
Alea langsung mengendarai mobilnya menuju rumah Nathan. Rumah itu tampak sepi begitu Alea tiba didepan rumah.
Alea membunyikan bel dengan tidak sabar, ia kalut apalagi setelah mendengar cerita Aletta yang Nathan nyaris bunuh diri.
Sungguh Alea mengutuk dirinya yang tidak bisa mengontrol emosinya dan selalu mengambil keputusan tanpa berfikir panjang.
Ceklek
Pintu terbuka dan Nathan yang muncul dari balik pintu.
"Alea.."
"Nathan.." Alea langsung memeluk Nathan
"maafin aku... " Isak Alea, "aku salah Nat, ga seharusnya aku bersikap kaya gitu, harusnya aku dengerin penjelasan kamu. Maafin aku..."
Nathan diam tak menyahut membiarkan Alea mengungkapkan perasaannya.
"Aku salah Nat, maafin aku.. waktu itu aku liat kalung itu sebelum kamu ngasih hadiah ke aku. Awalnya ku pikir itu hadiah buat aku tapi ternyata bukan, aku coba buat positif thinking mungkin itu punya Nadine tapi tadi pas aku liat Nadira make kalung itu aku marah Nat, aku ga terima kamu punya perhatian khusus ke Nadira sampe ngasih kalung ke dia.. aku yang ga bisa nahan emosi langsung marah dan nampar Nadira terus nuduh kamu sama dia selingkuh... Maafin aku Nat..."
Nathan mengelan nafas menepuk punggung Alea pelan "Aku udah maafin kamu..."
Alea mendongak ,"kamu maafin aku?"
Nathan mengangguk ," iya.."
"Beneran?"
"Tapi kamu janji jangan pernah kaya gini lagi. Ini yang pertama dan terakhir kalinya."
"Aku janji" Alea menghapus air matanya tersenyum pada Nathan.
"Kamu sendiri yang pernah bilang sama aku kalo ada apa-apa itu cerita tapi kenapa kamu sendiri yang malah begini, jujur aku kecewa kamu karena secara ga langsung kamu sama aja ga percaya sama aku.."
"Maafin aku Nat... Aku salah"
"Yang penting jangan di ulangi lagi"
"tapi kamu beneran udah maafin aku?"
"udah"
"makasih ya , tapi kamu juga harus janji jangan nekad lagi"
"Nekad?"
"Iya, Aletta bilang kamu mau bunuh diri tadi..."
Nathan menahan diri untuk tidak tertawa, "yaa aku sempet mikir begitu..."
"jangan tinggalin aku, ... aku ga mau kehilangan kamu..apa pernikahan kita...."
"Kamu maunya gimana?" Tanya Nathan
"Apa kamu ragu?"
__ADS_1
"Aku ga ragu, tapi aku serahin semuanya sama kamu.. mau lanjut atau enggak?"
"Aku mau lanjut. Aku ga mau di jodohin sama Eyang lagi.. aku ga mau..." Alea menggeleng dengan mata berkaca-kaca
"Nanti kita bahas sama papa aku dan papa kamu. Karena tadi papa kamu udah mutusin buat membatalkan pernikahan kita ."
"Maaf, gara- gara aku..."
"Udahlah yang penting kamu ga ngulangin lagi.. kamu liat kan karena emosi kamu berapa banyak hal yang terjadi.."
Alea menyesal sungguh, jika bisa di ulang ia ingin meminjam alat- alat di kantong Doraemon dan menggunakan mesin waktu untuk kembali ke waktu tadi siang. Tapi itu mustahil, sekarang yang harus ia lakukan adalah memperbaiki dan berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahannya lagi.
"Maaf..."
"Bersyukur kita punya sahabat yang mau membantu kita, kalo ga ada meraka aku ga tau lagi..." Nathan menghapus sisa air mata di pipi Alea,
Alea kembali menangis, ada banyak masalah yang terjadi gara- gara kecemburuannya. untung saja ia punya adik dan sahabat yang selalu ada untuk membantunya.
"udah kamu jangan nangis lagi... Kita pasti bisa melewati ini"
Alea mengalungkan keuda tangannya di leher Nathan ," aku sayang kamu Nat"
"Aku juga"
Entah siapa yang memulai duluan kini kedua bibir itu saling terpaut satu sama lain.
Di sisi lain tak jauh dari depan rumah Nathan keenam anak muda yang mengikuti Alea bernafas lega akhirnya kedua sejoli itu baikan.
