
Hai anak papy... Kamu sehat- sehat ya sayang..." Nathan mengecup perut datar Alea lalu beralih menatap istrinya, "Aku seneng banget sayang.. makasih ya.. kamu udah bikin mimpi aku jadi nyata..." Nathan mengecup tangan Alea
"Iya sayang.. sama- sama.. aku juga seneng banget..."
"Hmm aku janji bakal jagain kamu dan calon anak kita.. tapi..."
"Tapi apa?"
"Ngidamnya yang lain yank jangan Aletta masa anak kita kaya Aletta nantinya..." Ucapan Nathan membuat Alea tertawa
"Kamu nih, aku ga tau yank tapi yang aku rasain kaya gitu...pengen deket Aletta terus"
"Nak,, kamu mau apa aja papa turutin tapi jangan momma Al ya nak...yang lain aja.." Bisik Nathan diperut Alea
Alea hanya geleng- geleng kepala dibuatnya, "kamu nih yank... Yank..."
"Yaudah kamu istirahat gih, udah malem.. inget ibu hamil harus jaga kesehatan."
Alea mengangguk, Nathan yang hendak berbaring dibuat aneh dengan sikap Alea yang membawa bantal dan selimutnya keluar dari kamar, "yank mau kemana?"
Nathan mengikuti Alea keluar dari kamar mereka lalu berbelok ke kamar sebelah "Al.... Bukain pintunya Al..." Teriaknya
"Yank... Ish ngapain sih..?? Jangan gangguin orang tidur..." Bisik Nathan
Pintu kamar Aletta terbuka, muncul Alvaro yang mengintip dari balik pintu, "kenapa lagi Alea?"
"Aku pengen tidur sama Al . " jawab Alea
"Al yang mana?"pekik Nathan tidak terima kalau 'AL' yang dimaksud adalah Alvaro
"sama Aletta yank.."
Terdengar suara Aletta terkikik dari dalam, Alvaro mengumpat pelan sebelum membuka lebar- lebar pintu kamarnya hingga Alea bisa masuk.
"Sabar ya sayang..." Ucap Aletta sambil mencubit hidung Alvaro pelan
"Gagal lagi deh..." Gerutu Alvaro
"Haduh .. sorry ya Ro.. " Kata Nathan sambil menepuk bahu Alvaro pelan
"eh tapi kalo gue mau tidur sama Alvaro boleh?" tanya Alea yang siap naik ke tempat tidur
"astagfirullah yank, nyebut!!!??" pekik Nathan
Aletta yang tadinya tertawa langsung memasang wajah datar sambil menatap tajam Alea, "lo mau gelut dimana? gue ga peduli lo lagi hamil"
"heheh canda Al, suami gue ga kalah ganteng kok dari suami lo jadi mungkin gue belom bakal khilaf" ujar Alea
"mulut di filter woy" sahut Aletta
Alea hanya cengir dengan wajah tanpa dosa"buruan tidur Al gue ngantuk"
Aletta hanya mengangguk, "maaf ya kak, masih banyak waktu kok" bisik Aletta pada Alvaro
Alvaro hanya bisa pasrah, "okey, kamu istirahat jangan begadang apalagi ngegosip"
"iya . good night." ucap Aletta sambil mengecup pipi Alvaro
awas aja lo Alea, ancam Alvaro dalam hati
"yang sabar ya Ro.Gue paham gimana rasanya ... Kita ngegame aja deh dari pada lo suntuk..." Ajak Nathan
Alvaro mengangguk pasrah Lalu keduanya pun berlalu menuju ruang keluarga.
🍁🍁🍁🍁
8 bulan kemudian..
Hari barlalu.. kehamilan Alea sudah semakin besar. Membuat Alea sedikit banyak mengalami keluhan ibu- ibu hamil salah satunya cepat lelah kita banyak bergerak.
"Myyyy...." Sapa anak kecil yang baru pandai berceloteh tak lain si kembar Sean dan Abi yang sudah berusia satu tahun lebih yang sedang aktif-aktifnya berjalan
"Hai sayang... Duhh kesayangan Mommy..." sahut Alea sambil mencubit pelan kedua pipi chubby si kembar bergantian
"Le, gimana? Jadi kontrol ga?" Tanya Aletta
"Jadi Al, tapi Nathan belum pulang..."
" ma-em..." kata gadis itu sambil menunjukan makanan ditangannya
"Mommy mau boleh gak?" Goda Alea pada si cantik Sean
Gadis kecil itu menggeleng, "No..."
