Kecanduan Ibu Tiri

Kecanduan Ibu Tiri
Kedatangan teman


__ADS_3

Hallo, 3 BAB sebelumnya yang terulang sudah di revisi ya, silahkan dibaca ulang biar nyambung sama BAB yang dibawah. DI MOHON keSOPANannya dalam berkomentar ya, gak harus komen dengan kata-kata KASAR hanya karena bab yang terulang yang sebenarnya bukan sepenuhnya salah author melainkan apk nya yang NGEBUG!!!


"Hei Bro, whatsapp??" Ucap Nio dengan semangat begitu menyambut panggilan Zayden.


"Dimana kau orang sibuk? Aku ingin menemuimu!"


"Wait, kau kembali kesini???" Tanya Nio yang seketika melebarkan kedua matanya.


"Hehehe ya, aku baru saja keluar dari pesawat."


"Oh no hahaha!!" Nio pun seketika tertawa senang.


"Ok, ok, aku on the way sekarang, wait me! Aku yang akan menjemputmu disana, ok!!" Tambah Nio lagi yang seketika langsung mengakhiri panggilannya.


Dengan cepat meraih kunci mobilnya, dan langsung keluar dari ruangan kerjanya.


"Pak Nio terlihat buru-buru, mau kemana?" Tanya Anya, sekretaris pribadi Nio.


"Owh Anya, tolong cancel rapat Mingguan dengan para staf kantor kali ini, karena ada hal yang lebih penting yang ingin ku urus."


"Owwhh, ok pak."


"Hmm, thanks Anya." Jawab Nio yang tersenyum manis pada Anya sembari mengusap singkat pundak Anya lalu kemudian langsung beranjak pergi begitu saja.


Anya pun hanya tersenyum sembari melirik ke arah pundaknya yang dimana sebelumnya di sentuh oleh Nio.


"Hmm, kamu selalu bersikap manis seperti ini, tapi sampai kapan hanya begini? Tidak bisakah kamu memperjelas hubungan ini dengan menyatakan cinta padaku?" Gumam Anya dalam hati.


Anya, dia tentu saja seseorang yang berpenampilan menarik layaknya seorang sekretaris profesional pada umumnya, dia adalah wanita yang independent, juga cerdas. Bukan hanya itu, memiliki bentuk tubuh bak gitar spanyol, sepasang mata yang bulat, juga senyuman yang menawan, hmm itu saja sudah cukup membuatnya nyaris sempurna.


Dalam pekerjaan, Nio bahkan sangat mengandalkannya, Nio begitu bergantung pada Anya karena bisa menghandle serta membackupnya jika ada kendala. Mereka juga cukup dekat dalam dua bulan terakhir, Nio selalu bersikap manis, dan sedikit lebih mengistimewakannya dibanding staf lainnya di kantor, meskipun hingga saat ini mereka tidak pernah sekalipun berkencan. Tak sedikit pula staf maupun karyawan yang mengira jika Anya adalah kekasih Nio, hal itu terjadi karena sikap Nio yang berbeda ke Anya.


Namun sayang, meskipun begitu tetap saja tidak bisa dipungkiri jika status mereka hingga saat itu hanya masih sebagai atasan dan sekretaris dan tidak lebih, dan hal itulah yang membuat Anya ternanti rasa, karena ia yang sejak lama mengharapkan jika hubungan mereka bisa lebih dari sekedar partner kerja.


Setengah jam kemudian di bandara...


Zayden akhirnya mulai tersenyum kala mendapati seseorang yang tengah melangkah cepat memasuki pintu kedatangan di bandara, siapa lagi kalau bukan Nio.


Zayden pun seketika bangkit dari duduknya di kursi tunggu, dan siap menyambut Nio.

__ADS_1


"Wahh lihatlah siapa yang datang menjemputku hari ini??" Celetuk Zayden sembari melebarkan senyumannya ke arah Nio.


Nio pun tersenyum dan langsung mengulurkan tangannya pada Zayden untuk berjabat tangan, dan memeluk tubuhnya secara singkat.


"Bagaimana kabarmu ha?" Tanya Nio yang nampak begitu sumringah.


"Tentu saja aku baik, hanya saja sedikit jet lag sepertinya hehehe."


"Haiss." Nio pun kembali tersenyum lebar dan sontak langsung merangkul sahabatnya itu.


