
Alea sudah diposisi start matanya terus menyisir bangku penonton mencari sosok Aletta. Tapi berkali-kali ia mengalihkan pandangannya hanya Nathan yang terlihat lelaki itu tampak tersenyum lebar sambil melambai kearahnya.
"Kayanya Al ga dateng deh.." gumamnya pasrah
Alea menghela nafas pelan, begitu ada aba-aba untuk bersiap ia memfokuskan pikirannya baru saja dirinya akan memakai helm ia mendengar seseorang meneriaki namanya.
"Aleaaaaaaa... Lo harus menang demi gueeee." Teriak Aletta sambil melambaikan tangan kearahnya
"Alea semangat!!!!!" Teriak Alvaro di sebelah Aletta
Alea mengucek matanya guna memastikan apakah ia sedang bermimpi melihat Alvaro yang tengah menyemangatinya, dengan cepat ia mencubit lengannya, "awwwww... sakit... Jadi itu beneran Varo"
suasana hati Alea langsung berubah, ia tersenyum sambil membalas lambaian tangan Alvaro dan Aletta lalu bersiap untuk perang, eh balapan maksudnya.
Begitu lampu hijau dan bendera dikibarkan Alea berusaha fokus untuk mengendarai motornya dengan kecepatan maksimal.
Semua peserta saling salip untuk mengejar posisi paling depan, Alea berhasil menyalip lawannya hingga ia diposisi kedua saat ini.
Lo gak boleh nyerah Le. Lo pasti bisa, batin Alea
Alea berdoa dalam hati dan terus fokus untuk mencari celah menyalip lawannya, 100 meter lagi garis finish. Alea berusaha mengecoh lawannya hingga akhirnya ia mendapat celah untuk menyalip lawannya di 10 meter terakhir sebelum garis finish.
Penonton bersorak termasuk Aletta yang sedari tadi dibuat tegang menonton pertandingan kakaknya itu ikut berteriak hingga akhirnya memeluk Alvaro yang berada disebelahnya tanpa sadar.
Alvaro yang mendapat serangan mendadak mematung ditempatnya, terlalu shock.
"Eh.." Aletta yang baru saja sadar dari euforianya langsung melepaskan pelukannya dari Alvaro. Merasa tidak enak karena refleks memeluk lelaki itu saking bahagianya, "maaf dok ga sengaja" ucap Aletta gugup
"Iya gak papa"
Keduanya menjadi canggung seketika hingga Nathan datang mengajak keduanya untuk mendekat ke podium dimana Alea akan menerima hadiah.
Begitu pengumuman kejuaraan serta pembagian tropi dan hadiah selesai diberikan, Alea langsung berlari menghampiri adiknya yang berdiri tak jauh dari podium.
"Aleaaaa"
"Aletta gue menang." Ucapnya sambil memeluk Aletta, "makasih ya lo udah dateng.. lo emang adek gue yang paling baik"
"selamat ya Le, gue bangga sama lo mama sama papa juga pasti bangga sama lo. Sorry ya harusnya gue bisa dateng lebih awal." Ujar Aletta
"Gak papa yang penting lo dateng gue udah seneng kok." Sahut Alea sambil melepaskan pelukannya
"Alea selamat ya, kamu hebat banget tadi." Ucap Alvaro sambil mengulurkan tangan
Alea tertegun sejenak, lalu membalas uluran tangan lelaki itu dan tersenyum lebar, "makasih Varo"
"Selamat ya Le" Ucap Nathan
"Thanks Nat, berkat lo yang selalu ngerawat motor gue dan ngasih masukan ke gue jadinya gue bisa menang." Kata Alea tulus
"Sama-sama ini berkat doa kita semua, dan kerja keras juga lo selama ini makanya lo berhasil jadi juara." Balas Nathan
Alea langsung diserbu oleh teman- teman seprofesinya yang terus menerus menyalaminya dan mengucapkan selamat.
__ADS_1
Nathan mendekati Aletta yang berada didekat Alvaro.
"Al, abis ini sibuk ga?" Tanya lelaki itu terang- terangan
"Kenapa?" Tanya Aletta
"Lo masih punya hutang dinner sama gue" jawab Nathan sambil mengulum senyum melihat Aletta yang terlihat salah tingkah
"Oh ya guys... Abis ini jangan langsung pulang ya gue mau traktir kalian semua.." teriak Alea kepada teman- teman clubnya
"Nah,, sekalian aja Nat..." Ucap Aletta setelah mendengar pengumuman Alea
Nathan mengangguk lalu mengacak- acak rambut Aletta dengan gemas, "okay"
Aletta menggerutu kesal karena rambutnya berantakan.
