
"Apa kamu tidak keberatan?" tanya Keenan lagi.
"Tidak, Kee. Aku tidak keberatan kok tidur sekamar bareng kamu," jawab Dira sembari tersenyum.
"Baiklah, kita tidak akan pesan kamar lagi. Tapi, aku harus tetap ke meja resepsionis."
Kini giliran Dira yang menatap Keenan bingung. "Untuk apa kamu ke meja resepsionis?" tanya Dira lagi.
"Tentu saja ambil kunci kamar kita, memang kamu mau kita tidur di sini? Sekalian aku mau ngembaliin payung yang aku bawa tadi."
"Tentu saja, tidak. Ya sudah aku tunggu di sini."
Keenan mendekat ke meja resepsionis, setelah mengembalikan payung yang dia bawa tadi dan mengambil kunci kamarnya. Keenan mengajak Dira untuk masuk ke kamar yang sudah dia pesan.
"Kamu bisa mandi dulu sana, aku juga sudah belikan kamu handuk tadi. Semua ada di dalam papper bag yang aku berikan padamu."
Dira melihat isi papper bag yang Keenan berikan, ternyata benar. Di dalamnya sudah ada handuk, pakaian ganti dan juga .... Mata Dira membulat.
"Kee," panggil Dira.
"Ada apa?"
"E ... kamu juga membelikanku pakaian dalam? Memang kamu tahu ukurannya?" tanya Dira ragu.
__ADS_1
"Memangnya kamu mau memakai dalamanmu yang sudah basah itu?" Keenan menjawab Dira dengan pertanyaan.
"Tidak sih. Tapi ...."
"Tapi apa?" tanya Keenan lagi.
"Kamu kan belum pernah melihat apalagi menyentuhku, terus bagaimana kamu bisa tahu ukurannya?" tanya Dira lagi. "Atau jangan-jangan kamu sudah biasa melihat dan menyentuh milik orang lain ya?"
'Tuk'
Keenan menyentil kening Dira dengan menggunakan jarinya.
"Kamu pikir aku laki-laki apaan?"
Mendengar jawaban Dira, Keenan kembali menyentil kening istrinya itu.
"Sakit tahu," gerutu Dira sembari mengusap keningnya yang kena sentilan tangan Keenan.
"Aku memang menggunakan sistem itu dalam semua hubungan. Tidak hanya hubungan pekerjaan, tapi pertemanan juga."
"Jadi benar, kamu pernah bermain dengan wanita lain?" Dira menyimpulkan sendiri penjelasan yang di berikan oleh suaminya. "Aku tidak mau melayani laki-laki bekas orang lain."
"Dira sayang, dengarkan aku. Setiap hubungan memang harus di dasari dengan prinsip take and give. Misalnya hubungan pertemanan, kalau temanmu berbuat baik kepadamu kamu juga harus berbuat baik kepadanya. Atau saat kita berhubungan dengan lawan jenis, maka take and give yang di berikan adalah dengan saling mengalah dan tidak mementingkan ego masing-masing." Keenan memberikan penjelasan tentang prinsip take and give yang biasanya dia lakukan saat dia menjalin hubungan. Entah itu hubungan persahabatan atau pun dalam hubungan bisnis.
__ADS_1
"Tunggu! Tadi kamu bilang soal melayani. Jadi, kamu mau melayaniku jika aku bukan bekas orang lain?" tanya Keenan seraya menatap netra indah Dira.
Gleg. Dira menelan ludahnya.
"Bagaimana aku bisa mengatakan hal bodoh itu sih?" Dira merutuki kebodohannya dalam hati.
"Ma__maksudku ... bukan melayani yang itu," elak Dira.
"Melayani 'Yang itu'? Memang aku bertanyaan soal melayani yang bagaimana?" tanya Keenan. Dia sengaja menggoda Dira yang sudah tampak merona.
"Ti__tidak, maksudku melayani ...."
"Melayani apa?" tanya Keenan lagi. Dia bahkan menunjukkan senyum devilnya kepada Dira, Keenan berjalan semakin mendekat ke arahnya.
"Aku mau mandi, sana minggir!" Dira mendorong tubuh Keenan, dengan wajah yang masih merona, dia berlari masuk ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian terdengar teriakan Dira dalam kamar mandi dan itu membuat Keenan panik.
"Aaaa!" teriak Dira dalam kamar mandi.
🍂🍂🍂
Yuk, berikan like, komen dan giftnya kepada Babang Kee dan Mbak Dira. Lope lope sekebon pisang 🍌🍌
__ADS_1