Kecanduan Ibu Tiri

Kecanduan Ibu Tiri
Moment special


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Siang itu Nio nampak sudah berdiri di depan pintu kedatangan di bandara, ia sedang menunggu Sonia yang baru kembali dari luar kota dengan dalih untuk menjumpai ibu dan ayahnya yang memang sering pergi dinas ke luar kota.


Tak lama Sonia pun muncul dengan menggeret sebuah koper berukuran sedang, seketika ia pun tersenyum saat mendapati Nio yang sudah berdiri di hadapannya dan tanpa pikir panjang ia lansung melangka cepat ke arah Nio lalu langsung memeluknya dengan erat.


"Sayang,, I miss you so much!!" Ucap Sonia.


Meski sebenarnya Sonia hanya pergi tiga hari, namun tetap saja sudah membuatnya sangat merindukan Nio.


"Bagaimana kabarmu?" Tanya Nio tanpa membalas ucapan rindu dari Sonia sembari mengusap singkat punggungnya.


"I'm good. What about you?" Tanya Sonia sembari mulai melepaskan tautan tubuh mereka.


"Ya, I'm good."


Sonia pun kembali tersenyum dan lagi-lagi memeluk Nio.


"Ya sudah, ayo kita pergi sekarang." Ajak Nio yang seolah tak ingin berlama-lama berpelukan dengan Sonia di hadapan banyak orang.


"Sayang, aku sangat lapar." Keluh Sonia dengan manja saat mereka dalam perjalanan.


"Apa kamu tidak makan di pesawat?"


"Makanannya tidak enak sayang, jadi aku hanya makan sedikit saja."


"Hmm ya sudah, kalau begitu kita makan dulu."


"Yeayy, asyikkk." Sonia pun langsung girang dan langsung memeluk lengan kokoh Nio.


"Sonia, aku sedang mengemudi."


"Hehee iya maaf." Sonia pun seketika langsung kembali ke posisi duduknya seperti semula.


Nio pun memutuskan untuk singgah di sebuah cafe yang berada di pinggir jalan, yang letaknya tidak terlalu jauh dari bandara.


"Sekarang pesanlah makanan yang ingin kamu makan."


"Aaa terima kasih sayang, kamu yang terbaik." Ucap Sonia yang terlihat begitu girang.


Setelah memesa beberapa menu makanan, mereka pun kembali berbincang ringan.


"Sayang, dua hari lagi kita akan wisuda, bagaimana perasaanmu??"


"Perasaannya campur aduk." Jawab Nio singkat.

__ADS_1


Ya, sebelumnya Nio sudah berhasil menyempurnakan skripsinya dan sudah menjalani sidang dengan lancar, kini tibalah saatnya akhirnya Nio yang sejak awal ogah-ogahan untuk berkuliah, bahkan sempat cuti selama beberapa tahun sebagai bentuk protesnya terhadap Rudy yang selalu sibuk dengan urusannya, kini akhirnya Nio bisa wisuda dan akan mendapat gelar sarjana.


"Masa sulit mengerjakan skripsi hingga bisa sidang akhirnya sudah berlalu, jadi ayo bersenang-senanglah setelah wisuda nanti hehehe."


"Entahlah, tapi jika yang kamu maksud adalah ingin mengajakku liburan, aku sama sekali belum memikirkannya sekarang. Tapi kita lihat nanti."


"Hmm ok." Sonia hanya patuh dan mengangguk singkat.


"Tenang Sonia, sabarrr!! Jangan memaksanya, jangan terlalu menggebu, harus tetap tenang, jangan membuatnya ilfeel padamu, ok!" Gumam Sonia seorang diri dalam hati.


2 hari kemudian...


Kini tibalah waktunya, waktu dimana akhirnya Nio diwisuda. Senyuman bangga pun nampak terukir dari wajah Rudy saat memandangi Nio yang nampak begitu gagah saat memakai toga, kala itu Rudy bahkan rela pulang dari luar kota hanya demi mendampingi Nio di moment special itu. Rudy terlihat gagah menggunakan jasnya, begitu pula dengan Rena yang mendampingi rudy kala itu, juga terlihat begitu anggun dengan menggunakan long dress peach, berlengan panjang yang memiliki tali di bagian leher yang bisa diikat dan terlihat seperti dasi kupu-kupu.


"Selamat Nio, akhirnya kamu lulus dan menjadi sarjana sekarang, papa bangga padamu." Ungkap Rudy sembari menepuk-nepuk pelan pundak Nio.


"Terima kasih sudah bangga padaku pa, terima kasih banyak." Nio pun tersenyum.


"Kemarilah, biarkan papa memelukmu kali ini." Rudy pun langsung memeluk Nio.


Awalnya Nio sontak jadi tercengang, ini pertama kalinya Rudy kembali memeluknya, bahkan Nio pun sudah lupa, entah kapan lelaki paruh baya itu terakhir memeluknya, namun yang pasti hal itu saat ketika Nio masih kecil.


Namun perlahan, dengan sedikit ragu-ragu di awal, akhirnya Nio pun membalas pelukan Rudy dan kembali tersenyum.


