Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
91


__ADS_3

"gimana udah baikan?" Tanya Aletta


saat ini mereka sedang berada di cafe seberang rumah sakit, rasanya sudah lama mereka tidak kumpul walaupun sekarang personilnya kurang tapi sepertinya jika dua orang ini berbaikan mereka akan segera melakukannya kumpul-kumpul unfaedah lagi nantinya


Angga tersenyum lebar, " thanks ya Al.. "


"Buat?"


"Karena loe gue baikan sama Andin, yah belom balikan sih tapi setidaknya perasaan gue plong"


"Gue seneng dengernya,..." Aletta menyenggol bahu Andin menggoda gadis itu, "ditunggu kabar baiknya"


Angga mengangguk, "oh ya Varo kapan pulang?"


"Nanti sore"


"Loe mau jemput Varo?" Tanya Andin


Aletta menggeleng, "enggak?"


"Kenapa? Loe berantem sama Varo?" Giliran Angga yang bertanya


"Enggak, gue ga bisa jemput kerjaan gue di kantor banyak banget."


"Alea masih di Bali ya.."


Aletta mengangguk "masih bhulan maduh. Yaudah berhubung loe berdua udah baikan, gue ke kantor ya. Udah siang nih."


"Hati- hati ya Al..." Andin melambaikan tangannya yang dibalas Aletta dengan acungan jempol.


Tersisa Angga dan Andin yang masih terlihat canggung, setelah cukup lama mereka tidak bertemu ditambah status mereka yang belum resmi balikan.


"Andin"


"Ya kak" Andin kembali memanggil Angga dengan panggilan 'kak Angga' karena sebelum mereka resmi pacaran Andin lebih dulu memanggilnya dengan sebutan kakak mengingat usia mereka yang beda 6 tahun


"Kamu...." Belum selesai Angga mengatakan apa yang ingin di ucapkan olehnya ponselnya lebih dulu berdering


Dengan segera Angga melihat ponselnya yang berada disaku jaketnya , tertera nama 'mama' di layar ponsel


"Mama" gumamnya


"Angkat kak" kata Andin karena Angga sedari tadi hanya melihat ponselnya tanpa berniat mengangkat panggilan itu


"Halo ma, ada apa?"


"......."


"Lagi di cafe"


"...…"


"Sama Andin ma sama Aletta juga cuma udah pulang"


"......."


"Iya ma, Angga ke sana sekarang."


"....."

__ADS_1


"Iya" Angga menatap Andin setelah menyudahi telpon sang mama, "mama nyuruh kita ke rumah"


"Kita?"


"Iya, aku sama kamu"


"Ada apa?" Angga menggeleng, sudah pasti ia akan jadi bulan-bulanan sang mama akibat kebodohannya kemarin.


*****


Alea dan Nathan masih berlibur di Bali, kalo kata Nathan mah bulan madu. Hehe


"Yank..."


"Hmmm"


"Sini..." Nathan menepuk sebelah kasur yang kosong sedari tadi Alea duduk di sofa sambil memainkan ponselnya


"Kenapa?" Tanya Alea begitu ada disebelah Nathan


Nathan merangkul istrinya, siang ini Bali di guyur hujan lebat hingga udara sekitar terasa dingin. Rencananya mereka mau ke Ubud tapi gagal karena hujan.


"Kita lagi liburan yank, masa kamu sibuk main hape mulu sih"


"Aku tadi bales chat pak Tommy beliau nanya kapan aku pulang soalnya kejuaraan makin deket jadi harus latihan intens"


Mendengar itu mood Nathan langsung berubah, ada penyesalan di hatinya mengizinkan Alea kembali balapan


"Yank, kalo aku minta kamu buat berenti balapan gimana?"


"Kok gitu?"


"Kita udah buat kesepakatan Nat sebelumnya , kenapa kamu jadi plin plan begini sih?"


"Aku cuma khawatir sama kamu.."


"Aku bisa jaga diri Nat, please cuma sampe kejuaraan tahun ini aja. Aku janji abis itu pensiun."


Nathan langsung bangkit dari tempat tidur pergi ke kamar mandi ia butuh menenangkan pikirannya


****


Alvaro baru saja menyelesaikan presentasinya, kini giliran sesi tanya jawab setelah itu acara penutupan dan ia akan langsung ke hotel lalu ke bandara untuk pulang.


