
Keenan langsung masuk ke restoran itu dan mendapati Qilla duduk sendirian di sana.
"Sayang, kok sendirian? Bukannya kata mommy-mu, kamu bersama seseorang?" tanya Keenan begitu sampai di depan tempat duduk keponakannya.
"Ada kok Uncle," jawab Qilla. "Oiya, ada sesuatu buat Uncle." Qilla memberikan selembar kertas yang di lipat kepada pamannya.
"Apa ini?"
"Buka saja, Uncle!"
Keenan membuka lipatan kertas pemberian keponakannya. Dia terkejut saat melihat hal yang tertulis di sana.
"Siapa yang ngasih ini ke Qilla?" tanya Keenan lagi.
"Aku." Seseorang berdiri dibelakang Keenan.
Keenan berbalik, dia menghembuskan napas panjangnya saat melihat wajah orang yang memberinya lipatan kertas itu. Lipatan kertas yang bertuliskan kata MAAF.
"Mas, maafin aku. Aku tahu, aku salah karena aku sempat berpikir untuk menunda kehamilanku tanpa minta izin kepadamu. Tapi sungguh, aku belum meminumnya." Dira mencoba menjelaskan tentang kejadian tadi pagi.
Benar sekali, orang yang menemani Qilla adalah Dira. Setelah kepergian Keenan, Dira langsung mencoba menghubungi ponsel suaminya untuk meminta maaf dan menjelaskan duduk perkaranya. Namun, panggilannya tidak pernah di jawab oleh Keenan, demikian juga dengan pesan yang dia kirimkan lewat whatsapp. Tidak satu pun dari pesan itu yang dibaca oleh suaminya. Makanya, Dira memutuskan untuk meminta bantuan kakak iparnya itu dan menggunakan Qilla agar Keenan mau menemuinya.
Keenan melihat kertas yang bertuliskan kata 'MAAF' yang keponakannya itu berikan kepadanya. Kemudian dia beralih menatap wajah Dira yang sekarang berdiri di depannya.
__ADS_1
"Mas," panggil Dira saat Keenan masih bergeming dan tak mencawab permintaan maafnya.
Keenan berjalan mendekati Dira dan berhenti tepat dihadapan istrinya tersebut.
"Mas, kamu maukan maafin aku! Please!" ucap Dira dengan mengatupkan kedua tangannya dan memasang senyum terbaiknya.
"Kee, Dira sudah menjelaskan kepada Kakak tadi. Jadi, maafin dia ya." Mikha ikut bersuara, dia berdiri tepat dibelakang Qilla duduk.
"Boleh aku menanyakan sesuatu kepadamu?" tanya Keenan sambil menatap wajah Dira serius.
Dira mengangguk. "Tentu saja boleh," jawabnya.
"Kenapa kamu sempat berpikir untuk menunda kehamilanmu?" tanya Keenan.
Keenan memicingkan matanya. "Maksudmu?"
Dira menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.
"Kemarin aku meeting dengan rekan bisnis baruku. Dan ternyata dia adalah teman sekolahku waktu SMA. Dia bercerita kalau dia baru saja diceraikan oleh suaminya karena dia adalah wanita karir. Suaminya tidak suka memiliki istri yang bekerja di perusahaan, dia lebih suka istri yang hanya mengurus dirinya dan anaknya di rumah. Dan itu hal itu yang dijadikan alasan suaminya untuk berselingkuh dan akhirnya menceraikan temanku. Dan aku takut kalau kamu... kalau kamu juga akan melakukan hal yang sama padaku, makanya kemarin sepulang dari kantor aku membeli pil tersebut. Aku tidak mau bernasib sama dengan dia, diceraikan oleh suami dan membuat anak menjadi korban." Jawab Dira jujur sambil menundukkan kepalanya.
Keenan menghela napasnya kasar, dia tidak menyangka kalau istrinya memiliki pemikiran sesempit itu, memukul rata laki-laki, hanya karena suami temannya yang brengsek.
"Tapi sungguh, saat aku hendak meminum pil itu, aku sadar kalau semua laki-laki tidak sama seperti suami temanku itu. Termasuk kamu, aku tahu kamu berbeda dengan dia," lanjut Dira.
__ADS_1
"Jadi, itu alasan kenapa kemarin kamu menanyakan apa aku keberatan memiliki istri yang memiliki karir?" tanya Keenan. Dira mengangguk.
"Mas, aku bersumpah aku belum meminum pil itu. Aku juga ingin memiliki anak sama sepertimu. Apalagi saat melihat kelucuan Qilla dan saat Qilla memanggil Kak Mikha dengan sebutan mommy aku juga ingin suatu saat ada yang memanggil seperti itu," kembali Dira berujar. Namun, Dira kembali menunduk saat melihat ekspresi Keenan yang masih datar saat menatapnya.
"Mas, tolong maafkan aku!" pinta Dira dengan suara lirih.
"Kee, kamu sudah mendengarkan penjelasan Dira-kan? Jadi, maafkanlah istrimu!" seru Mikha. Kini dia sudah merangkul bahu putrinya.
Keenan tidak menjawab seruan kakaknya, dia hanya berjalan mendekat ke arah istrinya sembari memberikan tatapan yang sulit diartikan oleh Dira. Dan ....
...YUK BERIKAN LIKE LIKE LIKE...
...KOMEN DAN VOTENYA...
...AUTHOR TUNGGU...
...LOVE YOU ALL...
...💙...
Otor KECEH, mau rekomendasiin karya temen otor yang lain, yang pasti keren tentunya. Dan jangan khawatir di gantung, karena karya temen otor ini sudah end alias tamat. Jadi di baca ya teman-teman🤗🤗
__ADS_1
...🌷TERIMAKASIH🌷...