Kecanduan Ibu Tiri

Kecanduan Ibu Tiri
Curhat


__ADS_3

"Hai bro, whatsapp??!" Sapa Aldy begitu menyadari kehadiran Nio di bar.


"Dimana Rio??"


"Oh tenang, dia sedang ke toilet."


Nio pun langsung terduduk dengan membawa wajahnya yang lusuh dan terlihat sedikit tidak bersemangat.


"Hei, hei, ada apa kawan? Ada apa dengan wajah tampanmu itu ha? Kenapa kali ini terlihat sangat lusuh??" Tanya Aldy sembari merangkul Nio.


"Dimana minumannya? Kenapa kalian belum memesan apapun?"


"Haaish, tenanglah, aku baru saja memesannya, mungkin sebentar lagi akan datang."


Selang beberapa detik saja setelah itu, seorang waiters pun datang ke meja mereka dengan sudah membawa sebotol minuman berjenis whisky.


"Nah ini dia." Celetuk Aldy yang nampak bersemangat saat menyambut kedatangan sebotol minuman berharga jutaan rupiah itu.


"Hei Bro, sudah datang?" Sapa Rio yang baru keluar dari toilet.


"Rio, kelihatannya sahabat kita ini sedang mengalami kesulitan dalam hidupnya, lihatlah bagaimana wajah tampannya jadi nampak lusuh hahaha." Ungkap Aldy pada Rio.


"Haaaissh benarkah?? selain tampan dan juga kaya raya, apa masih ada hal yang bisa jadi masalah dalam hidupmu?" Tanya Rio sembari tersenyum dan langsung duduk di sisi kanan Nio.


Mendengar hal itu membuat Nio seketika mendengus pelan dan tersenyum lirih.


"Masalah hati sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ketampanan dan kekayaan." Jawabnya pelan yang kemudian langsung meraih botol minuman itu dan langsung menuangkannya ke dalam gelasnya.


"Owhh, ternyata masalah hati. Tapi bagaimana bisa ada seorang wanita yang sanggup membuat seorang Antonio jadi merana seperti ini?" Tanya Aldy.


"Haaisssh, kenapa kalian selalu banyak tanya?! Tidak bisakah kita minum saja dulu dan menikmati waktu yang singkat ini?" Keluh Nio.


"Hehehe iya iya maaf kawan." Aldy pun terkekeh dan bergegas mengangkat gelasnya.


"Cheersss, mari bersulang untuk sahabat kita Antonio Robert yang sekarang sedang memiliki masalah hati, semoga masalahnya cepat selesai." Ucap Aldy kemudian.


"Cheerrsss." Sahut Rio yang ikut mengangkat gelasnya.


"Cheers!" Ucap Nio pelan sembari tersenyum tipis dan kemudian langsung meminum minuman satu gelas pertamanya hingga kandas.


Satu setengah jam berlalu, botol minuman pertama sudah berhasil mereka habiskan sembari terus bercerita ngaur ngidul hingga sesekali tertawa lepas. Kini lanjut botol kedua dan tanpa jeda mereka langsung meminumnya.


Wajah Nio nampak mulai memerah karena mulai mabuk, di antara mereka bertiga, Nio lah yang malam itu nampak paling bersemangat menenggak minumannya, sangat jauh berbeda dari Nio yang biasanya hanya minum sekedarnya saat mereka sedang minum bersama.


"Bro, sebenarnya apa yang terjadi? Gadis yang berani membuatnya jadi sekacau ini?" Tanya Aldy lagi yang nampak prihatin melihat kondisi Nio yang benar-benar terlihat trustasi.


"Aku baru saja di campakkan, oleh seseorang yang sangat aku cintai." Ungkap Nio sembari memandang sendu gelas minumannya yang saat itu tengah ia pegang.


"Apa maksudmu, kekasih rahasiamu itu meminta putus darimu?" Tanya Rio seolah ingin memastikan.

__ADS_1


"Hmm." Nio pun mengangguk pelan.


"Kalian tau, selama ini aku selalu berusaha mati-matian agar hubungan rumit kami tetap berjalan dengan baik, tapi apa yang ku dapat, dia justru menyerah dengan keadaan dan membuangku begitu saja."


"Apa maksudmu dengan hubungan yang rumit."


Nio pun lagi-lagi mendengus pelan.


"Mungkin jika ku katakan, kalian akan sangat terkejut, atau bahkan akan mulai memiliki pemikiran yang berbeda tentangku setelahnya."


"Haaish jangan bicara begitu bro, kita bersahabat sudah lama, kita ini bukanlah wanita yang mudah ilfeel dengan sahabat sendiri, yakan Yo??" Ucap Aldy yang melirik ke arah Rio.


"Benar Bro, ceritakan saja pada kami, mungkin saja itu bisa membuatmu sedikit merasa lega."


"Hmm baiklah, jika kalian memaksa." Jawab Nio dengan matanya yang mulai nampak sayu.


Kedua sahabatnya itu pun terdiam dengan tatapan begitu serius seolah menantikan cerita Nio.


"Kalian tau Rena? Ibu tiriku yang selalu kalian bilang cantik dan seksi itu??"


"Ya tentu saja kami tau, lalu apa hubungannya dengan ibu tirimu? Apa karena ibu tirimu memarahi kekasihmu saat berkunjung ke rumahmu?? Apa karena hal itu dia meminta putus??" Tanya Rio yang nampak semakin penasaran.