"Wahhh... Pelit nih sama Mommy..."
__ADS_1
Gadis mungil itu hanya tertawa memamerkan enam giginya yang baru tumbuh
"Abi makanannya di makan sayang " kata Aletta pada putranya
"Tak uka..." Celoteh Abi
"Haduuhh... Perut gue.... Akhh...."
"Le lo kenapa?" Tanya Aletta panik
"Perut gue sakit Al...." Kata Alea sambil memegangi perutnya
"Bentar- bentar, ma... Mama..." Aletta berteriak memanggil mama April
"Kenapa Al?" Jawab mama April
"Itu ma Alea sakit perut katanya..." Jawab Aletta
"Loh.. katanya masih 2 minggu lagi kenapa jadi maju.... coba kamu telpon mamy Alda Mama kok feelingnya ga enak ya.."
Aletta mengangguk, lalu menelpon ibu mertuanya.
"Ma.. perut Alea sakit banget ini..." Ucap Alea sambil meringis kesakitan
"Sabar ya nak, tunggu sebentar." Ucap mama April menenangkan Alea
"Ma,.kita bawa ke rumah sakit aja.. mamy udah stand by disana..."
Dengan sisa tenaga Alea dipapah oleh mama April dan Aletta masuk ke mobil.
"My....."
Alea hanya bisa meringis, saat melihat si kembar memanggilnya
"Lo tahan ya Le, gue ngebut nih..." Kata Aletta yang mengemudikan mobil
Alea mengangguk, ia ditemani mama April dan si kembar di bangku belakang.
Sambil menyetir Aletta mencoba menghubungi Nathan
"Al, gue lagi meeting. Telpon lagi nanti..."
"Alea Nat.."
"Yankk... Kamu lebih mentingin meeting kamu dari pada aku dan anak kita..." Teriak Alea kesal
"Hah? Kok bisa bukan harusnya dua minggu lagi?"
"Kita ga tau Alea bilang dia sakit perut. Kita bawa dia ke rumah sakit lo buruan ke nyusul ya.."
"Oke Al gue ke sana sekarang."
Setibanya dirumah sakit, Alea langsung ditangani oleh mamy Alda
"Masih bukaan 5..." Kata mamy Alda
"Masih setengahnya ini... Gimana mih?" Tanya Aletta
"Kita liat kondisi Alea jika memungkinkan persalinan normal kita tunggu bukaannya lengkap tapi kalo Alea ga kuat kita ambil tindakan operasi.." jelas mamy Alda
Mama April setia mendampingi Alea yang sedang berjuang merasakan kontraksi.
"Sus, dokter Alvaro udah selesai praktek belom?" Tanya Aletta pada salah seorang perawat yang lewat
"Belum bu..." Jawab perawat tersebut
"Makasih ya..." Aletta pamit kepada mama April untuk menemui Alvaro dan menitipkan si kembar di ruangan suaminya itu
"Permisi..."
"Yaa silahkan..." Ucap Alvaro tanpa menoleh
"Dydy.."
"Loh???" Alvaro kaget begitu melihat istri dan dua anaknya berada diruangannya
"Kamu kok disini?" Tanya Alvaro sambil mengambil alih Sean karena Aletta menggendong langsung kedua anak mereka
"Alea mau melahirkan.."
"Terus gimana kondisinya?"
"Masih bukaan 5... Aku titip si kembar ya.. aku mau balik lagi ke ruang bersalin cuma ada mama disana. Nathan masih dijalan.."
"Yaudah kamu tenang aja mereka aman sama aku..."
__ADS_1
"Makasih ya sayang..." Ucap Aletta sambil mengecup pipi si kembar dan Alvaro bergantian, "momma temenin mommy ya... Nanti balik lagi ke sini ya sayang..."
Aletta berlalu meninggalkan ruangan Alvaro dan ia berpapasan dengan Nathan yang tengah kebingungan.
"Nat,,, sini..." Kata Aletta sambil melambaikan tangannya lalu keduanya berlari menuju ruang bersalin
"Ma, Alea....."
"Untung kamu cepet dateng, Alea harus segera dioperasi cairan ketubannya sudah keruh, ga bisa nunggu bukaan lengkap, bayinya harus segara dilahirkan..." Jelas Mamy Alda
"Apapun itu tolong lakuin yang terbaik mih..." Pinta Nathan
"Yaudah, kamu ikut mamy ke ruang operasi dampingin istri kamu.. bisa kan?"
