeluk Andin


"Sama- sama"


****


Mobil Alvaro berhenti didepan rumah Nathan. rumah besar itu tampak sepi.


"Yakin ada dirumah?" Tanya Aletta yang memperhatikan rumah Nathan yang seperti tak berpenghuni


"Nathan kalo lagi kaya gini ga bakal keluar rumah"


Aletta mengangguk mengikuti Alvaro. Setelah mengetuk pintu seorang asisten rumah tangga membukakan pintu untuk mereka.


Alvaro mengucapkan terima kasih pada wanita paruh baya yang sudah ia kenal sejak kecil namanya bi Inah.


Mereka langsung naik ke lantai dua dimana kamar Nathan berada. Alvaro coba mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam.


Akhirnya mereka mencoba masuk ke dalam kamar yang untungnya tidak dikunci. Aletta ikut masuk membuntuti Alvaro dari belakang.


Terlihat Nathan sedang tertidur diatas kasur. Kamarnya berantakan, buku, baju, botol semua berserakan dilantai. Entah apa yang terjadi pada lelaki itu.


"Kita tunggu 10 menit. Baru kita bangunin dia.."


Aletta manut, ia duduk di sofa bersama Alvaro sambil mengamati keadaan sekeliling.

__ADS_1


Nathan kenapa coba sampe kaya gini, batin Aletta


10 menit berlalu akhirnya Alvaro membangunkan Nathan. Dengan muka bantalnya bisa dilihat lelaki itu terkejut ketika melihat Aletta duduk di sofa.


"Aletta" ucapnya pelan nyaris tanpa suara


Aletta bangkit menghampiri Nathan dengan kedua tangan dilipat di dada, "kenapa loe?"


Nathan diam tak menjawab


"Gue tanya loe kenapa? Loe berantem sama Alea? Apa Alea bikin salah sama loe? Bilang sama gue kalo Alea yang salah biar gue yang ngasih tau dia, supaya dia instrospeksi diri" cecar Aletta


Nathan masih diam


Aletta memutar bola matanya jengah, ia sudah lelah seharian bekerja ditambah menghadapi Nathan yang seperti ini. Siap- siap emosinya bisa meledak kapan saja.


Alvaro hanya diam, ia membiarkan Aletta melakukan apapun pada Nathan. karena ia pun penasaran ada yang terjadi pada sepupunya itu.


Aletta menarik kerah baju Nathan, "loe pikir dengan loe diam masalah bisa kelar gitu, huh? Loe diam kaya gini loe nyiksa kakak gue tau gak!" Bentak Aletta


"Kalo dia salah bilangin jangan didiemin kaya gini.. loe kenapa sih?"' Aletta benar- banar frustasi bagaimana caranya membuat Nathan bicara


Nathan masih tetap dengan pendiriannya, diam tak menjawab.


"Okeh!! Kalo loe ga mau ngomong. Gue bakal telpon bokap gue dan gue bakal bilang loe udah nyakitin kakak gue..." Seringai Aletta


Nathan menatap tajam Aletta membuat gadis itu tersenyum penuh kemenangan. Itu artinya ancamannya berhasil


"Loe tau kan akibatnya kalo sampe bokap gue tau anaknya disakiti. Gue pastiin seumur hidup loe ga bakal ketemu sama Alea lagi." Ucap Aletta sambil menghempaskan kerah baju Nathan


Aletta mulai mengambil ponselnya didalam tas menghubungi papa Ferdi. Ia sengaja menggunakan speaker agar Nathan mendengarnya.


"Halo pa"


"Semua Baik- baik aja kan??"


"Hmm sebenernya...."


"Oke gue ceritain semuanya.." ucap Nathan akhirnya. ia tidak ingin restu dari calon mertuanya dicabut hanya karena tidak menuruti perkataan gadis didepannya itu


Yessss!!!! Teriak Aletta dalam hati


"Sebenarnya apa nak?"


"Sebenarnya Aletta pengen dibeliin sesuatu sama papa"


"Apa?"


"Nanti Aletta kirim lewat chat"


"Okay papa tunggu"


"Makasih pa.. i love you"


"I love you more"


Aletta memutuskan panggilan teleponnya. ia tersenyum puas.

__ADS_1


bener- bener kamu Al, Alvaro tidak habis pikir dengan pacarnya itu. ajaib


Nathan mengajak keduanya untuk pindah ke dekat kolam, ia ingin menghirup udara segar.


"Buruan cerita" ketus Aletta


"Gue dapet ini" ujarnya sambil menunjukan ponsel miliknya


Alvaro mengambil handphone milik Nathan lalu memberikannya pada Aletta.


Mata Aletta membulat setelah melihat gambar yang ada di ponsel milik Nathan, sedetik kemudian dia tertawa sambil memegang perutnya.


"Sumpah demi apa loe marah cuma karena foto ini?" Tanya Aletta di sela- sela tawanya


Nathan mendelik kesal. Sadar bahwa Nathan masih marah Aletta langsung diam, "sorry Nat tapi lucu banget. Loe tau siapa yang ngirim foto ini ke loe?"


Nathan menggeleng


"Okeh gue ceritain ya apa aja kegiatan gue sama Alea kemaren biar loe ga salah paham."


Nathan mengangguk menyetujuinya


"Jadi dari cafe kita ke salon, abis dari salon kita ke taman kota. Nah disana kita ketemu sama cowok yang di foto tadi.. dia itu om gue Nat. Namanya om Radit anak dari kakaknya bokap gue. Bisa dibilang dia sepupu gue.. cuma dari kecil kita manggilnya om Radit" jelas Aletta


"Jadi,, dia itu..."


Aletta mengangguk, "om gue... Kalo loe ga percaya loe bisa telpon orangnya kok..."


Nathan meraup wajahnya frustasi, ia sudah cemburu tanpa alasan.


"Makanya Nat kalo punya masalah tuh bilang... Kalo ga tau ya nanya.. jangan kaya gini loe nyiksa diri loe sendiri dan secara ga langsung loe juga nyakitin cewek yang katanya loe sayang sama dia, mau bikin dia bahagia.. " cibir Aletta


Ada rasa menyesal di dalam diri Nathan, ia yang marah dan kesal tanpa alasan hingga mengabaikan Alea.


Pasti gadis itu sedih dan bingung saat ini. Pikirnya


"Sorry..."


"Jangan minta maaf sama gue, minta maaf sama kakak gue sana kasian dia kerja ga konsen, ngelamun terus.."


"Maaf ya Al gara- gara gue..."


"Kali ini gue maafin.. tapi kalo loe bikin kakak gue sedih lagi gue bakal langsung bilang ke papa. Biar restu loe dicabut... Biar loe ga jadi nikah sama kakak gue"


"Sadis loe!!"


"Bodo amat!!!"


"By the way thanks ya Al kalo loe ga Dateng, dan ga jelasin semuanya mungkin gue bakal terpuruk sendiri dengan pikiran gue yang udah traveling kemana-mana"


"Iya sama-sama..."


"Thanks juga Ro, maaf semalem gue marah- marah ga jelas" sesal Nathan


"Gak papa, loe lagi cemburu makanya begitu"


"Yaudah kalo gitu gue mau siap-siap nemuin Alea. "

__ADS_1


Aletta dan Alvaro mengangguk mereka juga pamit untuk pergi karena tujuan utama Alvaro menjemput Aletta tadi untuk mengajaknya pergi ke suatu tempat.


__ADS_2