Kecanduan Ibu Tiri

Kecanduan Ibu Tiri
Makin malam makin seru


__ADS_3

Beberapa jam pun telah berlalu, malam kian larut, membuat udara malam itu kian terasa sejuk bahkan seakan terasa menusuk hingga ke tulang, namun nampaknya hingga saat itu juga belum ada tanda-tanda jika teman-teman Nio ingin beranjak pulang.


Bahkan, semakin malam justru semakin seru bagi mereka yang sudah menikmati beberapa botol wine hingga udara sejuk pada malam itu juga sudah tidak dirasakan lagi oleh mereka yang mulai merasakan hangat dari dalam tubuhnya.


Memandangi kolam renang yang nampak begitu tenang yang berada di halaman samping rumah Nio itu, tiba-tiba saja membuat Aldy mulai memikirkan sesuatu. Tiba-tiba terlintas di benak Aldy untuk membuat suasana pada malam itu agar semakin terasa hidup dan seru. Ia pun dengan cepat memberitahukan idenya itu pada Rio.


"Hei Rio, kemarilah!" Ucap Aldy yang langsung merangkul Rio.


"Ada apa?" Tanya Rio santai.


"Aku punya ide untuk membuat malam ini jadi lebih seru."


"Apa itu?" Tanya Rio yang nampak mulai penasaran.


Aldy pun tersenyum dan mulai membisikkan ide yang menurutnya sangat keren itu pada Rio. Setelah mendengar ide dari Aldy, Rio pun nampak ikut tersenyum seolah sangat setuju dengan ide itu.


"Ahh ide bagus itu, ya ya ya, aku setuju!" Jawab Rio yang langsung mengangguk cepat penuh semangat.


"Hahaha gimana? Pasti seru kan ideku?"


"Iya, ayo kita lakukan sekarang." Ajak Rio yang nampak mulai tak sabar.


"Sekarang? Kau yakin?"


"Tentu saja, kalau tidak sekarang, lalu kapan lagi?" Jawab Rio yang akhirnya mulai bangkit dari duduknya.


"Hmm ok, siapa takut." Aldy pun akhirnya ikut bangkit dari duduknya.


Lalu mereka berdua mulai membisikkan ide itu kepada satu persatu teman mereka kecuali pada Nio. Seluruh teman-teman mereka pun setuju dan akhirnya ikut bangkit dari duduk mereka. Hal itu sontak membuat Nio mulai mengerutkan dahinya saat melihat teman-temannya dengan raut wajah yang berbeda, mulai melangkah pelan ke arahnya.


"Hei, hei, ada apa ini?? Kenapa tatapan kalian begitu padaku?" Tanya Nio yang perasaannya mendadak jadi tidak enak.


Namun tanpa menjawab apapun, saat jarak mereka sudah sangat dekat dengan Nio, Aldy pun langsung memberi aba-aba.

__ADS_1


"Satu,, dua,, tiga,, ayo angkat dia!!!" Seru Aldy pada teman-temannya.


Dengan cepat seluruh teman-teman lelaki Nio pun langsung mengangkat tubuh Nio begitu saja, lalu membawanya ke arah kolam renang. Hal itu membuat Nio cukup terkejut dan berusaha untuk berontak, tapi apalah daya saat tubuhnya saat itu tengah dikuasai oleh beberapa teman lelakinya.


"Ehh, kalian mau bawa aku kemana?? Ti,, tidak! Aku tidak mau!" Pekik Nio yang terus berontak sembari tertawa lirih.


Namun seluruh teman-temannya seolah tidak mempedulikannya saat itu dan terus saja membawanya ke arah kolam renang.


"Kalian siap??" Tanya Aldy dengan penuh semangat saat mereka telah tiba di tepi kolam.


"Hei!! Kalian mau apakan aku?? Oh tidak!! Jangan bilang kalian ingin melemparku ke kolam!!" Pekik Nio lagi.


"Siap!!" Jawab teman-temannya sembari tersenyum lebar.


"Ok, satu,, dua,," Seru Aldy dan teman-temannya sembari mulai menggoyang-goyangkan tubuh Nio ke kanan dan ke kiri sebagai ancang-ancang.


"Tiga, lemparr!!' Seru Aldy yang semakin melengkingkan suaranya.


