Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
57


__ADS_3

Siang itu Eyang mengundang Alvaro dan Nathan untuk makan siang bersama di Mension keluarga Ferdinan


Tanda- tanda ujian menjadi calon mantu season ke dua dimulai. Bagi peserta yang mau mendaftar silahkan hubungi call center setempat.


"Kok aku gugup ya yank" Nathan gelisah menunggu Eyang diruang tengah setelah makan siang


"Emang begitu yank bawaan kalo ketemu Eyang" jawab Alea kalem


Pasalnya baik Alea maupun Aletta kalo ketemu sama Eyang apalagi dalam rangka sidang Isbat bawaannya gugup, tegang, ga enak perasaan gimana gitu.


Alvaro tidak kalah gugup dari Nathan, dari semalam dirinya sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, memikirkan apa yang akan dilakukan Eyang untuk menguji mereka.


"Rileks" bisik Aletta


Alvaro memaksakan senyumnya, rasanya tetap tidak bisa tenang.


"Ehem"


Suara deheman Eyang membuat atmosfer menjadi panas dingin tak karuan, rasanya butuh obat demam tapi bukan parasetamol.


"maaf kalian menunggu lama" kata Eyang santai


Kedua pemuda itu hanya mengangguk tanpa menyahut.


"Eyang langsung to the point, mengingat sebentar lagi Alea akan berusia 21 tahun maka waktu kita tidak banyak."


"Karena Ferdinan sendiri yang sudah mengakui kalian sebagai calon menantunya maka Eyang tidak punya pilihan selain menerimanya" tambah Eyang


Mendengar Eyang berkata demikian rasanya seperti oase di Padang pasir yang artinya lolos tahap 2 naik level ke babak penyisihan


"Tapi jangan seneng dulu, Eyang punya tugas buat kalian." Kata Eyang yang langsung membuat empat anak muda didepannya harap- harap cemas.


Berharap Eyang menjadi baik dengan tidak meminta hal yang aneh- aneh dan cemas andai- andai tugas yang Eyang berikan justru jadi batu sandungan gagalnya ujian ini.


"Tugas apa Eyang?" Tanya Nathan memberanikan diri bertanya


"Al,.tolong ambilkan brosur di kamar Eyang"


Aletta mengangguk langsung pergi ke kamar Eyang. Beberapa saat Aletta kembali dengan brosur ditangannya lalu menyerahkannya pada kedua pemuda itu


Mata Alvaro membulat ketika membacanya


'Lomba tanaman hias se-Jabodetabek', ini maksudnya disuruh ikut lomba beginian, batinnya


Alvaro menatap Nathan, wajah lelaki itu tak kalah bingung dengannya


"Minggu depan ada lomba tanaman hias kalian berdua ikut ya" ucap Eyang dengan santainya yang membuat kedua pemuda itu hanya melongo mendengarnya


Lomba tanaman hias? Ini maksudnya gimana sih?


Saking bingungnya tidak ada yang menyadari jika Eyang sudah berlalu dari sana tanpa bertanya persetujuan mereka. Ini sih namanya perintah


"Ikut lomba tanaman hias maksudnya gimana sih?" Tanya Alvaro bingung


"Itu loh sekarangkan lagi trend tanaman hias yang unik dan harganya selangit, biasanya para pencinta tanaman hias suka ngadain kontes gitu. Tanaman siapa yang paling bagus dia yang menang" Jawab Aletta


"Terus nyarinya dimana?" Tanya Nathan masih dengan wajah bingung


"Di toko buku Nat" jawab Aletta asal

__ADS_1


"Serius?"


Ingin rasanya menjitak kepala Nathan saat itu juga, "ya kali di toko buku jual Nat ya di toko yang jual bunga lah. Jangan nanya toko bunga dimana, gue tampol loe"


Niat hati emang mau bertanya dimana toko bunganya tapi Aletta sudah lebih dulu mengancamnya, "galak amat sih Al"


"Kayanya kita harus cepet nyari Nat, Eyang bilang minggu depan kontesnya" kata Alvaro


"Yaudah, mending sekarang kita keliling nyari.." usul Nathan yang langsung bersiap untuk berburu tanaman hias


"Sekalian tanya nyokap loe Nat, mama Nia kan seneng banget tuh sama bunga kali aja punya. Kan bisa kita pinjem atau tau tempat jualnya dimana jadi kita bisa beli langsung"


Nathan menjentikkan jarinya, "cakep ide loe Var, biar gampang kita mencar aja ya jadi lebih banyak lokasi yang bisa kita datengin."


"Deal"


******


Nathan dan Alea mendatangi toko bunga yang ada di pinggiran jalan, disana banyak sekali tanaman hias yang berjejer rapi diatas pot.


"Ada yang bisa dibantu mas?" Tanya seorang pria paruh baya yang langsung menghampiri keduanya


"Ada pak, saya mau cari tanaman hias buat ikut kontes pak, kira- kira yang bagus ap ya?"


"Wah banyak mas. Masnya ikut kontes jenis tanaman hias apa?"


Nathan tidak begitu paham nama bahkan jenis tanaman hias yang akan ia ikuti kontesnya itu hanya menggeleng, "tolong rekomendasiin yang paling bagus aja pak"


"Yang lagi ngetrend sekarang janda bolong mas"


"Astagfirullah nyebut pak" ucap Nathan membuat si bapak bengong seketika


Nathan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Owh!! Maaf pak saya ga tau"


"Iya mas gak papa, mari saya tunjukin kebetulan tadi ada beberapa yang baru dateng mas bisa pilih"


Nathan mengikuti si bapak masuk ke pekarangan rumahnya yang hampir dipenuhi berbagai macam tanaman hias dari berbagai jenis ukuran, dan jenis- jenis tanaman langka lainnya.


