
Angga dan Andin tiba di rumah orangtuanya Angga. Selama ini Angga tinggal sendiri di apartemen dengan alasan ingin mandiri.
Begitu masuk keduanya langsung disambut oleh mama Fani yang sedari tadi sudah menunggu Mereka.
"Mama kapan pulang kok Angga ga dikasih tau?" Tanya Angga sambil mencium tangan mama Fani, setau Angga kedua orangtuanya sedang berada di Paris untuk perjalanan bisnis dan akan kembali akhirnya tahun nanti
"Semalam, mama sengaja pulang cepet pengen marahin kamu."
"Marahin Angga emang salah salah Angga apa mah?"
"Pake nanya lagi.. kamu udah nyakitin anak mama tau"
Lah, anak mama kan gue,
"Mah anak mama kan..."
"Bukan kamu tapi Andin, tega kamu ya nyakitin anak gadis mama" sela Mama Fani sambil menatap tajam putranya
"Maaf ma, waktu itu Angga takut, Angga panik, dan ga bisa berfikir jernih. Angga takut Andin ga bahagia sama Angga apalagi dengan keadaan Angga.. "
Mama Fani merangkul putranya, ia sudah tau keadaan yang Angga alami dari sahabatnya siapa lagi kalau bukan mamy Alda. Awalnya mamy Alda enggan memberi tahu kerena Angga memaksanya untuk merahasiakan ini dari keluarganya tapi dengan jurus andalan para ibu-ibu akhirnya mamy Alda menceritakan semuanya.
"Kita akan cari dokter terbaik supaya kamu bisa sembuh nak"
"Iya mah"
"Tapi tetep kamu mama hukum"
"Mah, anak anak mama tuh Angga apa Andin sih?" Protes Angga
"Anak mama emang kamu, tapi mama lebih sayang sama Andin dari pada kamu."
Angga menghela nafas pasrah, Andin hanya tersenyum melihat kelakuan ibu dan anak itu.
Dalam hati Angga sangat bersyukur ibunya sangat menyayangi Andin.
****
Alvaro tiba di ibukota, setelah menyelesaikan urusannya dirumah sakit kini ia pergi ke kantor Aletta untuk menjemput istrinya.
"Sore Dokter Varo" sapa Stefanie asistennya Aletta
"Sore"
"Mbak Aletta nya masih di dalem, silahkan masuk"
Alvaro mengangguk, "terima kasih" ia langsung mengetuk pintu ruangan Aletta dan masuk setelah mendapat sahutan dari dalam.
Niatnya mau ngasih kejutan dengan pura- pura menjadi salah satu staff yang mengantar pesanan eh Aletta sudah lebih dulu mengangkat kepalanya saat Alvaro membuka pintu.
Gadis itu langsung merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum. Alvaro langsung menghampiri istrinya itu dan memeluk Aletta.
"I miss you"
__ADS_1
"Aku enggak"
"Bener nih? Terus kemaren siapa yang nangis- nangis pas aku pergi?"
"Ga tau itu siapa yang jelas bukan aku" jawab Aletta sambil membenamkan wajahnya menghirup wangi Woody Aquametic dari tubuh suaminya
"Yaudah kalo kamu ga kangen, aku pulang aja deh"
"Jangan!!!" Aletta makin mengeratkan pelukannya membuat Alvaro terkekeh, "kamu ga tau apa tiga hari tuh lama banget rasanya"
"Kerjaan kamu udah selesai belom, kalo udah kita pulang."
"Udah kok... Bentar ya aku beres- beres dulu." Alvaro mengangguk dengan sabar menunggu Aletta.
"Angga sama Andin udah baikan loh" cerita Aletta saat keduanya sudah didalam mobil menuju jalan pulang
"Oh ya, berarti Andin udah tau kalo Angga..."
"Iya.."
"Kok bisa?"
Aletta langsung menceritakan kejadian tadi pagi pada Alvaro, "padahal aku ga tau dia sakit apa cuma asal ngomong aja eh Angga malah bikin pengakuan."
"Angga dalam pengobatan Al, dokter Neil bilang sudah hampir sembuh"
"Alhamdulillah seneng dengernya. Akhirnya mereka bisa sama- sama lagi.. tapi..."
