Kecanduan Ibu Tiri

Kecanduan Ibu Tiri
Suami tidak peka


__ADS_3

Kini mereka telah terduduk disebuah sofa yang ada di tengah-tengah hall yang begitu megah dari salah satu club malam terbesar di kota itu.


Rekan bisnis Joan dari China nampaknya memang begitu suka minum, hal itu bisa terlihat dari berapa banyaknya botol minuman alkohol yang ia pesan.


"Nikmati lah malam ini, kita akan pesta minuman sampai lupa caranya untuk pulang hehehe." Celetuk rekan China Joan sembari mulai ingin mengajak mereka semua bersulang.


Tak ada yang mampu menolak tawarannya untuk ikut minum bersama, bahkan Rena sekalipun yang sebelumnya sudah berniat ingin berhenti minum alkohol semenjak ia tidak lagi bekerja sebagai penyanyi club malam.


"Siapa namamu tadi?" Tanya seorang wanita, yang tak lain adalah istri dari rekan bisnis Joan.


"Owh, aku Rena." Jawab Rena sembari tersenyum ramah.


"Rena? Hmm, aku Mei Ling." Mei Ling pun ikut tersenyum sembari kembali menuangkan minuman alkohol ke dalam gelas Rena.


"Aku sangat suka bila memiliki lawan dalam hal minum alkohol. Beruntung kau ada disini malam ini, setidaknya aku tidak terlalu bosan dengan para lelaki ini hehehe." Celetuk Mei Ling yang kembali memberikan gelas itu pada Rena.


"Cheers!!" Ucapnya yang menyentuh pelan gelas Rena dengan gelas miliknya.


Mau tak mau, Rena pun hanya tersenyum dan ikut meneguk minumannya lagi.


Hal yang sama juga terjadi pada Rudy dan Nio yang juga terus menerus di tuba oleh rekan Joan yang dikenal bernama Mr. Feng.


"Aku senang kau membawa mereka untuk meramaikan sofa kita hehehe aku jadi merasa semakin bersemangat untuk mengosongkan botol-botol minuman ini dan menggantinya dengan yang baru hehehe." Ungkap Mr. Feng sembari menepuk-nepuk pundak Joan.


Joan pun ikut tersenyum lebar dan kembali mengangkat gelasnya.


"Cheers!" Ucapnya.


Rudy dan Nio ikut mengangkat gelasnya dan kembali meminum minuman yang terasa begitu pekat dilidah mereka.


Sesekali Nio melirik ke arah Rena, ingin memastikan jika ia masih sadar dan baik-baik saja bersama dengan Mei Ling yang juga sangat kuat minum.


Jarum jam terus berputar, tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 00.35 dini hari. Empat botol minuman berjenis whisky telah berhasil dibuat kosong oleh mereka semua, namun nyatanya hal itu tidak membuat Mr. Feng merasa cukup.


"Kita sudah menghabiskan 4 botol Whisky sayang, apa kamu sudah merasa ini cukup?" Bisik Mr. Feng pada Mei Ling.


"Oh honey,, come on!! 4 botol pertama itu hanya sebagai pemanasan, bagaimana bisa kamu berpikir ini akan cukup?" Jawas Mei Ling yang mencium singkat bibir suaminya.


"Hahaha yeah, aku sangat suka denganmu yang selalu kuat minum seperti ini sayang."


Mr, Feng pun memesan 4 botol Whisky lagi, karena baginya, malam masih panjang dan pertunjukan music Dj di club itu juga tidak bisa dilewatkan begitu saja.

__ADS_1


Jika dalam hal bercinta, mungkin Rena juaranya. Namun Rena tentu tidak sekuat Mei Ling dalam hal meminum alkohol. Empat botol pertama sudah cukup membuat kepalanya mulai terasa ringan serta melayang,


"Kau mulai mabuk Rena?" Tanya Mei Ling.


"Hahaha ya, kurasa begitu." Jawab Rena sembari terkekeh dan mengangguk-anggukan kepalanya.


"Oh come on!! Malam masih panjang, party belum berakhir." Mei Ling pun ikut terkekeh sembari terus berjoget mengikuti alunan music Dj yang mengalun keras memekakkan telinga.


"Hmm aku mau ke toilet dulu." Rena pun mulai beranjak, dengan langkah yang sedikit sempoyongan, ia terus berjalan membelah kerumunan club malam yang cukup padat.