"Haaissh, jika benar karena itu, berarti mental pacarmu hanya setipis tisu, bagaimana bisa mentalnya langsung down hanya karena ibu tirimu bersikap galak padanya!? Eh tapi,,, apa tante cantik itu benar-benar segalak itu???" Timpa Aldy menyahuti.


"Haaisssh, lagi-lagi kalian terlalu banyak tanya bahkan sebelum aku melanjutkan ucapanku!" Ketus Nio mengeluh.


"Ah hehehe iya maaf, habisnya kami benar-benar penasaran."


"Lalu??!" Tanya Aldy lagi.


"Rena, dialah wanita yang selama ini aku cinta!" Ungkap Nio secara gamblang.


Mendengar hal itu, sontak membuat kedua mata sahabatnya itu jadi terbelalak,


"Hah??!!!" Aldy dan Rio nampak terkejut secara serentak.


Hal itu sontak membuat Nio tertawa lirih.


"Ya, dengan kata lain, aku mencintai ibu tiriku sendiri, dan menjalin hubungan terlarang dengannya beberapa waktu belakangan ini."


"Apa???!!!" Lagi-lagi Aldy semakin tak menyangka.


"Ka,,, kau sudah gila Nio! Kau benar-benar sudah gila!!" Rio pun menggeleng-gelengkan kepalanya seolah masih sangat tidak menyangka.


"Ya, aku akui aku memang gila, aku gila karena wanita itu, aku mencintainya seperti orang gila yang sudah kehilangan akal sehat." Ungkap Nio lagi.


"Ta,, tapi bagaimana bisa?"


"Tentu saja bisa, dia cantik, dia lembut, dia perhatian dan sangat peduli padaku, terlebih ya seperti yang kalian selalu bilang, memiliki tubuh yang indah, hal itu cukup membuatku jatuh hati bahkan saat pertama kali melihatnya."

__ADS_1


"Ja,, jadi, kau mengkhianati papamu sendiri, dengan cara menjadi selingkuhan ibu tirimu??"


"Hubungan kami memang terlarang, tapi saat itu benar-benar membuatku bahagia."


"Haaissh, awalnya aku merasa biasa saja meski sudah meminum dua botol whisky, tapi entah kenapa sekarang aku mendadak jadi merasa pusing saat mendengar ceritamu yang mengerikan ini." Ungkap Aldy yang langsung menunduk sembari memegangi kepalanya.


"Nio, sekarang tolong katakan dengan jujur, apa kau dan ibu tirimu sudah sampai ke tahap yang lebih jauh?? Maksudku, kalian pernah berhubungan ranjang??" Tanya Rio dengan sedikit ragu.


Nio pun mengangguk pelan sembari mulai menunduk lesu.


"Astagaa benarkah?? Wah kau benar-benar beruntung!" Celetuk Aldy secara spontan.


Hal itu pun sontak membuat Nio maupun Rio seketika menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.


"Eh hehehe mak,, maksudku, kau benar-benar durhaka." Ucap Aldy yang jadi cengengesan,


"Nio, ini benar-benar hal paling gila yang pernah ku dengar darimu, kau harus mengakhirinya Nio, karena cepat atau lambat pasti akan ketahuan juga." Ungkap Rio yang nampak lebih serius menanggapa cerita Nio.


"Bukankah sebelumnya sudah kukatakan, dia sudah mencampakkan aku, itu berarti hubungan kami memang sudah berakhir."


"Huh syukurlah." Celetuk Aldy.


"Apa kau sedang mensyukuri penderitaanku??"


"Ah ti,, tidak bro, maksudku syukur lah hubungan terlarang kalian sudah berakhir sebelum ketahuan,"


"Tapi hal itu membuatku benar-benar frustasi saat ini, aku merasa tidak akan bisa lagi mencintai wanita lain seperti aku mencintai Rena."


"Percayalah Nio, rasa sakit hatimu hanya akan berlangsung beberapa waktu saja, kamu hanya perlu mencari pengalihan agar tidak terlalu kepikiran dan bisa melupakannya." Jawab Rio.


Lagi-lagi, Nio pun kembali mendengus dan memiringkan senyuman.


"Lupa katamu??!! Bagaimana bisa aku lupa sedangkan kami tinggal satu rumah!!"


"Haissh, iya benar juga." Aldy pun mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Bagaimana kalau kamu mencari pacar baru? Di kampus kita tidak kekurangan wanita cantik, bahkan ada Sonia yang bahkan tergila-gila padamu sejak lama."


"Ya, aku memang sudah menyetujui permintaan papaku, dia ingin menjodohkan aku dengan Sonia setelah aku lulus,"


"Hah??!! Benarkah?"


"Hmmm" Nio hanya mengangguk pelan,


"Lalu bagaimana respon ibu tirimu saat mengetahui hal itu?? Apa dia tidak bersedih?"


"Responnya?? Responnya benar-benar biasa saja, sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun. Hal itulah yang membuatku semakin merana saat ini, namun juga semakin yakin jika hubungan kami memang tidak bisa di lanjutkan lagi,"


"Aku setuju jika kamu mulai mencoba untuk membuka hati pada Sonia, meskipun dia cukup liar, namun kamu bisa saja merubahnya menjadi wanita yang lebih baik." Saran Aldy.

__ADS_1


"Yaa, itu juga yang sedang ku pikirkan. Aku sudah tidak peduli pada siapapun aku akan di jodohkan saat ini, aku benar-benar lelaki yang sudah putus asa sekarang," Nio pun kembali tersandar lesu sembari mulai memijiti pelipisnya yang terasa mulai berdenyut.


...Bersambung......


__ADS_2