Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
97


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian kandungan Aletta kini sudah memasuki bulan ketujuh, di mension keluarga Ferdinan sedang sibuk mempersiapkan acara tujuh bulanan untuk Aletta.


"Al ini mbak Wita, mau nganter baju buat acara besok cobain gih bajunya.." kata mama April


"Iya ma" sahut Aletta yang berjalan menghampiri mbak Wita yang akan membantunya mencoba beberapa baju yang dibawa khusus untuknya.


Setelah mencoba beberapa baju akhirnya Aletta menjatuhkan pilihannya pada kebaya berwarna merah maroon dan pasangannya untuk mas suami.


Alvaro baru saja pulang dari rumah sakit, saat Aletta baru selesai mengganti pakaiannya.


"Kalo susah tuh ya minta tolong kali non"


Aletta tersentak kaget saat tau Alvaro membantunya menaikan resleting bajunya, "eh, kamu udah pulang kak"


"Baru pulang."


"Aku buatin minum ya..."


"Enggak usah, nanti aku ambil sendiri. Kamu disini aja, liat tuh jalan dikit aja udah engap." Kata Alvaro yang kasihan melihat istrinya yang semakin hari kini perutnya semakin membesar apalagi Aletta sedang mengandung calon bayi kembar di perutnya.


"Ternyata begini ya kak perjuangan seorang ibu, sembilan bulan bawa- bawa bayi di dalem perut "


"Makanya surga itu ada di bawah telapak kaki ibu, perjuangannya tuh besar banget, dari mulai hamil, melahirkan, belum lagi nanti jadi pejuang Asi, harus begadang, merawat dan membesarkan.. kalo di sebutin ga akan ada habisnya"


Aletta jadi mengingat kembali, masa diawal kehamilannya. Sama seperti ibu- ibu pada umumnya ia juga mengalami yang namanya morning sickness yang cukup parah.


Tak jarang semua makanan yang ia makan dikeluarkan lagi, kadang mual saat mencium bau sesuatu dan masih banyak lagi. Beruntung ia punya suami yang sabar membantunya ini dan itu saat banyak keluhan yang di alaminya, ia juga bersyukur ada kelurganya dan sahabat tak luput ikut dibuat susah menghadapi ngidamnya.


"Kenapa kamu senyam senyum gitu?" Tanya Alvaro yang heran melihat Aletta diam sambil tersenyum


"Aku tuh inget waktu awal- awal hamil.. kalo inget kadang lucu kadang ngerasa ga enak juga banyak yang jadi korbannya. Hehe"


Alvaro ikut tersenyum ia teringat saat Aletta ngidam martabak kentang goreng, saat itu ia dan Nathan harus mencari tukang martabak dan Nathan membeli kentang goreng sebagai toppingnya.


Pernah juga satu hari istrinya itu minta dibuatkan spaghetti oleh papa Ferdi, mau tidak mau papa Ferdi yang sedang di luar negeri harus pulang demi menuruti keinginan putri bungsu dan juga calon cucu-cucunya itu.


"Tapi sekarang udah ga ngidam lagi kan?"


Aletta menggeleng, ia duduk sambil memeluk Alvaro, "maaf ya kak, karena aku hamil kamu ga jadi ambil kuliah di Jerman.."


"Kamu ngomong apa sih, kamu dan anak- anak adalah prioritas utama aku. Lagian aku bisa ambil kuliah nanti di Jakarta aja. Disini juga ga kalah kok sama di luar"


"Aww...."


"Kenapa sayang?"


Aletta meringis sambil memegang perutnya.


Alvaro berlutut memposisikan dirinya didepan perut Aletta yang duduk ditepi ranjang.