"Silahkan di pilih mas" si bapak mulai menjelaskan nama- nama tanaman dari mulai bahasa latin hingga nama- nama unik bin nyeleneh tapi tak ada satu pun yang Nathan ingat namanya


"Yang mana yank?" Tanya Alea setelah si bapak menjelaskan panjang kali lebar pada mereka


"Aku ga paham yank, kamu pilihin aja aku bingung"


Alea menghela nafas, akhirnya mereka meminta rekomendasi si bapak untuk memilihkan mereka tanaman hias yang paling bagus agar bisa ikut kontes minggu depan.


Setelah merogoh kocek lumayan dalam untuk satu pot Monstera Adansonii alias Janda bolong Nathan dan Alea pun pulang ke rumah Nathan untuk mengamankan aset negara miliknya.


"Bi, ini tolong di rawat ya, jangan sampe rusak soalnya Nathan ada kontes minggu depan" kata Nathan pada salah satu asisten dirumahnya


"Siap Aden"


Setelah mengucapkan terima kasih Nathan langsung mengajak Alea masuk ke rumahnya.


Ini pertama kalinya Alea datang ke rumah Nathan setelah beberapa bulan menjadi pacarnya.


"Eh ada tamu ya"


Nathan mendongak langsung bergegas memeluk wanita paruh baya yang berdiri tak jauh darinya, "mama kapan pulang?"

__ADS_1


"Baru nyampe tadi siang. Kamu dari mana aja?"


"Dari rumah Alea mah, terus tadi nyari tanaman hias."


"Tanaman hias? Sejak kapan anak mama suka sama tanaman hias?" Tanya wanita itu dengan wajah kaget bercampur heran


"Nanti Nathan jelasin. Oh ya ma kenalin ini Alea"


Alea yang sedari tadi diam memperhatikan interaksi ibu dan anak itu tersentak kaget. Pasalnya Nathan tiba- tiba menggandengnya lalu mengenalkan Alea pada mamanya.


"Selamat sore tante.. saya Alea" Alea mencium punggung tangan mama Nathan dengan sopan


"Selamat sore Alea.. nama tante Nia tapi kamu jangan panggil tante panggil mama Nia aja ya" perintah Nia mamanya Nathan


Alea mengangguk, "iya tant... Eh mama Nia"


Mama Nia tersenyum lalu mengajak Alea ngobrol sementara Nathan izin ke kamarnya untuk mandi.


"Jadi Alea udah kenal lama sama papanya Nathan" ujar mama Nia yang baru ternyata Alea adalah pembalap wanita yang sering dibicarakan suaminya itu, "pantesan papa Nathan tuh suka cerita kalo ada pembalap wanita yang masih muda. Mama salut loh sama Alea kamu hebat"


Alea rasanya ingin melayang, gimana ga terbang secara dipuji sama calon mertua, "makasih mah, tapi Alea ga sehebat itu kok masih banyak yang lebih dari Alea.."


Mereka terus mengobrol banyak hal hingga tak sadar susah satu jam berlalu dan Nathan tak kunjung turun.


"Kemana tuh anak kok ga turun- turun?" Tanya mama Nia heran


" Apa tidur ya ma?"


"Ga salah lagi ini, sebentar mama cek ke kamarnya ya" mama Nia bergegas naik ke lantai dua dimana kamar Nathan berada


Alea duduk menunggu sambil memainkan ponselnya membalas chat dari teman- temannya satu per satu.


"Ngapain loe disini?"


Alea mendongak sebelah alisnya terangkat, "yang harusnya nanya tuh gue, ngapain loe ke rumah pacar ehm calon suami gue?"


Seketika raut wajah Renata berubah saat mendengar Alea menyebut Nathan sebagai 'calon suaminya'


"Kenapa loe kaget ya?"


"Jangan kebanyakan halu deh loe, ngaku- ngaku calon suami.. ngaca woy punya cermin kan di rumah" cibir Renata tak terima, ia tidak rela Nathan menjadi milik orang lain tidak ada yang boleh memiliki Nathan kecuali dirinya


"Justru loe yang harusnya ngaca, situ ga laku ya masih ngejar- ngejar pacar orang" balas Alea tak kalah sengit


"Loe!???!!!" Renata menunjuk Alea namun sedetik kemudian raut wajahnya berubah, "loe kenapa sih Alea gue cuma mau temenan sama Nathan masa ga boleh, gue tau kok loe cemburu karena gue mantannya Nathan.. "


Bener- bener carmuk di cewek, maki Alea dalam hati karena tidak mungkin mengeluarkan kata- kata kasar disini


Jangan disini Alea, ini bukan daerah kuasa loe jangan bikin malu dirumah orang.. inget kita berkelas jangan mau terpancing sama cabe- cabean kaya dia, batin Alea


" Gue ga ngelarang elo kok kalo mau temenan sama Nathan tapi yang jadi masalah apa Nathan mau temenan sama loe?"


"Gue ga mau punya temen atau hubungan lagi sama loe" jawab Nathan yang kini ada dibelakang Alea


Alea tersenyum penuh kemenangan sementara Renata mengepalkan tangannya kesal.


"Gue ga akan biarin loe bahagia sama Nathan karena dia cuma milik gue"


"Coba aja" tantang Alea

__ADS_1


__ADS_2