Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
29


__ADS_3

Alvaro mengajak Aletta berjalan ke dermaga setelah menyuruh gadis itu mengganti pakaiannya yang basah.


hanya ada mereka berdua disana, sesekali Aletta menunjuk kapal nelayan yang lewat hingga beberapa anak kecil yang berenang disana.


"Kuliah kamu gimana Al?" Tanya Alvaro


"Minggu depan kalo ga ada halangan insyaAllah sidang skripsi" jawab Aletta


"Semoga lancar " ucap Alvaro


"Aamiin"


Aletta merapatkan jaket karena gugup. Berduaan dengan Alvaro bawaannya bikin jantung deg deg serrrr


"Al..."


"Ya"


"nanti malem aku berangkat ke Surabaya" kata Alvaro


mendengar Alvaro yang akan pergi keluar kota membuat suasana hati Aletta berubah sedih. rasanya tidak rela jika harus berjauhan. padahal baru aja ketemu udah pergi lagi. haaaah


namun Aletta mencoba untuk bersikap seperti biasanya, "ke Surabaya? Dalam rangka? berapa lama dok?" Cecarnya


Alvaro tertawa sesaat. Tawa yang mampu membuat Aletta membeku menatapnya


"Baru pertama kali liat dokter ketawa... Dokter jadi tambah ganteng" cicitnya pelan


"Kamu ngomong apa Al?" Tanya Alvaro


"Enggak ada,"


Mana mungkin Aletta mengatakan jika ia terpesona melihat Alvaro yang tertawa. Belum siap mental dirinya


"Ada pelatihan disana, hmm paling cepet 3 hari paling lama satu minggu." Jawab Alvaro


"hmm, semoga kegiatannya lancar" ujar Aletta yang tidak tahu harus mengatakan apa sebenarnya ingin bilang 'cepet pulang kalo udah selesai" gitu tapi dirinya malu.


"Al..."


"Iya"


"Saya mau ngomong sesuatu sama kamu..."


Glek


Aletta mengigit bibir bawahnya, rasanya gugup.


Mau ngomong apa sih dokter Varo, jangan bikin dugun- duguh deh, tau ga rasanya tuh kaya lagi nunggu hasil pengumuman kelulusan tapi lebih menegangkan dari itu, batin Aletta


"Saya suka sama kamu Aletta"


Mata Aletta membulat, mulutnya menganga, rasanya dunia seperti berhenti detik itu juga.


Aletta masih menatap Alvaro lidahnya kelu, ia ingin mengatakan 'kamu serius Var?' tapi suaranya seakan tercekat


Aletta ngomong woiii... Jangan diem kaya orang bego begini.. batin Aletta


"Kamu pasti kaget, saya..."


"Aletta"


Kedua orang itu menoleh, Aletta mengerutkan keningnya, "kak Bobby?"


Alvaro menatap Aletta dan laki- laki yang memanggil nama gadis itu tadi bergantian. Menduga-duga ada hubungan apa diantara keduanya.

__ADS_1


"Hai Al..." Sapa Bobby pada Aletta lalu tersenyum samar sambil mengangguk sopan pada Alvaro


"Hai kak" sahut Aletta canggung, "kakak kok ada disini?" Tanya Aletta


"Tadi aku liat story Andin di IG, ternyata kalian lagi disini jadi aku samperin deh " jelas Bobby


"Nyamperin ke sini?" tanya Aletta tak percaya


"Aku lagi liburan disini juga sama temen, jadi sekalian aja nyamperin kamu. Ada yang mau aku omongin sama kamu Al." kata Bobby


Perasaan Aletta tidak enak, firasatnya mengatakan mantan ketua BEM di kampusnya itu akan mengatakan hal yang saat ini tidak ingin didengar oleh Aletta.


"Aku suka sama kamu Al"


Duar!!!


Dua peluru pernyataan cinta telah menembus telinga Aletta dalam kurun waktu kurang dari sepuluh menit. hebat kan


Alvaro terkejut mendengarnya namun ia langsung mengendalikan perasaannya memasang kembali wajah datarnya. Matanya masih terus memperhatikan reaksi Aletta.


"Kak, aku..."


"Aku ga minta kamu jawab sekarang Al, nanti aja kalo kamu udah siap..." Sela Bobby , "aku pamit ya Al, besok kita ketemu d kampus" kata Bobby yang langsung pergi meningggalkan Aletta yang langsung jatuh terduduk diatas dermaga.


