KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 67


__ADS_3

Begitu sampai di rumah, tidak seeprti biasanya Keenan akan membukakan pintu mobilnya untuk Dira, pria tampan itu justru lebih sibuk dengan ponsel di tangannya.


"Kee, apa benar tidak ada sesuatu yang terjadi di kafe tadi?" Dira kembali memberikan pertanyaannya kepada Keenan.


"Tidak ada, Sayang. Kenapa kamu berpikir ada sesuatu yang terjadi di sana?"


"Bukan begitu, tapi sejak dari kafe tadi kamu lebih banyak diam. Bahkan kamu juga terlihat sibuk dengan ponselmu," protes Dira.


Keenan segera menaruh ponsel di tangannya ke dalam saku celana. "Maaf ya, Sayang. Memang akhir-akhir ini terlalu banyak hal yang membutuhkan waktu lebih untuk segera aku tangani," ucap Keenan. "Sayang, sepertinya ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Aku langsung pergi dulu ya."


Dira beringsut dari jok yang dia duduki, kemudian mengambil semua barang belanjaannya dan ke luar dari mobil suaminya itu. Dia terlihat kesal dengan sikap yang di tunjukkan oleh suaminya.


"Biar aku bawa__"


"Tidak usah, aku bisa membawanya sendiri," sahut Dira sebelum Keenan menyelesaikan ucapannya. Dan sebagai wujud kekesalannya kepada sang suami, Dira ke luar dari mobil itu sambil membanting pintu.

__ADS_1


"Aku langsung pergi dulu ya," pamit Keenan tanpa memperdulikan Dira yang sedang kesal. Keenan kembali menyalakan mesin mobil dan melajukannya meninggalkan rumah Dira.


Dira menghela napas panjangnya, setelah mobil Keenan tidak lagi terlihat dia melangkah masuk ke dalam rumah.


"Bersiaplah kehilangan saham peninggalan kakek."


Suara itu membuat Dira berhenti melangkah. Dia mengernyitkan dahi menatap sang pemilik suara dan mencari tahu maksud dari ucapannya. Anita tampak menyilangkan kedua tangan di depan dada sembari memperlihatkan senyum smirknya. Dia begitu yakin kalau ini dia pasti akan menang melawan putri tirinya tersebut.


"Kamu masih belum paham juga? Kasihan sekali sebentar lagi kamu akan kehilangan saham warisan dari kakek dan bersiaplah juga untuk menjadi janda," jawab Anita dengan pongahnya.


"Aku yakin kamu sudah tahu maksudku. Tapi baiklah, aku akan perjelas lagi." Anita berjalan mendekati Dira dan berdiri tepat di depan putri tirinya itu, dia sedikit mencondongkan tubuhnya agar bisa mengatakan sesuatu tepat di telinga Dira. "Keenan, suamimu itu sebentar lagi akan menceraikanmu. Dia akan kembali ke cinta pertamanya Anjani," ucap Anita tepat di telinga Dira.


Dira meremas tas belanjaannya dengan sangat kuat. Dia berusaha untuk tidak terpengaruh dengan ucapan Anita barusan.


"Aku tidak yakin kalau suamiku akan kembali ke cinta pertamanya. Dia mencintaiku, jadi tidak mungkin dia akan meninggalkan aku." Dira berusaha mengatakan itu dengan sikap tenang.

__ADS_1


"Kamu yakin Keenan mencintaimu?" tanya Anita, pertanyaan yang sebenarnya bertujuan untuk menjatuhkan mental Dira. "Kenapa aku merasa tidak yakin ya."


"Tentu saja aku sangat yakin," jawab Dira mantap. Walau di dalam hati, dia masih meragukan itu. Apalagi beberapa kali Keenan selalu melupakan dirinya ketika bersama dengan Anjani. Di tambah sejak dia melihat Anjani di kafe tadi, sikap Keenan berubah menjadi pendiam.


"Kalau begitu kita lihat saja, apa keyakinanmu itu benar atau ... ketidak yakinanku itu yang tepat!" Setelah mengatakan hal itu, Anita segera berlalu dari Dira.


Dira kembali menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya kasar.


"Semoga kamu benar-benar mencintaiku, Kee. Walau sebenarnya hati ini meragukanmu," lirih Dira.


Dira meletakkan barang belanjaannya di atas meja makan dan menyuruh ART untuk membawanya ke dapur. Kemudian dia menaiki anak tangga dan melangkah menuju ke kamarnya.


☘️☘️☘️


Maaf ya telat dan pendek, soalnya mood otor lagi ambyar. Insya Allah nanti up lagi. Jangan lupa tetap berikan like, komene dan giftnya. Terimakasih 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2