"Uluh- uluh ngambek" Nathan yang semakin gemas melihat tingkah Aletta kembali mencubit pipi gadis itu dan langsung berlari menjauh takut Aletta ngamuk
"Nathan kamvrettttttttt!!!!" Teriaknya kesal
Alvaro hanya diam memperhatikan interaksi kedua sejoli itu, entah mengapa ia tidak suka melihatnya.
"Hai, Var..."
Alvaro mengalihkan pandangannya menatap Alea, " iya"
"abis ini Lo sibuk ga?"
Alvaro menggeleng, "enggak. Ada apa?"
"Boleh."
Alea tersenyum , "okay kalo gitu gue ganti baju dulu.." pamitnya masih dengan senyuman manis sebelum meninggalkan lelaki itu
****
Mereka tiba disebuah restoran yang cukup terkenal di Sentul. Nathan baru saja akan mengajak Aletta untuk memisahkan diri dari rombongan namun Alea mencegahnya.
"Gue mau dinner sama Aletta" ucap Nathan
"Kagak bisa!!! Awas ya lo modusin adek gue.."
"Lee... Astaga!!!" Nathan frustasi berdebat dengan Alea
"Pokoknya sekali enggak ya enggak. Jangan ngerusak momen gue deh Nat.."
Nathan mengalah, ia akhirnya tidak jadi mengajak Aletta untuk makan berdua dengannya melainkan ikut bersama anak- anak club.
Alea membebaskan semua teman- temannya untuk memesan apapun yang mereka inginkan sepuasnya. Hal itu tentunya menjadi kesempatan untuk mereka memesan makan apapun sepuasnya. Kapan lagi ya ga sih bisa makan enak dan gratis lagi. Hehe
"Aletta, lo apa kabar?" Tanya salah seorang teman Alea yang bernama Doni
"Alhamdulillah gue baik." Jawab Aletta sambil mengaduk- aduk jus melon didepannya
__ADS_1
"Oh ya gue ikut sedih pas denger cerita Alea lo cedera pas seleksi kemaren." Ucap Angga
Aletta mengangguk, jujur ia masih sedih jika ada yang membahas tentang insiden seleksi kemarin hanya saja ia tidak akan menunjukan kesedihannya didepan orang lain termasuk keluarganya.
"Udah jangan bahas yang sedih- sedih" ucap Nathan yang teringat bagaimana terpukulnya gadis itu dirumah sakit tempo hari, "sambil nunggu makanan dateng gimana kita main TOD?"
"Boleh tuh"
"Setuju!!!!"
"setuju!!"
Angga menuang sisa soda ke dalam gelasnya dan menjadikan botol bekas itu untuk bermain TOD, "kita mainnya selang seling ya misalnya pertama truth abis itu selanjutnya harus dare begitu seterusnya." Angga menjelaskan peraturan permainan lalu tangannya bersiap untuk memutar botol, "gue yang puter ya."
Botol berputar cukup kencang membuat beberapa orang yang tengah berkumpul dimeja bundar itu harap- harap cemas siapakah yang beruntung menjawab jujur untuk kloter pertama.
"Alea!!!!" Teriak semua orang ketika botol itu berhenti tepat mengarah pada gadis itu
"Sok tanya..." Ucap Alea dengan tenang
"Siapa cowok yang lagi lo taksir?" Tanya Angga
"Hah? Ehhh...emm Adalah dia cowok..." Jawab Alea gugup
"Kita kenal ga?" Tanya Doni
"Ish pertanyaannya kan cuma satu kenapa jadi lu kepo sih.." omel Alea tak ingin jika mulutnya keceplosan jika ditanya terus menerus
"Lo jawabannya ambigu kaya gitu. Ya kita ga terima lah.." kata Nathan
"Nanti kalo gue udah jadian gue kasih tau. Sekarang jangan kepo dulu gue masih usaha.." cetus Alea yang langsung memutar botol tak ingin diintrogasi lebih banyak
Botol kembali berputar dan berhenti didepan Aletta yang hanya bisa menghela nafas pasrah.
"Dare ya Al.. lo ga ada pilihan lagi.." kata Nathan
"Okay"
"Gue mau lo nyanyi didepan panggung sana terserah lagu apa." Tantang Alea yang langsung membuat Aletta melotot seketika
"Lo gila!!!!! Gue mana bisa nyanyi"
"Hayo Al.. lo ga bisa ngelak lagi.." ucap Okky
"Nyanyi"
"Nyanyi."
"Nyanyi.."
"Ayo Gue temenin Al biar gue main gitar" Kata Angga yang sudah berjalan dulu ke arah panggung untuk meminta izin kepada pemilik cafe
Aletta menghela nafas pasrah menyusul Angga yang berjalan berada dipanggung yang letaknya tak jauh dari meja dimana mereka berkumpul sambil menatap sengit kakaknya itu
__ADS_1
Tunggu pembalasan gue Alea!!!
Bersambung....🎈🎈🎈🎈