"Tapi apa?"
"Di jok belakang deh.. bentar aku ambilin" jawab Alvaro saat mereka berhenti di lampu merah, "kamunya udah makan belum?"
Aletta menggeleng, "cuma ngemil sih tadi aku pengen makan bareng kamu nanti."
"Kalo gitu makan strawberrynya nanti setelah makan...."
"Aaaaa tapi aku pengen sekarang.."
Alvaro menggeleng, "kita makan dulu"
"Kak Varo.."
"Makan dulu atau ga sama sekali." Kata Alvaro tegas
Aletta mengerucutkan bibirnya, "iya.."
Alvaro mengusap rambut istrinya, "jangan ngambek gitu Al, aku ga mau kamu sakit. Mamy bilang selama aku pergi kamu susah makan. Jadi sekarang karena aku udah pulang aku harus mastiin kamu makan dengan teratur."
Mata Aletta mulai berkaca-kaca, "hiks... Hiks..."
"Loh kok nangis?" Alvaro menepikan mobilnya karena melihat istrinya menangis, "kenapa?"
"Aku cuma pengen makan strawberry..." Isaknya
__ADS_1
"Iya nanti setelah kamu makan. Aku janji kamu mau makan sebanyak apapun ga bakal aku larang. Tapi kamunya harus makan dulu." Kata Alvaro sambil menghapus air mata Aletta
"Janji?"
"Janji.."
Aletta langsung tersenyum, "kita ke rumah makan Abah aja.. aku mau makan sate disana"
"Siap nyonya Alvaro"
*****
Alea dan Nathan pulang lebih cepat, seharusnya mereka pulang lusa tapi karena mood Nathan sedang tidak baik ditambah ada masalah dikantornya mau tidak mau mereka harus segera pulang.
"Yank kamu mau kemana?" Tanya Alea saat mereka baru saja tiba di apartemen
"Aku mau ke kantor" jawab Nathan yang langsung pergi. Tidak seperti biasanya sebelum pergi ia akan pamit dan mencium istrinya kali ini Nathan langsung pergi tanpa melakukan kebiasaannya
Alea menatap sedih punggung Nathan yang sudah hilang di balik pintu, "kamu kenapa sih Nat.." lirihnya
Nathan keluar apartemen dan berpapasan dengan Aletta dan Alvaro yang baru saja pulang.
"Loh kok udah pulang. Katanya Lusa?" Tanya Aletta yang terkejut melihat Nathan di basement
"Ada sedikit masalah di kantor jadi kita pulang cepet" jawab Nathan
"Loe lagi ada masalah Nat?" Tanya Alvaro karena melihat wajah murung Nathan
" gue...." Belum sempat Nathan menjawab Aletta lebih dulu menariknya kembali ke apartemen, "Al gue mau..."
"Ga ada kantor yang masih buka jam 6 sore begini. Karyawan loe juga udah balik." Sela Aletta
"Tapi gue..."
Aletta menjejalkan sebuah strawberry berukuran cukup besar ke mulut Nathan.
"Uaseemmm" ujar Nathan sambil bergidik, "adek ipar laknut"
Nathan di seret paksa masuk ke apartemen milik Alvaro, "gue mau ke kantor Aletta"
"santai dulu di sini.. temenin gue makan strawberry.. nih" Aletta menyodorkan sekotak strawberry ke hadapan Nathan yang membuat lelaki itu menggeleng sambil bergidik, "ogah, asem banget"
"enak tau..." kata Aletta sambil mengigit buah itu tanpa merasa asam sedikitpun sementara Alvaro dan Nathan menatap ngeri pada Aletta
"mandi dulu Al..."
"hmm" Aletta mengangguk meninggalkan kedua lelaki itu di ruang tengah dan masuk ke kamar
"bini loe kenapa jadi makin kaya bocah sih" kata Nathan
"emang begitu dia..."
Nathan menghela nafas panjang, "Ro, main game yuk ajak Angga sekalian"
__ADS_1
"hayok... loe telpon Angga suruh ke sini."
"siap pak Dokter"