Kecanduan Ibu Tiri

Kecanduan Ibu Tiri
Sangat menyenangkan


__ADS_3

"Hei, kenapa kamu bicara begitu?" Jawab Nio yang langsung meraih kedua pipi Rena yang terasa lembab akibat sebelumnya ia sempat menangis saat kembali menceritakan pengalaman pahitnya di masa lalu.


"Memangnya apa yang salah dengan ucapanku? Bukankah itu benar?"


"Tidak ada wanita manapun yang ingin aku jadikan istri, selain kamu!"


"Tapi aku sudah menjadi istri orang sebanyak dua kali Nio. Bahkan sekarang statusku pun masih sebagai istri dari papamu."


"Aku tidak peduli!! yang jelas aku tidak akan mau menikah dengan wanita mana pun."


"Nio, bukankah harusnya kamu merasa ilfeel padaku? Aku ini orang yang pernah menjanda, dan sekarang juga menjadi ibu tiri bagimu. Apa hal itu tidak membuatmu berubah pikiran?"


"Aku benar-benar tidak peduli dengan statusmu yang dulu, ataupun statusmu yang sekarang! Aku juga tipekal lelaki yang sangat sulit jatuh cinta, tapi jika sudah sekali cinta, apapun rintangannya aku tidak akan peduli, akan tetap kuhadapi!" Tegas Nio yang terdengar begitu menyejukkan hati Rena,


"Akan terdengar egois memang saat aku harus mengatakan hal ini, hmm tapi jujur saja mendengar ucapanmu barusan, itu jadi membuatku merasa jadi wanita paling beruntung di dunia, karena telah memiliki cintamu." Rena pun akhirnya mulai tersenyum tipis.


"Ya, kamu beruntung karena aku mencintaimu, maka dari itu tolong jangan menjauh lagi dariku, tetap di sisiku apapun yang terjadi. Ya?" Nio pun tersenyum manis, sembari terus mengusap lembut pipi mulus Rena.


Membuat Rena semakin mengembangkan senyumannya, lalu menganggukkan pelan kepalanya.


"Good girl!" Ucap Nio pelan sembari akhirnya mengecup singkat bibir Rena.


Setelah beberapa saat kembali berbincang santai, Nio akhirnya bangkit dari duduknya, ia terdiam sejenak memandangi kolam, lalu tiba-tiba saja membuka bajunya.


Hal itu cukup membuat Rena bingung dan bertanya,


"Nio, kenapa kamu membuka bajumu?"


Namun Nio tidak menjawab, setelah membuka bajunya, ia justru langsung membuka celana jeansnya hingga hanya menyisakan celana boxer yang masih di kenakannya. Nio menoleh singkat ke arah Rena yang kala itu masih terlihat kebingungan. Lalu tanpa berkata apapun lagi, Nio pun mulai melangkah dengan tenang mendekati kolam itu.


"Nioo,, kamu sungguh mau berenang di kolam itu??" Tanya Rena seolah tak menyangka.


Langkah Nio pun terhenti sejenak, ia kembali menoleh ke arah Rena dengan senyumannya yang khas.


"Tidakkah kita akan merasa sangat rugi saat sudah jauh-jauh kesini, tapi tidak menyentuh sedikitpun air yang sangat bening ini??" Tanya Nio kemudian.


"Hmm ya sudah, kamu hati-hati." Jawab Rena yang saat itu terlihat sama sekali tidak ada niat untuk mandi.


"Kamu tidak ikut?" Tanya Nio lagi.

__ADS_1


"Maksudmu ikut mandi di kolam itu?"


Nio pun mengangguk sembari mengangkat singkat kedua alisnya.


"Tidak, tidak! Aku tidak membawa baju ganti, lagi pula airnya kelihatan sangat dingin."


"Kamu bisa memakai bajuku Rena, kalau masalah air yang dingin, memang airnya sangat dingin, tapi aku bisa membantumu mengatasinya." Jawab Nio yang kembali tersenyum.


"Caranya??"


"Kamu akan tau setelah ikut mandi denganku." Jawab Nio yang kembali tersenyum penuh teka teki, lalu kemudian ia pun melanjutkan langkahnya menuju kolam, meninggalkan Rena yang masih terduduk memandangi kepergian Nio dengan tatapan tak biasa.


Rena pun mendengus pelan, sembari tersenyum, lalu akhirnya perlahan mulai bangkit dari duduknya, melirik kesana dan kemari untuk memastikan lagi jika tidak ada orang lain di sekitar mereka.