"Nak, pelan- pelan ya kasian Momma perutnya sakit kalo kalian tendangnya kenceng- kenceng... Kalian mau main ya,, sabar ya beberapa minggu lagi kita bertemu.. Daddy pasti temenin kalian main... Kalian baik- baik di dalem ya... Daddy juga ga sabar buat ketemu sama kalian. Daddy love you ..." Alvaro mengecup perut buncit Aletta berkali- kali hingga Aletta terkikik geli


"We love you too Daddy" balas Aletta dengan suara anak kecil


"And i love you more Momma"


"mee too" Aletta mencium bibir Alvaro selama beberapa saat, entah mengapa bibir suaminya itu begitu menggemaskan menurutnya.



alvarowilliam my sweetheart ❤️@rin_aletta


❤️ like by Rin_aletta and 987.986 Others

__ADS_1


rin_aletta my hubby 😘 @alvarowilliam


nathannavelino sehat selalu buat kalian ❤️❤️❤️


aleaaprilia ❤️❤️❤️


iam_anggaprawira semoga lancar sampe hari persalinan


andin_citra calon momma and Daddy 😘 sehat selalu buat kalian


coganindo calon hot daddy


doktergans doa terbaik untuk kalian🤗🤗


intan_prames gemes liatnya 🤭🤭


alvarocalonimamku hot daddy 🤩🤩


*****


Acara tujuh bulanan berjalan lancar, seperti biasa Ferdinan dan Albert mengundang rekan bisnis dan karyawan mereka untuk hadir menikmati kebahagiaan keluarganya.


"Alea... Kamu kapan mau nyusul Aletta?" Tanya Eyang saat mereka tengah duduk diruang keluarga setelah acara selesai


jangan di tanya dimana Aletta dan Alvaro, pasangan suami istri itu sudah berada di kamar karena Aletta kelelahan setelah menjalani beberapa ritual tujuh bulanan.


"Alea masih santai eyang, lagian anak Aletta juga dua nanti Eyang pasti kewalahan main sama cicit Eyang" jawab Alea


"Tapi kan beda Le,, anak Aletta pasti wajahnya mirip Varo sama Aletta nah mama juga pengen liat kamu sama Nathan versi mini pasti lucu juga" kata mama April


"Alea nanti aja ma, nanti kalo Alea hamil mama kewalahan juga lagi ngurus cucu kebanyakan"


Mama April mengalah tidak akan ada habisnya berdebat masalah anak dengan Alea.


Alea mengangguk, ia punya alasan mengapa masih menunda punya momongan walaupun beberapa kali Nathan mengutarakan keinginannya untuk segera punya anak.


Eyang dan mama April sudah kembali ke kamar, Alea menyusul Nathan yang tengah ngobrol dengan Angga dan teman- temannya. Andin sudah pamit pulang lebih dulu karena orangtuanya baru kembali dari luar negeri.


"Kalian bahas apa sih seru banget"


"Ini loh yank, Angga lagi minta saran mau ngelamar Andin"


"Oh ya, kapan?" Tanya Alea antusias


"Rencananya minggu depan Le, tapi belom kepikiran gimana"


"Di tempat kalian jadian aja gimana? Jadi kaya bikin video story relationship kalian dari awal kenal, jadian terus mau otewe nikah. Gimana?" Usul Alea


"Wah Alea ide lo cakep banget. Thanks ya Le"


Alea mengangguk," lo tenang aja kita pasti bantuin lo kok"


Alea dan Nathan masuk ke kamar saat semua teman- teman mereka pulang. Setelah membersihkan diri keduanya bersiap untuk tidur.


Nathan terbangun ditengah malam, ia teringat harus mengirim email pada kliennya. Dengan perlahan Nathan bangkit dari tempat tidur tidak ingin sampai Alea terbangun dari tidurnya.


Nathan masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya berharap setelah itu rasa ngantuknya hilang.


Saat mengambil handuk di lemari ia tidak sengaja menjatuhkan sebuah kotak ke lantai.


"Apaan nih?" Tanya Nathan sambil memperhatikan kotak obat yang berisi pil- pil berwarna putih dan kuning tapi Nathan tidak menemukan keterangan obat apa itu.


