Kecanduan Ibu Tiri

Kecanduan Ibu Tiri
Surprise part ll


__ADS_3

Di sisi lain di kamar Rena...


Rena yang tengah tertidur sontak dibuat tersentak dari tidurnya saat mendengar suara terompet dari luar kamarnya. Bukan hanya itu, sayup-sayup ia seperti mendengar suara sorakan dan serta tawaan yang cukup ramai.


Dengan mata yang masih terlihat begitu sayu, Rena pun perlahan mulai terduduk di ranjangnya, sembari melirik ke sebelahnya yang saat itu terlihat kosong, tidak ada Nio disana.


"Dimana Nio? Apa dia tidak kembali kesini?" Tanya Rena seorang diri dengan tatapan sayu.


Rena pun melirik ke arah jam dinding yang tergantung tepat di tembok kamar yang ada di hadapannya, saat itu jam sudah menunjukkan pukul 00.15 dini hari.


Dan lagi-lagi Rena sayup-sayup mendengar suara sorakan dari orang ramai dan terompet.


"Kenapa dari luar kamar, aku seperti mendengar suara terompet dan sorakan di tengah malam seperti ini? Bukankah tahun baru masih satu bulan lagi?" Gumam Rena dalam hati sembari mengernyitkan dahinya.


Tak ingin lebih lama lagi dikuasai oleh rasa penasaran, Rena pun perlahan mulai beranjak dari atas tempat tidurnya. Dengan sedikit ragu ia mulai memegang handle pintu kamar, lalu dengan gerakan sangat pelan, ia pun menekan handle pintu dan membuka sedikit pintu kamar untuk mengintip keluar.


Kedua mata sayu Rena seketika membulat sempurna saat mendapati ada banyak orang yang saat itu berada di depan pintu kamar Nio dengan masing-masing orang memakai topi ulang tahun di atas kepala mereka.


Rena pun seketika kembali menutup pintu kamar dengan perasaan yang jadi sangat tidak menentu.


"Ya ampun!! Ja,, jadi, Nio sedang berulang tahun sekarang???" Tanyanya yang nampak begitu terkejut karena sebelumnya ia tidak mengetahui tanggal lahir Nio.


"Astaga!! orang macam apa aku ini?? Kenapa aku sama sekali tidak tau kalau dia berulang tahun hari ini? Dan Nio pun bahkan tidak ada memberitahukan hal ini padaku atau memberi kode." Gumam Rena lagi yang semakin dibuat merasa bersalah karena melewatkan moment special bagi Nio.


Merasa belum puas, Rena pun kembali mengintip dari balik pintu kamarnya, saat itu Nio nampak sedang tersenyum begitu hangat pada teman-temannya sembari memeluk singkat satu persatu teman-temannya itu. Membuat rasa bersalah pada diri Rena kian membesar, karena ia tidak bisa berada di sisi Nio saat moment ulang tahunnya itu.


"Andai kita benar-benar menjadi pasangan kekasih yang normal seperti pada umumnya, mungkin saat ini aku bisa berada di sisimu, menyaksikanmu meniup lilin dan menjadi orang pertama yang akan memelukmu dan mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi sayangnya, hubungan yang sedang kita jalani, nyatanya tidak semudah itu." Gumam Rena sembari menatap lirih ke arah Nio yang kala itu justru terlihat senang.


"Ah kenapa kalian terus berdiri di depan pintu kamarku?? Kalau begitu ayo kita turun dan duduk di teras samping rumahku saja." Ajak Nio sembari merangkul Aldy dan Rio.


Rena yang bisa mendengar dan melihat hal itu, sontak dengan cepat kembali menutup pintunya dengan gerakan sangat pelan agar suara pintu itu tidak terdengar oleh mereka.


Rena terus berdiri terdiam di balik pintu kamarnya, membiarkan Nio bersama teman-temannya melintasi kamarnya begitu saja tanpa berniat untuk memberitahunya jika saat itu ia terbangun.


Nio yang kala itu tepat melintasi kamar Rena, sontak melambatkan langkahnya dengan tatapan yang berbeda saat menatap pintu kamarnya yang kala itu tengah tertutup rapat. Saat itu ingin rasanya ia kembali masuk ke kamar Rena untuk memastikan Rena masih tertidur atau tidak, tapi tentu hal itu tidak mungkin ia lakukan, mengingat jika saat itu ada banyak teman yang berada di dekatnya.


Alhasil, Nio pun hanya bisa melanjutkan langkahnya begitu saja, mulai menapaki anak tangga bersama teman-temannya untuk menuju teras samping rumahnya.

__ADS_1


"Mas-mas dan mbak-mbak semuanya, minuman dan cemilan sudah bibi siapkan." Ucap bi Inah yang kala itu sudah berdiri tak jauh dari tangga.