"Haish, kau benar-benar sudah dewasa sekarang nak! Terakhir ketika memelukmu, ukuran tubuhmu tidak sebesar ini hehehe."


"Ya, maafkan papa." ungkap Rudy yang kembali melepaskan tautan tubuh mereka.


Kali ini, mau tidak mau giliran Rena yang mengucapkan selamat pada Nio, karena tidak mungkin ia hanya diam saja disaat seperti itu, hal itu tentu nantinya akan mengundang rasa curiga dan tanda tanya besar dari Rudy.


"Selamat ya Nio, ibu juga bangga padamu." Ucap Rena sembari tersenyum kaku, dan langsung memeluk hangat tubuh Nio.


Kala itu Nio hanya memasang raut wajah datar, aroma tubuh Rena yang begitu ia rindukan, kini seolah bisa kembali ia rasakan memasuki rongga hidungnya. Juga wangi shampo di rambut Rena, seolah kembali mengingatkannya dengan moment ketika mereka mandi bersama dan saling membersihkan diri satu sama lain.


"Terima kasih, ibu." Ucap Nio pelan.


Sayangnya pelukan itu hanya berlangsung beberapa saat saja, kini tubuh keduanya kembali menjauh, benar-benar seolah tidak pernah terjadi hal apapun pada mereka berdua sebelumnya.


Tak lama, Sonia pun nampak muncul menghampiri mereka dengan membawa serta kedua orang tuanya, kala itu Sonia pun tak kalah terlihat anggun dengan memakai toga miliknya.


"Hai sayang," sapa Sonia.


"Sonia??" Nio pun tersenyum tipis saat menoleh ke arah Sonia yang baru menghampirinya.


"Sayang, selamat ya atas kelulusanmu." Sonia pun dengan hangat langsung memeluk tubuh lelaki yang begitu dikaguminya itu.

__ADS_1


"Terima kasih, selamat juga untuk kelulusanmu."


"Hehehe iya sayang."


Rena yang memandangi hal itu pun hanya bisa menampilkan senyuman lirih, sudah sebulan lebih lamanya sejak perpisahan mereka, namun tetap saja hatinya masih terasa begitu sakit kala melihat bagaimana Nio yang berpelukan dengan hangat di depan matanya.


"Sepertinya mereka sudah semakin dekat sekarang, bahkan mungkin saja saat ini Nio benar-benar sudah jatuh hati pada Sonia." Gumam Rena lirih dalam hati.


Tak lama, Nio pun melepaskan tautan tubuh mereka, lalu bergegas langsung menyalami kedua orang tua Sonia.


"Selamat ya Nio atas kelulusanmu, om banyak mendengar tentangmu dari Sonia." Ucap papa Sonia kala Nio menyalaminya.


"Hehee terima kasih banyak om, dan semoga Sonia menceritakan hal yang baik-baik tentangku." Jawab Nio sembari tersenyum.


Begitu pula dengan Sonia yang juga langsung mendekati Rena, ia memeluk Rena saat menyapanya.


"Selamat juga untuk kelulusanmu ya Sonia, semoga ilmu yang kamu pelajari bisa bermanfaat."


"Terima kasih banyak tante."


Lalu Sonia pun beralih ke arah Rudy.


"Om,"


"Sonia, kamu terlihat bagus saat memakai toga ini, om bangga padamu." Rudy pun langsung memeluk singkat tubuh Sonia.


"Hehe terima kasih om."


"Sama-sama." Jawab Rudy sembari mengusap-usap punggung Sonia.


"Terima kasih juga sudah mewujudkan mimpi besarku om, yaitu menjadi pasangan Nio."


"Ya, bukankah om sudah menjanjikan hal itu, maka om akan menepatinya."


Setelahnya, kedua orang tua Sonia pun akhirnya berjabat tangan satu sama lain dengan Rudy dan Rena untuk pertama kalinya. Seolah tak ingin banyak membuang waktu, Rudy pun langsung saja membicarakan tentang rencana besarnya yang ingin menjodohkan Sonia dengan Nio, dan niat itu pun tentu saja disambut dengan hangat oleh kedua orang tua Sonia.


Tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak menyetujui perjodohan itu, mengingat Nio yang berasal dari keluarga terpandang, memiliki wajah tampan rupawan, serta juga sudah meraih gelar sarjana. Tiga hal itu saja sudah cukup meyakinkan bagi keluarga Sonia.


Rudy pun mengajak mereka untuk berlibur bersama ke Villa mereka yang ada puncak, namun sayangnya kedua orang tua Sonia tidak bisa ikut berlibur karena malamnya mereka harus langsung kembali berangkat ke luar kota.


"Hmm sayang sekali, tapi tidak apa, next time aku dan keluargaku akan berkunjung ke rumah kalian untuk membicarakan lebih lanjut masalah pertunangan kedua anak kita." Ungkap Rudy.


"Dengan senang hati pak Rudy, begitu kami kembali kesini, kami akan langsung mengabari pak Rudy dan keluarga." Jawab ayah Sonia.


"Baiklah, aku tunggu hehehe."

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2