Melihat adegan yang cukup berbahaya bagi kewarasan calon istrinya, Alvaro langsung menutup mata Aletta.
"Jangan liat yang kaya begitu, bahaya kamu bisa tambah mesum"
Aletta mencebik, "ga begitu juga"
Alvaro menggeleng tidak percaya.
"Al, mau gue contohin ga sama Andin?" Goda Angga
"Kaya gimana?" Sahut Aletta penasaran
"Yang lebih hot lah pokoknya, atau loe mau Bryan sama Nadira aja, gue yakin versi bule lebih menggoda" Angga kembali menaik turun alisnya
"Dengan senang hati" timpal Bryan yang langsung mendapat cubitan dari Nadira
"sakit hunny" rengek Bryan
"kamunya mesum" sahut Nadira
"Loe berdua jangan ngeracuni otak Aletta lah." Alvaro melayangkan tatapan tajam pada Angga dan Bryan lalu menyentil kening Aletta pelan, "kamu juga ga usah penasaran"
Aletta tersenyum dengan puppy eyes-nya menatap Alvaro
Alvaro yang paham arti tatapan Aletta menggeleng "Ga ada Al, yang tadi itu pertama dan terakhir kalinya sebelum kita nikah. Kalo setelah nikah bebas kamu mau minta setiap menit juga aku ladenin."
"Udah Var kasih aja napa ga sayang apa sama Aletta tuh udah mupeng" kata Angga
__ADS_1
Alvaro menghela nafas, "justru karena gue sayang sama dia, gue cowok normal, kalo kebablasana terus jadinya khilaf gimana? Mending tahan aja kurang dari dua Minggu juga udah SAH"
"tapi masih lama..." Cicit Aletta
Alvaro kembali menjitak kening Aletta, "abis ini kamu langsung di pingit aja, bahaya deket-deket sama kamu"
"Tapi kan cuma..."
Alvaro membekap mulut Aletta, "mending kita makan, aku yakin kamu laper kan dari tadi kita semua sibuk ngurusin masalah Nathan sama Alea..."
Keempat orang disitu hanya geleng-geleng kepala melihat Aletta dengan Alvaro.
"Bener sih ini udah malam, mana tadi gue ga makan siang" kata Nadira
"Sama, gue juga tadu mau makan siang malah di telpon mama April disuruh ke rumah nemenin Alea." Timpal Andin
"Yaudah ayo kita makan, tinggalin aja mereka berdua" ucap Angga dengan maksud Alea dan Nathan
"woii loe pada tega ningglin gue berdua?" teriak Nathan
"kirain masih mau pacaran." cibir Aletta
"guys maaf ya loe semua jadi repot banget gara- gara gue.."
"emang" sela Aletta
"maksih juga karena loe semua gue sama Nathan akhirnya bisa baikan lagi." lanjut Alea
"makasih doang?" tanya Aletta tidak puas
Alvaro dan yang lainnya tidak habis pikir dengan Aletta yang masih saja kesal dengan Alea
"terus loe maunya apa?" tanya Alea
"loe ga mau minta maaf gitu sama Nadira?" Aletta menatap kakaknya itu dengan wajah menyebalkan yang pernah Alea lihat
Alea mendekati Nadira , "Nadira maafin gue ya.. gue salah paham.. gue udah nuduh loe yang enggak- enggak, harusnya gue dengerin penjelasan dari kalian tapi gue malah narik kesimpulan sendiri. maafin gue"
Nadira tersenyum, "iya Alea gak papa kok. aku udah maafin kamu."
"makasih ya Nadira" Alea langsung merangkul Nadira
"jadi makan gak?" Tanya Bryan
"jadi dong... kita ke All you can eat aja, biar Nathan sama Alea yang bayar kita buat mereka bangkut" jawab Aletta bersemangat
"emang dasar adek ipar ga punya akhlak" cibir Nathan
Aletta hanya menanggapinya dengan kekehan.
🍃🍃🍃🍃🍃
Ga berasa sebentar lagi "Jodoh di Kejar Dateline" udah mau tamat 😢
kalo kalian suka sama cerita othor... boleh mampir ke tetangga sebelah.. sebentar lagi mau rilis cerita baru judulnya "Mr. Arrogant"
__ADS_1
terus support ya, dukungan kalian itu moodbooster banget 😀😀😀😎