"Astaga, kalian benar-benar kejam karena sudah membuat bi Inah terbangun tengah malam begini dan harus menyiapkan minuman." Celetuk Nio yang kembali tersenyum tipis sembari mulai menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hehehe maafkan kami bi Inah." Ungkap Aldy sembari cengengesan.


"Tidak apa-apa mas." Bi Inah pun tersenyum.


"Oh ya mas Nio, selamat ulang tahun ya mas, maaf ya mas, lagi-lagi bibi lupa kalau hari ini mas Nio ulang tahun." Ungkap bi Inah yang terlihat begitu tulus.


"Ah tidak apa-apa bi, jangankan bibi, aku sendiri saja juga lupa kalau hari ini adalah tanggal lahirku." Jawab Nio santai yang ikut tersenyum hangat.


Nio dan teman-temannya pun terus melangkah melintasi area dapur untuk menuju ke pintu samping rumah.


"Apa mas Nio dan teman-teman akan duduk di teras samping rumah?" Tanya bi Inah.


"Iya bi."


"Hmm ya sudah, kalau begitu bibi akan mengantarkan minuman dan cemilannya kesana."


"Iya bi, biar teman-teman wanitaku membantu bibi ya." Ucap Nio yang kemudian melirik ke arah Ria dan yang lainnya.


"Ah iya bi, biar kami bantu." Ucap Ria tersenyum .


Bi Inah pun mengangguk dan langsung kembali menuju dapur dan langsung diikuti oleh Ria dan seorang temannya.


Setibanya di teras belakang rumah, Nio mulai memotong kue yang dibawakan oleh teman-temannya dan langsung membagikan kue itu pada mereka semua.


Tak lama bi Inah dan Ria datang untuk mulai menghidangkan minuman serta cemilan seadanya yang di masak sendiri oleh bi Inah.


"Kalau begitu bibi izin untuk kembali masuk ke kamar ya mas."


"Iya bi, terima kasih banyak." Jawab Nio.


"Maaf sekali lagi sudah merepotkan ya bi." Celetuk Aldy lagi.


"Iya mas, tidak apa-apa."

__ADS_1


"Melihat jumlah kita yang sebanyak ini, tentu ini saja tidak akan cukup bukan?" Tanya Nio saat memandangi cemilan seadanya yang dibuatkan oleh bi Inah.


"Hmm sepertinya begitu hehehe." Jawab Rio sembari terkekeh pelan.


"Apa kalian merasa lapar malam-malam begini?" Tanya Nio pada teman-temannya.


"Sejujurnya, iya hahaha." Jawab Aldy yang terlihat kompak dengan beberapa teman yang lainnya.


Tanpa banyak basa basi, Nio pun langsung meminjam ponsel Aldy untuk memesan makanan secara online, karena ponselnya tertinggal di kamar.


"Tolong pinjam ponselmu!" Ucap Nio sembari menjulurkan tangannya ke arah Aldy.


"Untuk apa Bro?"


"Sudah, pinjami saja! Ponselku tertinggal di kamar dan aku cukup malas untuk kembali naik ke atas."


"Hmm ini." Tanpa bertanya apapun lagi, Aldy pun langsung memberikan ponselnya pada Nio.


Nio pun langsung membuka salah satu aplikasi yang bisa memesan makanan secara online, melihat hal itu akhirnya Aldy pun seketika tersenyum lebar.


"Wahhh begini baru benar!" Celetuknya dengan wajah berbinar saat melihat Nio memesan banyak jenis makanan.


"Apa dia memesan makanan?" Tanya Rio memastikan.


"Iya, dia bahkan memesan banyak jenis makanan untuk kita." Jawab Aldy terlihat semakin bersemangat,


"Tapi Nio,,, sepertinya tidak akan lengkap jika kita hanya meminum orange jus seperti ini saat moment ulang tahun." Sindir Aldy sembari merangkul Nio.


"Lalu apa yang kau harapkan ha? Wine? Whisky?"


"Hahaha sepertinya kamu sangat peka, aku suka sifatmu yang ini hehehe." Aldy pun terkekeh senang.


"Wine saja, mabuk tipis-tipis akan terasa lebih seru untuk malam ini." Jawab Aldy kemudian.


"Bagaimana teman-teman, kalian setuju kan?" Tanya Aldy lagi pada semua teman-temannya.


"Ya, setuju, wine lebih baik untuk saat ini hehehe." Sahut teman-teman mereka.

__ADS_1


"Ok!" Jawab Nio yang tanpa beban juga langsung mengorder beberapa botol wine via online.


...Bersambung......


__ADS_2