"Al kamu gak papa?" Tanya Alvaro


Aletta menggeleng, "aku mau pulang ..." Ucapnya


Alvaro mengangguk, ia mambantu Aletta berdiri, "kita langsung pulang"


Aletta mengangguk lemah, ia bahkan tidak pamit pada Alea dan yang lainnya. Itu bisa diurus nanti pikirnya. Sekarang suasana hatinya sedang kacau


Alvaro mengantar Aletta pulang, sepanjang perjalanan gadis itu hanya diam sambil menatap keluar jendela. Tidak ada Aletta yang ceria seperti tadi pagi.


Alvaro hanya bisa menduga kalau Aletta sedang dilema. Lalu apa hubungan Aletta dengan lelaki tadi. Apa mungkin cinta lama belum kelar?


"Gila lo balik ga bilang- bilang" omel Alea yang langsung menerobos masuk ke kamar Aletta di ikuti Andin yang ikut penasaran pasalnya tadi Alvaro mengabari mereka langsung pulang.


"Lo di ajak Varo kemana? Dia nembak lo?" Tanya Andin antusias pasalnya ia senang akhirnya kedua sahabatnya sudah tidak jomblo lagi


Alis Alea terangkat, merasa aneh dengan sikap Aletta yang hanya diam sedari tadi.


Aletta kalo diem begini biasanya cuma dua sebab pertama dia sedih dan yang kedua lagi kesel, ni anak kenapa? Pikir Alea


"Le.. lo kenapa?" Tanya Alea khawatir


Aletta hanya menggeleng.


"Lo sedih?" Tanya Alea lagi


Aletta kembali menggeleng


"Ck! Le kesel kenapa?" Tanya Alea langsung. Kalo Aletta ditanya sedih menggeleng itu artinya gadis itu tengah kesal.


Aletta menghembuskan nafasnya lalu menceritakan kejadian di dermaga tadi tanpa dikurangi sedikitpun.


"What!!?? Bobby ketua BEM?" Pekik Andin yang diangguki Aletta


"Bobby kakak kelas kita pas SMA dulu yang pernah deket sama lo terus dia ghosting?" Tanya Andin lagi


Aletta mendelik kesal, kenapa harus bahas masa lalu sih.


"Bukannya dia pacaran sama kak Gita ya yang model itu loh" kata Andin


"Kalo dia sampe bilang begitu berarti udah putus sama kak Gita, Ndin" sahut Alea

__ADS_1


"Terus lo jawab apa?" Tanya Andin heboh


"Dia bilang jangan di jawab dulu." Jawab Aletta


"Terus Varo?" Giliran Alea yang kepo


Aletta menggeleng, "dia bahkan belom selesai ngomong... Argh gue kesel mana si Bobby bilang sampe ketemu besok di kampus" Aletta membenamkan wajahnya di bantal


Alea menepuk keningnya pelan, "samperin Varo gih.."


Aletta mengangkat kepalanya lalu menggeleng, "dia pasti udah berangkat ke Surabaya"


"Ck! Kalo gitu lo harus secepatnya ngasih jawaban ke si Bobby Al, gue takutnya Varo salah paham nanti" ujar Andin


Aletta mengangguk, "gue harus ngomong besok.."


"Permisi non.." kata mbok Sum dari balik pintu yang kebetulan tidak ditutup


"Iya mbok, ada apa?" Tanya Alea


"Ini non ada kiriman bunga buat non Aletta" mbok Sum masuk di ikuti seorang pelayan yang masih muda membawa satu buket bunga mawar besar ditangannya



Andin mengambil kartu ucapan yang terselip dibukanya kartu itu " aku ingin mencintaimu dengan sederhana, tanpa harus memikirkan rumitnya rumus fisika dan sulitnya perhitungan ekonomi. Love Bobby"


Aletta membulatkan matanya, "astaga" sedetik kemudian ponselnya berdering


"Siapa?" Tanya Alea


"Nomor ga di kenal" jawab Aletta


"Pasti Bobby" kata Andin


Mendengar nama itu Aletta urung untuk mengangkatnya, "gue kudu gimana?????"


"Sini gue yang angkat" Alea mengambil ponsel Aletta lalu menyambut panggilan tersebut


"Halo"


"......."


"Maaf ini siapa ya?"


"......"


"Oh kak Bobby, maaf kak ini Alea."


"......"


"Aletta lagi mandi kak. Ada yang mau disampein?


"......"


"Udah kak udah diterima, makasih banyak"


"........"


"Oh iya kak.. nanti Alea sampein.'


"......."


"Sama- sama" Alea menghembuskan nafasnya setelah panggilan berakhir


"Apa katanya?" Tanya Andin tidak sabaran

__ADS_1


"Nanya Aletta dimana, bunganya udah diterima apa belom sama besok ketemu di kampus"


Aletta membenamkan wajahnya di kasur, fix hari- hari berikutnya di kampus akan terasa lebih berat dari hari biasanya.


__ADS_2