"Apa Alea sakit?" Gumam Nathan yang kini pikirannya tengah diselimuti kekhawatiran terhadap istrinya.

__ADS_1


Apa mungkin Alea sakit dan sengaja menyembunyikan penyakitnya? Tapi kenapa, apa alasannya, apakah itu penyakit parah sehingga Alea tidak ingin memberitahu Nathan takut Nathan khawatir jika tau Alea tengah sakit parah atau..


Nathan mencoba berfikir positif, selama ini istrinya tidak terlihat seperti seseorang yang tengah mengidap penyakit serius.. mungkin ini hanya vitamin, pikirnya


Nathan mengambil beberapa obat itu untuk mencari tahu obat apa yang sedang di konsumsi istrinya itu. Nathan keluar dari kamar mandi, ia ingin ke dapur membuat secangkir kopi untuk menemaninya begadang.


Saat di dapur ia dikejutkan dengan keberadaan Alvaro yang tengah menemani Aletta makan.


"Dasar bumil"


"Mau ga Nat.. masih banyak" Aletta menawari Nathan roti panggang dengan selai strawberry makanan favoritnya selama hamil buatan chef Alvaro


"Buat lo aja, ntar kalo gue minta lo kurang lagi " sahut Nathan


Aletta terkekeh, "tau aja lo"


Nathan hanya geleng- geleng kepala melihat adik iparnya itu.


"Abisin rotinya setelah itu susunya di minum.." kata Alvaro


"Siap Daddy"


"Ngapain Nat?" Tanya Alvaro


"Ada kerjaan Ro.. " jawab Nathan yang sedang membuat kopi, ia lalu teringat dengan obat yang dikomsumsi Alea


Apa tanya sama Varo aja ya, kali aja Varo tau, batin Nathan


"Kenapa Nat?" Tanya Alvaro yang heran karena sedari tadi diperhatikan oleh Nathan


"Ro, gue boleh tanya ga?"


"Tanya aja"


"Ehmm..." Nathan dengan ragu- ragu mengeluarkan botol kecil berisi obat dari kantong piyamanya


"Lo sakit Nat?" Tanya Aletta


"Bukan, gue cuma mau nanya Varo tau ga ini obat apa? Soalnya gue nemuin ini di kamar mandi, kayanya ini punya Alea deh. Gue takut kalo dia sakit dan nyembunyiin penyakitnya dari gue.."


Alvaro mengeluarkan isi botol itu untuk melihat obat apa yang Nathan maksud.


"Apa iya dia sakit parah terus ga mau bikin gue sedih jadinya dia nyembunyiin ini dari gue.. "


"Lo kebanyakan nonton sinetron Nat..." Sela Aletta, ia yakin Alea baik- baik saja karena tidak melihat kakaknya itu seperti orang yang punya tanda- tanda atau riwayat sakit parah seperti yang dikhawatirkan Nathan.


"Ya kan gue takut Al, gue udah positif thinking mungkin itu Vitamin. Tapi tetep aja gue penasaran gue takut Alea kenapa- kenapa tapi ga cerita sama gue."


"Iya sih..." Aletta mengangguk paham, mengerti kekhwatiran Nathan


"Lo tenang aja ini bukan obat bahaya kok.. ini cuma pil KB" kata Alvaro


"APA LO BILANG? PIL KB?"


*****


halo everibadeh,, i em kambek


maafkan Riy yang sibuk di dunia lain😅, lagi banyak kerjaan ditambah mood kurang bagus buat ngetik. dan aplikasinya juga ga bisa di buka lengkap syudah. (kenapa jadi curhat)


oh ya Riy mau ngasih tau, Riy ada update beberapa cerpen. buat yang suka cerita Riy lainnya boleh mampir ke bio dan liat karya lainnya. di tunggu😅


happy reading.. jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komenthar, see yoou

__ADS_1


__ADS_2