Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
31


__ADS_3

Bandara Internasional tampak lenggang hari ini, Alvaro menginjakan kakinya kembali ke Ibukota setelah beberapa hari ia berada di kota Pahlawan.


Pelatihan yang di jalaninya cukup menyita waktunya, bahkan terlalu sibuk hingga tidak menyentuh ponselnya.


Alvaro menghentikan taxi yang lewat lalu masuk ke dalamnya, "Apartemen Laguna Spring ya pak"


"Baik mas"


Sepanjang perjalanan Alvaro hanya menatap jendela, sesekali ia melontarkan pertanyaan kepada pak supir untuk mengusir keheningan.


Saat lampu merah taxi yang ditumpangi Alvaro berhenti selama 180 detik. Banyak motor dan mobil yang tengah menunggu, ada yang menarik perhatiannya ketika melihat penjual bunga dijalan.


Senyum Alvaro seketika terbit, ia langsung mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang


"Halo mbak Diane"


". . . . ."


"Saya mau pesen bunga tulip warna putih"


". . . "


"Iya mbak, nanti saya kirim alamatnya lewat chat"


".. . . ."


"Okay. Makasih"


Panggilan berakhir, Alvaro menghembuskan nafasnya kasar. Ingatannya kembali memutar adegan singkat saat di pantai beberapa hari yang lalu.


adegan dimana lelaki itu menyatakan perasaannya pada Aletta. tentu saja Alvaro terkejut, dan kesal. Tapi ia sadar ia tidak berhak marah karena ia bukan siapa- siapanya Aletta.


Yang membuatnya bimbang adalah setelah pernyataan cinta dari lelaki itu Aleta sepertinya shock, seolah mereka pernah ada hubungan dimasa lalu.


Saat itu banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepala Alvaro, ia ingin bertanya pada Aletta tapi melihat perubahan mood gadis itu, ia urungkan niatnya.


Untung saja kesibukannya membuat ia lupa sejenak. kalo tidak, bisa jadi dirinya uring- uringan di sana memikirkan hubungan Aletta dengan katingnya itu.


Taxi yang ditumpangi Alvaro berhenti didepan Apartemennya, setelah membayar dan mengucapkan terima kasih Alvaro turun.


"Selamat sore dokter Varo." Sapa satpam penjaga Apartemen


"Sore pak Ahmad." balas Alvaro ramah


"Baru pulang dari luar kota ya mas?"


"Iya pak, saya masuk dulu pak"


"Iya mas, silahkan"


Alvaro masuk ke dalam lift menekan tombol angka menuju tempat tinggalnya berada dilantai 7.


Drrtt.. drrrt


Alvaro mengabaikan notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya, setelah meletakan kopernya ia langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


Selesai mandi dan memakai baju santai Alvaro mengambil ponselnya yang masih bergetar, ada banyak pesan masuk. Ia membukanya satu persatu pesan, kebanyakan spam asuransi, beberapa dari grup dan nomor tak dikenal.


Alvaro membuka grup chatnya bersama Nathan dan Angga. Entah sejak kapan ia dimasukan dalam grup itu.


Mahluk ciptaan Tuhan yang paling ganteng (3)


Angga


Var kapan balik?


Nathan


Kabarin kalo udah balik


^^^Alvaro^^^


^^^Udah^^^


Nathan


Loe udah balik ?


^^^Alvaro^^^


^^^πŸ‘^^^


Angga

__ADS_1


Lo dimana?


^^^Alvaro^^^


^^^🏬^^^


Nathan


Otw


Angga


Otw (2)


Alvaro menghela nafas, ia ingin istirahat tapi kenapa dua kunyuk itu malah ingin ke apartemennya. Tau gitu gak usah dikasih tau tadi kalo udah pulang.


*****


30 menit Angga dan Nathan sudah tiba di apartemen Alvaro. Keduanya kini menatapnya dengan penuh selidik


"Loe udah nembak Aletta?" Tanya Nathan langsung


"Belom kelar ngomong waktu itu" jawab Alvaro jujur


"Belom kelar. Gimana?" Tanya Angga


"Ya itu pas lagi ngomong ada cowok yang nyamperin Aletta terus nembak dia" jelas Alvaro


"Hah? Jadi nembaknya didepan elo?" Tanya Angga yang terkejut ia kira sahabatnya itu belum tau tentang Bobby


"Iya"


"Tapi lo tenang aja Var, Aletta udah nolak dia kok beberapa hari yang lalu." Kata Nathan


Seketika hati Alvaro merasa cukup lega mendengar berita itu, namun ia tetap masang wajah datarnya tidak ingin merasa diatas angin sekarang karena posisinya belum aman. Mengingat Aletta belum menerima cintanya.