Rena berdiri di depan cermin, terlihat kedua matanya kini mulai nampak sedikit meredup akibat mabuk. Rasa hangat pun perlahan semakin menjalar di tubuhnya, hasrat ingin bercinta juga tak luput dirasakan olehnya karena pengaruh alkohol.


"Akan sangat nikmat rasanya bila bercinta di saat mabuk." Celetuk Rena seorang diri sembari mulai menggigiti bibir bagian bawahnya.


Nio yang menyadari Rena tidak ada di tempatnya, mulai melirik kesana kemari untuk mencari keberadaan Rena.


"Kemana dia?" Tanya Nio dalam hati yang mulai merasa sedikit cemas.


Tak lama Rena pun muncul, ia menghampiri Rudy yang saat itu berada di samping Nio.


"Mas." Bisik Rena.


"Owh Rena, apa kamu mabuk?"


"Hmm sedikit." Jawab Rena sembari tersenyum, lalu kembali menggigit bibir bagian bawahnya.


"Mas, ayo kita pulang mas." Ajak Rena.


"Pulang?"


Rena mengangguk dengan tatapan menggoda, Rena benar-benar sudah dalam terpengaruh alkohol, ia pun merasakan horny dan ingin segera menyalurkan hasratnya pada suaminya itu.


"Owh Rena, tapi Mr. Feng baru memesan 4 botol Whisky lagi, sangat tidak sopan kalau kita pulang sekarang." Jawab Rudy yang tidak peka.


"Ta,, tapi mass."


"Ada apa ini?" Tanya Joan yang kembali menghampiri mereka.


"Owh tidak ada Joan, hanya saja Rena mengajakku pulang, dia sedikit mabuk." Jelas Rudy sembari tersenyum tipis.


"Pulang??! Oh tidak kawan!! Jangan lakukan itu! Malam masih sangat panjang, bagaimana kalian bisa berfikir untuk pulang." Joan pun memegang pundak Rena dan Rudy.

__ADS_1


"Lihat lah botol-botol minuman itu, bahkan kita baru saja membuka salah satunya. Tidak adil jika kalian tidak ikut menghabiskannya bersama kami." Pujuk Joan lagi sembari mulai merangkul pundak Rena dan Rudy.


Rudy yang merasa tak enak hati pada sahabat sekalian rekannya itu, akhirnya kembali melirik ke arah Nio dan Rena secara bergantian.


"Nio, apa besok kau masuk kuliah?"


"Iya, aku ada kelas jam 11." Jawab Nio singkat,


"Hmm kalau begitu kau pulang lah duluan, Joan dan rekannya pasti akan mengerti." Bisik Rudy pada Nio.


"Lalu papa?"


"Papa akan tetap disini, papa tidak bisa pulang sekarang karena merasa tidak enak pada Joan dan Rekannya yang baru membuka botol minuman yang baru."


"Hmm baiklah, terserah papa saja. Aku akan pulang sekarang,"


Rudy pun melirik singkat ke arah Rena yang kala itu wajahnya terlihat mulai cemberut.


"Oh ya Nio, tolong bawa juga ibumu pulang, sepertinya dia mulai lelah."


Nio pun terdiam, begitu pula dengan Rena yang ikut terkejut dan sontak menatap Nio dengan kedua matanya yang nampak membesar.


"Tidak apa, biar papa yang tinggal disini, nanti papa yang akan menjelaskan pada Joan dan rekannya."


"Ya sudah, aku tidak masalah." Jawab Nio datar, namun sebenarnya dalam hati ia tentu sangat senang.


"Mas,, aku pulang naik taksi saja!" Tegas Rena yang masih saja ingin menghindari Nio.


"Jangan aneh-aneh Rena! Ini sudah malam, pulang lah dengan Nio biar lebih aman. Lagi pula kenapa kamu lebih memilih pulang dengan taksi? Apa ada masalah dengan Nio?" Tanya Rudy yang sontak mengerutkan dahinya.


"Hmm ya sudah, baiklah, aku pulang sekarang." Jawab Rena melesu dan akhirnya memilih langsung beranjak mengambil tasnya yang terletak di sofa.


"Hati-hati ya." Ucap Rudy.


"Lalu jam berapa kamu akan pulang mas?"


"Aku belum tau, yang jelas jangan menungguku, istirahat lah."


"Hmm ya, ok." Rena pun kembali melesu dan akhirnya beranjak pergi dengan langkah sedikit sempoyongan.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2