"Kenapa kau tidak mengabariku sebelumnya jika ingin kembali kesini ha??" Ucap Nio yang nampak protes.


"Hehehe aku sengaja, biar surprise! Lagi pula kau nampaknya sangat sibuk sekarang semenjak jadi boss, jadi aku segan mengganggu waktumu."


"Haaaiss, pikiran macam apa itu ha?!"


"Sekarang aku bahkan sangat segan dijemput oleh orang sibuk, ku yakin saat ini kau sudah mengalami banyak kerugian karena membuang banyak waktu hanya untuk menjemputku hehehe."


"Heh sudah hentikan!! Bukankah kau juga melakukan hal yang sama ketika aku tiba di Qatar dulu?? Inilah yang dinamakan balas budi."


"Hmm iya iya, hahaha:" Zayden pun akhirnya hanya bisa terkekeh.


"Aku tidak lama disini, hanya dua hari saja!" Celetuk Zayden.


"Hah?!! Hanya dua hari??"


"Hmm, karena aku hanya ingin menemuimu saja."


Mendengar hal itu membuat Nio seketika mendengus pelan serta tersenyum.


"Haiss, apa kau sedang mencoba ingin membuatku tersanjung saat ini??" Tanya Nio yang mulai terkekeh geli.


"Hehehe anggap saja begitu. Tapi apa yang ku katakan memang benar, karena ada sesuatu yang sangat penting yang harus ku berikan langsung padamu."


"Apa itu??" Dahi Nio pun seketika nampak mengkerut.


"Nanti saja, akan terburu-buru jika harus memberikannya sekarang, bukankah aku dua hari disini, jadi santai saja dulu."


"Hmm cukup membuatku penasaran, but it's ok!"

__ADS_1


"Tolong carikan hotel untukku, karena aku sudah tidak punya tempat tinggal lagi disini."


"Benarkah? Apa kedua orang tuamu sudah pindah dari kota ini?"


Zayden pun hanya tersenyum dan memilih untuk mengabaikan pertanyaan Nio kali itu.


"Haiss sudahlah, antarkan saja aku ke hotel yang tidak terlalu jauh dari rumahmu." Ucap Zayden.


"Kalau begitu untuk apa kau ke hotel? Menginap saja di rumahku, ada banyak kamar kosong disana."


"Seriously? Apa tidak terlalu merepotkan jika aku harus tinggal di rumahmu?"


"Ah tentu saja tidak, aku justru senang karena rumahku jadi tidak terlalu sepi. Jadi bagaimana?"


"Hmm ok saja kalau kau tidak merasa keberatan, justru bagus, aku tidak perlu mengeluarkan banyak uangku selama disini hahahaha."


"Hahaha ya, simpan saja semua uangmu, karena selama kau disini, waktunya aku yang mengeluarkan uang untukmu." Ungkap Nio dengan tenang.


"Haaaiss, kali ini nampaknya aku yang jadi tersanjung hehehe."


Setibanya di rumah, Nio pun membawa Zayden langsung menuju kamar tamu yang utama, yang merupakan kamar tamu paling besar dari kedua kamar tamu lainnya.


"Ku yakin kau sangat butuh tidur saat ini." Celetuk Nio.


"Ah ya, 9 jam melakukan penerbangan, cukup membuat badanku terasa remuk saat ini, dan ya sejujurnya aku juga sangat mengantuk karena jet lag."


"Hahaha ya ya, I know, I know, aku pun juga sudah mengalaminya." Ucap Nio sembari tersenyum tenang.


"Ya sudah, kalau begitu beristirahatlah dengan tenang, hubungi saja aku jika kau sudah bangun." Nio pun seolah bersiap untuk beranjak pergi.


"Lalu kau akan pergi kemana?"


"Aku?? Hmm aku akan kembali ke kantor, beberapa jam menunggumu tidur kurasa cukup untuk melanjutkan pekerjaanku."


"Haiss, dasar orang sibuk!!" Celetuk Zayden yang akhirnya mulai menduduki tempat tidur.


"Ya sudah, take a rest, aku pergi dulu." Nio pun akhirnya pergi keluar dari kamar tamu, dan kembali melajukan mobilnya untuk menuju kantor lagi.


Ya, kali ini Nio benar-benar sudah berhasil menjadi orang sibuk, menggantikan Rudy yang dulu selalu dijuluki orang tersibuk di dunia oleh Nio sendiri.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2