Nathan mengangguk, sebenernya ia takut sekali dengan darah dan Mamy Alda tau itu tapi demi istri dan calon buah hatinya. Ia harus kuat.
Nathan terus mendampingi Alea yang kini sudah dibius oleh dokter anestesi, mamy Alda dan timnya tengah bersiap melakukan jalan operasi.
Bibir Nathan terus merapalkan doa- doa yang ia bisa untuk memohon keselamatan dan kelancaran persalinan istrinya.
Satu jam berlalu, terdengar tangisan bayi disana. Sambil menitikan air mata Nathan melihat mamy Alda menyerahkan bayinya pada salah seorang perawat
"Selamat ya Nat, bayi kamu laki- laki sehat tanpa kurang satu apapun.." ucap mamy Alda
"Jagoan kita udah lahir sayang... Kamu hebat.. makasih ya sayang..." Ucap Nathan sambil mengecup kening Alea
Alea yang masih dalam pengaruh obat bius hanya bisa tersenyum sambil menitikan air matanya.
Setelah pulih Alea dipindahkan ke ruang rawat, disana sudah hadir orangtua, mertuanya, Aletta, Alvaro, si kembar , Angga dan Andin yang sedang hamil muda pun ikut hadir disana.
Alea dan Nathan menerima banyak ucapan selamat dan Doa karena kini mereka sudah menjadi orangtua
"Makasih ya semua untuk ucapan dan juga doa- doanya.. " kata Nathan
Mamy Alda didampingi seorang perawat masuk sambil mendorong ranjang bayi. Alea masih berbaring karena kondisinya yang belum pulih pasca operasi.
Nathan mengadzani putranya,.setelah itu memberikannya pada Alea
"hai sayang" lirih Alea sambil menyentuh pipi putranya. Baik Nathan maupun Alea keduanya sama- sama menitikan air mata, ini bukan mimpi malaikat kecil mereka telah lahir ke dunia ini.
"Assalamualaikum, Arkana Navelinno..." Bisik Nathan
"Nama yang bagus..." Puji Alea
"Sean ... Abi jangan lari-lari sayang" kata Aletta yang sedikit kewalahan mengejar kedua anaknya
"Ba-by"
Seisi ruangan dibuat gemas oleh tingkah lucu si kembar dan terkagum- kagum dengan ketampanan Arkana yang mirip dengan sang ayah
"Mukanya Nathan banget deeeh..." Ucap Aletta sambil menggendong Sean yang ingin melihat baby katanya
"Iyalah, gue bapaknya. Lo gimana sih..." Sahut Nathan
"Yaaa siapa tau mirip gue.. kan pas ngidam gue jadi idola bini lo.." Ledek Aletta
"Haduuh jangan sampe deeeeh..." Kata Nathan bergidik ngeri
Tingkah Nathan mengundang gelak tawa orang-orang yang ada disana dan membuat riuh suasana di dalam ruangan tempat Alea dirawat tapi anehnya si bayi mungil itu sama sekali tidak terusik dari tidurnya.
...----TAMAT----...
Akhirnya karya pertama selesai juga di Noveltoon.
Kalo banyak typo maaf ya ngetiknya dengan kecepatan maksimal karena takut lupa😂.
Jujur cerita ini punya bab terbanyak dalam satu judul yang pernah aku tulis. Di lapak lain cerita yang aku tulis paling banyak 40-50 bab bahkan biasanya cuma 30bab. (Kok promosi)
Memulai itu sulit tapi lebih sulit mengakhiri, hiks 😭 aku belum rela tapi ya gimana ya harus disudahi.
Seperti biasa slogan kita #eaaa
...🍃...
...Aku suka menulis, awal mula menulis karena pernah baca novel yang endingnya kurang aku suka dan itulah jadi titik awal aku mulai didunia perhaluan ini mulai menulis supaya bisa bikin cerita sesuai dengan yang aku mau....
...Jadi kalau dirasa ceritanya ga sesuai keinginan kalian. Yuk mari mulai menulis kakak....
......🍃......
Akhir kata terima kasih buat para pembaca yang udah ngikutin cerita ini dari awal, yang kasih semangat, yang nge-vote, nge-like, komen dan ngasih hadiah juga kalian para silent reader,. Kalian semua istimewa
Jangan lupa follow, supaya kita bisa berteman hehe sekalian mampir buka bio di cek barang kali ada cerita lain yang bisa kalian baca dan mungkin jadi salah satu favorit.
Sekian dari Riy
__ADS_1
Sampai jumpa di cerita berikutnya 😊 yang sudah ngantri mau di update
See you