Sebenarnya masih ada acara malam ini makan malam bersama dengan dosen-dosennya tapi karena ada sesuatu hal yang harus ia tangani dirumah sakit makanya Alvaro pulang lebih awal dari para rekannya.


Acara seminar pun berakhir, Alvaro dan rekan-rekannya masih di kerubungi oleh beberapa mahasiswa yang masih bertanya ini dan itu dengan sabar mereka menjawab pertanyaan itu.


"Wah dokter Varo sama Dokter Sarah serasi banget" celetuk salah satu mahasiswa


Mendengar pujian itu Sarah sangatlah senang, ia terus merapatkan dirinya pada Alvaro bertingkah seolah-olah dirinya adalah pasangan lelaki itu. Bukan hanya hari ini saja ia bertingkah seperti itu tapi sejak kedatangan mereka ke Surabaya, Sarah sudah menjalani perannya sebagai seorang pasangan yang baik.


Makanya setiap kali ada yang berpapasan dengan mereka akan selalu mengatakan jika mereka adalah pasangan yang serasi.


"Iya bener, yang satu cantik yang satu lagi ganteng. Dokter Sarah beruntung banget bisa dapetin cowok kaya dokter Varo udah ganteng ramah lagi" timpal yang lain.


Beberapa rekan Dokter yang tahu Alvaro sudah menikah menjadi sedikit geram, terutama Intan asisten Alvaro yang terang-terangan tidak menyukai Sarah sejak kedatangan wanita itu ke rumah sakit karena selalu berusaha mendekati Alvaro.


Ingin rasanya Intan mengatakan kalau Alvaro itu bukanlah pasangan Sarah, lelaki itu sudah beristri dan istrinya jauh lebih cantik daripada wanita itu.

__ADS_1


Ponsel Alvaro bergetar di sakunya, ia pun pamit dan sedikit menjauh menerima panggilan dari istrinya itu.


"Ya sayang"


"Aku ganggu ga Kak?"


"Enggak kok, ini udah selesai sebentar lagi aku mau pulang ke hotel setelah itu ke bandara. Kenapa?"


"Aku boleh titip sesuatu?"


"Boleh, mau di beliin apa?"


"Strawberry"


Alvaro mengerutkan keningnya, "strawberry?"


"Hmm, aku lagi pengen makan strawberry tapi kamu yang beliin."


"Oke, ada lagi?"


"Enggak itu aja.."


"Okeh nanti aku beliin ya..".


"Terimakasih kak Varo sayang, oh ya maaf ya kak aku ga bisa jemput kerjaan aku banyak banget nih"


"Iya gak apa-apa, nanti aku yang jemput kamu"


"Okay... Kamu hati-hati ya.."


"Iya sayang, can't wait to see you"


"Me too"


Alvaro tersenyum lebar setelah menyudahi panggilan telpon dari istrinya itu yang semakin hari semakin menggemaskan menurutnya apalagi jika sedang meminta sesuatu.


"Sumringah banget dok abis terima telpon" ledek dokter Fian


"Yaialah sebentar lagi mau ketemu istri" celetuk Intan semakin membuat Alvaro tersenyum


"Istri?" Tanya seorang mahasiswa yang tadi sempat memuji Alvaro dan Sarah


"iya, istrinya. Dokter Varo udah nikah." jawab suster Intan


"eh... maaf ya Dokter kami ga tau kalo dokter udah nikah, kirain masih singel soalnya dari awal seminar dokter Sarah deket banget sama dokter Varo"


"kami hanya sebatas rekan kerja" ujar Alvaro sambil tersenyum, "kalo begitu saya pamit dulu karena harus kembali ke Jakarta siang ini. sampai ketemu di acara seminar berikutnya di Jakarta" pamit Alvaro


"dokter Varo mau pulang sekarang? kenapa mendadak?" tanya Sarah


"ada pekerjaan dirumah sakit yang harus saya tangani segera."


"kenapa ga bilang..."


"maaf Dokter Sarah saya duluan,.." sela Alvaro tidak ingin menanggapi ucapan Sarah yang ujung- ujungnya membahas masalah pribadi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Dari kemaren pagi pengen update tapi ada gangguan, buka aplikasi aja ga bisa.. hadeehπŸ˜‚

__ADS_1


happy Reading epribadeeh πŸ˜‰


__ADS_2