
"Dad"
"Kenapa, hmm?" Tanya Alvaro pada Sean yang kini tengah duduk di pangkuannya dengan kepala bersandar di dada Alvaro. Posisi yang biasa di lakukan gadis kecilnya itu ketika sedang manja persis seperti ibunya.
"Sean pingin punya adik..." Cicitnya dengan suara pelan
"Hah?" Alvaro mengedipkan matanya berkali-kali, ia kaget mendengar ucapan putri kecilnya. Dengan gerakan pelan ia mencoba mengorek telinganya barang kali ia salah dengar barusan.
"Daddyy!!!!" Pekik Sean kesal karena tidak mendapat respon dari sang ayah
"Iya sayang" Alvaro menarik nafasnya perlahan ia harus memberi pengertian pada putrinya itu, "Sean sayang, dengerin Dad-" belum sempat Alvaro berbicara suara Aletta mengucap salam mengalihkan perhatian Sean.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Dengan cepat Sean bangkit menghampiri Aletta yang baru saja pulang bersama Alea, "Momma"
"Hai cantik, gimana gak bandel kan?" Tanya Aletta setelah melepas pelukan Sean
"Gak dong Mom.." Jawab Sean tersenyum lalu menyapa Alea, "hai mommy..."
"Hai cantik..." Balas Alea sambil memegang dagu Sean
"Abi mana?" Tanya Aletta yang tidak melihat putra sulungnya
"Main PS sama papy sama Kana"
"Mommy..." Teriak Arkana yang langsung berlari memeluk Alea
"Ughh jagoan Mommy... Happy tadi main di taman?" Tanya Alea pada Arkana
"Happy Mommy.." Jawab Arkana girang
"Mom... Sean boleh minta sesuatu gak ?"
"Sean mau minta apa emangnya? Mainan??" Tanya Aletta
Sean menggeleng, "Bukan mainan Mom "
"Terus apa dong?" Tanya Aletta penasaran, tidak biasanya putrinya begini.
"Tapi janji dulu harus di kabulin?" Kata Sean sambil mengangkat jari kelingkingnya
Aletta mengerutkan keningnya, perasaannya tidak enak kalo sudah janji kelingking begini pasti permintaannya aneh-aneh, "InsyaAllah kalo Momma bisa.. emang Sean mau apa?"
"Mau adik Mom..."
Aletta membulatkan matanya mendengar permintaan putrinya itu , ia berusaha terlihat tenang "kan Sean udah punya adik sayang, ada Kana sama Athar." Aletta mencoba memberi pengertian pada Sean
"Gak Mom, Sean maunya adik bayi... Masa semua temen sekolah Sean punya adik bayi Sean sendiri yang ga punya.. pokoknya Sean mau adik ..." Rengek Sean
Aletta memijit pelipisnya, bagaimana cara menjelaskan pada Sean jika dirinya tidak mungkin bisa hamil lagi karena kecelakaan lima tahun yang lalu membuat rahimnya terpaksa diangkat demi keselamatannya.
__ADS_1
Alvaro yang baru muncul langsung menggendong putri kecilnya, " Sean sayang, dengerin Daddy ya.. punya adik bayi itu ga mudah sayang ada prosesnya dan harus diminta dulu..."
"Minta ke siapa Dad?" Tanya Sean polos
"Mintanya sama Allah sayang.. jadi kalo Sean mau adik Sean harus berdoa sama Allah, minta sama Allah supaya dikasih adik bayi buat Sean.." Jelas Alvaro
"Harus kaya gitu dad?" Alvaro mengangguk mengiyakan
"Ohh kaya gitu... yaudah deh kalo gitu Sean mau berdoa dulu sama Allah.." kata Sean yang langsung turun dari gendongan Alvaro dan pergi menuju kamarnya
Aletta menatap Alvaro, terlihat jelas wajah sedih istrinya itu, "kita harus gimana?" Lirihnya
"Sabar ya sayang, kita jelasin pelan-pelan sama Sean nanti..." Kata Alvaro sambil memeluk Aletta
"Mom?"