"Var, kok lo biasa aja sih? Gue udah bela- belain ke sini nunggu lo berhari- hari takut le salah paham terus mundur. eh lo di kasih tau malah lempeng aja." Omel Angga kesal dengan reaksi Alvaro yang terlalu datar


"Terus lo maunya gue gimana?" Tanya Alvaro


"Ya seneng kek apa kek gitu" jawab Angga


"Makasih infonya" kata Alvaro datar sedatar papan teriplek


"Gue juga.. huh. Tau gitu mending gue jalan sama Andin" Angga mengikuti Nathan keluar dari apartemen Alvaro


Alvaro terkekeh menutup rapat pintu apartemennya setelah kedua mahluk itu pergi.


^^^Crash landing on flower^^^


^^^Hai, pesenan bunga kamu udah meluncur ya^^^


^^^Terima kasih sudah order^^^


^^^Semoga harimu menyenangkan^^^


Sudut bibir Alvaro melengkung, ia akan istirahat sebentar. Nanti ia akan menghubungi gadis itu.


****


Aletta merebahkan dirinya di kasur masih mendekap bunga tulip di dadanya.


Drrtt .. drtttt


Ponsel Aletta bergetar tanda pesan masuk, dibukanya aplikasi chat miliknya


Alvaro


🌷


^^^Aletta^^^


^^^Sudah ku duga^^^


Alvaro


Liat bunga tulip di jalan jadi inget kamu. hehe


Besok sibuk?


^^^Aletta^^^


^^^Makasih 😊^^^

__ADS_1


^^^Enggak. kenapa?^^^


Alvaro


😊


Pengen ngajak kamu jalan


^^^Aletta^^^


^^^Boleh. Jam berapa?^^^


Alvaro


Sore pulang dinas. Bisa?


^^^Aletta^^^


^^^Bisa☺️^^^


Alvaro


Okay, besok aku jemput dikantor


^^^Aletta^^^


^^^Okay, see you^^^


Alvaro


See you


Aletta membenamkan wajahnya di kasur, rasanya tidak sabar menunggu besok. Layaknya gadis yang tengah kasmaran Aletta senyum- senyum sendiri membaca ulang chatnya dengan Alvaro.


*****


"Nih periksa lagi tugasnya..." Kata Nathan yang sudah selesai ngetik. Ia meluruskan kakinya yang pegal karena sedari tadi duduk bersila


Papa Ferdi dan mama April sudah pamit ke kamar mereka dari setengah jam yang lalu. Menyisakan Nathan dan Alea yang sibuk mengerjakan tugas. Maksudnya tugas Alea, Nathan mah cuma bantuin doang. Kurang baik apa coba jadi pacar, ya ga sih?


"Kayanya ini udah deh yank." Ucap Alea yang langsung menekan tombol save lalu menutup laptopnya, "makasih ya sayang udah bantuin aku"


"Sama- sama... Yank aku pulang ya udah malem nih"


Alea melirik jam di ponselnya sudah jam 9 lewat ternyata. Ia pun mengangguk, "yaudah kamu pulang gih udah malem"


"Mau balik lo?" Tanya Aletta yang baru turun dari kamarnya


"iya udah malem" jawab Nathan


"Yank kamu hati- hati bawa motornya jangan ngebut" kata Alea


Aletta hanya geleng-geleng kepala, "dasar bucin" cibirnya


"Hahahah makanya punya pacar Al biar ga iri" ledek Nathan yang langsung mendapat serangan bantal sofa dari Aletta


"Balik lo.." Usir Aletta


Bukannya tersinggung Nathan malah tertawa puas, "aku pulang ya yank bye mblo" ucap Nathan sambil melambaikan tangannya ke arah Aletta yang langsung mendapat tatapan horor dari calon adik iparnya itu


Alea mengantar Nathan sampai ke depan pintu menunggunya hingga kekasihnya itu menghilang dari pandangannya.


"Orangnya udah balik kali.. masih aja berdiri didepan pintu. Kata Eyang pamali" ucap Aletta yang duduk di sofa sambil memakan dimsum yang ia temukan didalam kulkas


"Sirik aja lo" sahut Alea yang ikut duduk disebelah Aletta mencomot dimsum milik gadis itu, "oh ya Bobby masih sering ngechat loe?"


Aletta mengangguk, "tiap hari ,tiap jam "


"Pasti bilang jangan lupa makan ya Al, semangat kerjanya Al, bla bla bla... Tapi lo baper ga sih di gituin?" Tanya Alea penasaran. Jika itu dirinya dan belum punya pacar sudah pasti dirinya Baper


Aletta menggeleng, " gue yakin ga lama dia bakal balikan lagi sama mantannya"


"Kenapa gitu?"


"Feeling aja sih, dan gue harap dia kepergok sama gue lagi" ucap Aletta dengan senyum devilnya


"Mau lo apain?"


"Just say thanks"


Alea geleng-geleng kepala entah apa yang ada dipikiran adiknya itu. Tapi kalo dipikir-pikir seru juga sih kaya nunjukin 'maksud lo selama ini tuh apa ?dekat, baik, perhatian trus tiap hari ngirim bunga ke gue tapi malah jadian sama cewek lain'


Alea jadi tidak sabar menantikan hari itu.

__ADS_1


__ADS_2