"Hahahaha yeayy, sekali lagi happy birthday Nio." Sorak Aldy girang.


Sementara di teras, beberapa teman wanita termasuk Sonia, juga akhirnya ikut tertawa senang saat menyaksikan hal yang terlihat begitu seru dan lucu itu. Tak lama, Nio pun kembali muncul ke permukaan air dengan sudah nampak basah kuyup, sembari mengusap-usap wajahnya.


"Haaaissh kalian ini!! Benar-benar ya!" Keluh Nio yang terlihat tersenyum lirih.


Teman-temannya pun terus terkekeh senang di pinggir kolam, namun Nio yang menyaksikan itu, tentu tidak mau tinggal diam dan berencana ingin menyeret mereka semua masuk ke dalam kolam, agar mereka bisa basah bersama.


Nio pun perlahan mulai berenang ke arah tepi kolam, lalu memasang wajah lirih pada Aldy.


"Aldy, aku sangat kedinginan, tolong bantu aku naik." Ucap Nio yang memasang wajah sangat memelas.


Aldy yang tidak tega akhirnya mulai menjulurkan tangannya tanpa merasa curiga sedikit pun. Nio pun dengan perlahan mulai meraih tangannya, namun setelah ia berhasil menggenggam erat tangan Aldy, ia pun langsung menarik tangan Aldy hingga membuatnya ikut tercebur ke dalam kolam.


"Hahahah." Nio pun akhirnya bisa terkekeh puas saat melihat Aldy yang akhirnya juga ikut basah.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya ha?" Tanya Nio seolah meledak.


Seluruh teman-temannya pun semakin tertawa puas menyaksikan hal itu. Tidak sampai disini, Nio pun akhirnya keluar dari kolam ronang, lalu mendorong serta menarik satu persatu temannya ke dalam kolam.


Hingga akhirnya, kini seluruh teman lelakinya sudah tercebur ke dalam kolam dan menjadi basah kuyup.


"Hahahaha aaaaahh dingin!" Teriak Aldy yang terus terkekeh saat berada di dalam kolam.


Nio pun ikut tertawa, malam itu benar-benar sangat menyenangkan bagi semuanya. Aldy yang merasa belum puas, mulai kembali berbisik pada Rio dan Nio.


"Bukankah akan semakin seru jika kita juga menggotong mereka untuk ikut masuk ke dalam sini." Bisik Aldy sembari menunjuk ke arah beberapa teman wanita mereka yang kala itu berada di teras, beberapa di antara mereka nampak begitu asyik mengabadikan moment itu dengan merekam video moment lucu itu.


"Ah boleh juga, tidak adil rasanya bila hanya kita yang pulang dalam keadaan basah begini." Jawab Rio yang lagi-lagi setuju dengan ide Aldy.


Mereka pun kembali keluar dari kolam renang, lalu dengan cepat menghampiri beberapa teman wanita mereka. Menyadari hal itu, para wanita yang saat itu masih nampak rapi dan cantik pun sontak berteriak ketakutan namun tetap tertawa.


Namun mereka tidak peduli, dan mulai menggotong satu persatu untuk di ceburkan ke dalam kolam.


Kini semuanya resmi nampak basah, tak ada satu orang pun yang tersisa dalam keadaan kering dan rapi, semuanya sudah berantakan di dalam kolam berenang. Namun mereka semua nampak begitu menikmati moment seru itu dan terus terkekeh girang.


Hingga tak terasa, kini jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi, satu persatu nampaknya mulai menyerah dengan udara yang semakin terasa dingin, hingga akhirnya mulai keluar dari kolam berenang.


"Kalian yakin akan pulang dengan keadaan seperti ini?" Tanya Nio yang sedikit merasa cemas pada semua teman-temannya.


"Ah tidak apa-apa, agar lebih seru untuk di kenang. Yakan teman-teman?" Jawab Rio.


"Iya kami pulang begini saja."


"Hmm, ya sudah kalau kalian yakin." Nio pun akhirnya tersenyum.


Beberapa di antara mereka akhirnya pamit pulang lebih dulu, hingga akhirnya hanya menyisakan tiga orang saja yang masih bertahan di rumah Nio. Yaitu Aldy, Rio, dan Sonia yang nampaknya memang masih betah untuk berlama-lama di dekat Nio.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2