Dengan perlahan, Rena pun mulai membuka cardigan jeans yang saat itu tengah dipakainya, lalu beralih menuju resleting bagian belakang punggung yang juga ia buka, kemudian dengan sedikit ragu, akhirnya ia merosotkan dress yang saat itu ia kenakan. Membuat tubuh seksinya semakin jelas terlihat saat hanya memakai bra dan CD berwarna hitam.


Rena berjalan dengan sedikit ragu-ragu menuju kolam, tempat dimana Nio sudah nampak berenang lebih dulu menikmati air yang sejuk. Dalam keadaan kedua tangan yang terus bersedekap di dada akibat udara dingin di sekitar air terjun, Rena akhirnya menghentikan langkahnya saat sudah berada di bibir kolam.


"Nio." Panggilnya lembut.


Nio pun seketika menoleh ke arahnya, lalu sontak terlihat cukup terkejut, ia nampak begitu terperangah saat mendapati Rena yang telah berdiri di tepi kolam dalam keadaan yang sudah sangat seksi.


"Oh, ti,, tidak." Jawab Nio yang kembali tersenyum dan langsung berenang ke arah pinggir kolam, tempat dimana Rena berdiri.


"Apa airnya sungguh sangat dingin??" Tanya Rena lagi.


"Kamu akan tau jika sudah masuk kesini." Jawab Nio yang mulai menjulurkan tangannya, seolah ingin membantu Rena untuk turun ke kolam.


"Ta,, tapi..." Rena awalnya masih nampak ragu untuk berenang.


"Percaya saja padaku, ini akan sangat menyenangkan! Ayo, raih tanganku." Ucap Nio meyakinkan.


Rena pun mulai meraih tangan Nio, karena ia begitu mempercayai Nio saat ini. Lalu perlahan tapi pasti, ia pun mulai menyelupkan kakinya ke dalam air, Nio meraih sebelah tangannya lagi, dengan berpegangan kedua tangan, Rena pun akhirnya mulai memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam kolam,


"Oughh!! Dingin sekali!!" Celetuknya yang nampak terkejut.


Hal itu hanya membuat Nio tersenyum manis dan kembali berenang-renang di sekitarnya.


"Bagaimana Rena? Katakan apa yang kamu rasakan sekarang."

__ADS_1


"Rasanya dingin, tapi sangat menyenangkan." Jawab Rena yang juga terus berenang-renang dengan senyuman yang seolah tak pudar dari wajahnya.


"Ayo menyelam!" Ajak Nio.


"Menyelam??"


"Iya,"


Rena pun patuh dan mengikuti Nio untuk menyelam bersama, air yang begitu bening membuatnya bisa melihat dengan jelas berbagai jenis ikan yang ada di dasar kolam itu.


Tak lama mereka kembali ke permukaan air dengan kedua nafas yang sedikit terengah-engah.


"Bagaimana?" Tanya Nio lagi.


"Indah sekali."


"Kamu suka?"


"Suka sekali, aku tidak pernah menyesal setelah ikut denganmu ke tempat ini."


"Mulai sekarang, aku akan sering mengajakmu ke tempat seperti ini."


"Kamu terlihat sangat menyukai alam Nio?"


"Ya, aku menyukai tempat seperti ini, tempat yang sunyi, jauh dari pemukiman, dingin, belum terjamah, itu membuat pikiranku sangat tenang."


"Yaa, tempat seperti ini memang tidak pernah mengecewakan." Jawab Rena yang kembali tersenyum namun dengan bibir yang sedikit gemetar, akibat kedinginan.


"Bibirmu nampak gemetaran dan mulai sedikit pucat Rena."


"Ya hehe, sebenarnya aku sangat kedinginan sekarang." Jawab Rena setengah tertawa,


"Kamu kedinginan?" Tanya Nio lembut yang perlahan mulai mendekati Rena.


Rena hanya mengangguk dan menatap Nio dengan tatapan yang begitu lekat. Begitu pula dengan Nio, yang semakin dekat dengan Rena, ia mulai meraih meraih kembali pipi Rena.


"Bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan padamu kalau aku bisa membantumu mengatasi hal itu??" Tanya Nio dengan suara yang semakin lembut dan semakin pelan.


"Ya, bagaimana cara mengatasinya?" Tanya Rena dengan suara tak kalah pelan.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2