Aletta melepaskan pelukan Alvaro beralih menatap Abi yang kini sedang menatapnya, "iya sayang"
"Mom, Abi ga mau punya adik lagi." Cicit Abi
Aletta tersenyum mendengar ucapan Abi, ya Tuhan! Ada apa dengan kedua anaknya yang satu pengen punya adik yang satu tidak. Tapi Aletta paham kenapa Abi tidak mau punya adik lagi. Sean saja sudah cukup membuat anak lelakinya itu pusing.
"Enggak sayang, adik Abi kan udah banyak ada Sean, Kana, sama Athar"
Abi mengangguk, "iya Mom, jangan tambah lagi.
"Iya sayang"
"I love you too Abi"
Alvaro mengusap rambut Abi pelan, "abang main lagi gih, Daddy mau ngomong sama Momma"
"Okay Dad..." Ucap Abi yang langsung pergi menyusul kembarannya.
"Mommy..."
"Iya sayang..." Jawab Alea
"Kana juga mau adik my..." Kata Arkana dengan wajah polosnya
"Hah?" Alea kaget mendengar permintaan putranya, ia kira ia tidak akan mengalami hal seperti yang Aletta alami, ternyata ia salah.
"My,, ayo My cariin adek bayi buat Kana..." Rengek Arkana
"Cari dimana sayang?" Tanya Alea gemas
"Diperut mommy lah.. kata ka Sean dede bayi itu adanya diperut Mommy.." jawab Arkana polos
"Astaga Alvaro.. anak lo..." Celetuk Nathan yang baru saja muncul entah dari mana.
Kali ini Alvaro hanya mentertawakan Nathan tanpa suara.
__ADS_1
"Kana, sayang.. sini deh papy jelasin ke Kana dulu..." Kata Nathan sambil mengambil alih Arkana dari gendongan Alea
"Emang Kana udah siap jadi kakak?" Tanya Nathan
"Mmm,,,, takut sih Py,, kata temen Kana kalo punya adek nanti ga di cayang sama mommy sama papy lagi..." Jawab Arkana polos
Dengan gemas Nathan mencubit pipi putranya, "kalo belum siap lebih baik jangan minta adik dulu ya sayang..."
"Mmm tapi Kana tetep mau punya adik.. kalo kaka Sean punya adik Kana juga halus punya adik.."
Nathan tersenyum samar, "diusahain ya sayang.. yang penting Kana banyak berdoa minta sama Allah supaya di kasih adik..."
"Yeeey Kana punya adik,... Janji ya papy Kana bakal punya adik..." Kana mengangkat jari kelingkingnya yang langsung di tautkan ke kelingking Nathan
Nathan mengangguk pelan sambil mengacak- acak rambut putranya, "insyaAllah sayang..."
"Yeeeeee!!! Makasih papy" Arkana bersorak senang ia akan memiliki adik ia pun mengecup kedua pipi Nathan bergantian.
"Yaudah, Kana main dulu sama kakak sama Abang ya. Papy mau ngomong sama mommy"
"Bilangin ke Mommy buat punya adik ya py?" Tanya Arkana dengan polosnya
"Iya sayang"
"Yeee! Oke deh papy Kana main dulu" bocah empat tahun itu langsung berlari menyusul kedua kakaknya.
Sepeninggalan Arkana, Alea berteriak pelan agar tidak didengar anak- anak, "ini para bocah kenapa jadi pada minta adik sih???"
"Tuh yank, apa ku bilang semalem Kana kesepian..." Kata Nathan
Alea sontak menatap tajam suaminya, "kamu nih bukannya nyari solusi malah mikir mesum.."
"Itu bukan mesum sayang tapi bagian dari usaha.. iya kan Ro?" Tanya Nathan lebih tepatnya meminta dukungan sebagai sesama pria
"Gue ga ikutan Nat"
" akh elu Ro, .... Yank mau kemana?" tanya Nathan saat melihat Alea pergi
"Nyari anak" jawab Alea sekenanya
"Ikut yank!!!!!" Nathan berlari mengejar istrinya menyisakan Aletta dan Alvaro yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan bapak satu anak itu.
...-The End-...
Holla!!!! Kali ini benar-benar tamat ya guyss😀
Jangan lewatkan spin of jodoh di kejar dateline bisa di cek di lapak Mimin. Hehe
See you🤗🤗🤗
__ADS_1
Be my wife ini kisahnya Abidzar sama Maira. yuk buruan di kepoin 😉