
"Sayang ini es krim yang kamu mau." Keenan tersenyum sambil menyerahkan es krim yang diminta Dira.
Dira mengerjapkan matanya beberapa kali melihat es krim yang di bawa oleh suaminya.
"Mas ini beneran?" tanya Dira yang tidak percaya dengan yang dia lihat.
"Tentu saja, aku tidak ingin anak kita ileran nanti," jawab Keenan dengan senyum yang terus mengembang.
"Ini terlalu banyak, Mas. Bagaimana aku akan menghabiskan es krim ini?" tanya Dira.
"Bukannya tadi kamu bilang mau es krim dengan berbagai rasa? Makanya aku beli semua es krim yang ada di sana," jawab Keenan.
"Semua, Mas?" tanya Dira.
"Iya, semua. Bukankah kamu bilang ingin es krim dengan berbagai varian rasa? Ya, aku beli semua lah."
"Aku memang ingin es krim dengan semua varian rasa, tapi, gak harus sebanyak ini juga kan, Mas," ucap Dira lagi. Dira menggeleng melihat banyak es krim yang Keenan bawa. Entah berapa potong es krim yang Keenan beli, yang jelas pria tampan itu membawa dua kantong besar yang semuanya berisi es krim dengan berbagai varian rasa.
"Kita bisa masukin semua es krim ini ke lemari pendingin di rumah kita. Jadi, kalau kamu ingin makan es krim, bisa langsung ambil."
"Mas, orang hamil itu keinginannya berubah-ubah, nggak selalu es krim. Mungkin saja besok tiba-tiba aku ingin makan buah mangga muda, misalnya. Jadi kamu nggak perlu beli es krim sebanyak itu."
"Tunggu! Kenapa kamu tahu banyak soal kehamilan? Memang kamu pernah hamil sebelumnya?"
__ADS_1
"Mas." Sentak Dira seraya menajamkan pandangannya.
"Bercanda, sayang," jawab Keenan.
Dira mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memberikannya pada Keenan.
"Apa itu?"
"Buku."
"Iya, maksudku buku apa?" Keenan meletakkan dua kantong es krim di jok belakang kemudi, kemudian dia menerima buku yang diberikan oleh istrinya.
"Itu buku tentang kehamilan," jawab Dira. "Kamu juga harus baca buku itu, jangan hanya mau enaknya saja!"
"Bukannya kamu juga menyukainya." Keenan menaik turunkan alisnya.
Keenan terkekeh mendengarnya, dia kemudian masuk ke dalam mobil.
"Ada apa?" tanya Dira saat melihat Keenan menatapnya dengan senyum yang mencurigakan.
"Apa kamu mau mencobanya, Sayang?" tanya Keenan.
Alis Dira bertaut, dia tidak mengerti maksud ucapan suaminya barusan.
__ADS_1
"Bukankah barusan kamu mengatakan kalau laki-laki selalu memikirkan itu?"
"Terus?"
"Bagaimana kalau setelah kamu memakan es krimnya, kita lakukan di sini?"
Dira melotot setelah tahu maksud dari suaminya, kemudian di mencubit lengan suaminya dengan kuat.
"Aw, sakit," pekik Keenan. Dia mengusap lengan yang baru saja di cubit oleh sang istri. "Aku kan hanya bercanda, kenapa kamu mencubitku kuat sekali?"
"Makanya jangan bercanda seperti itu denganku! Kita kan bisa melakukan itu di rumah, di ranjang yang empuk, kenapa harus melakukannya di sini yang tempatnya sempit. Belum lagi kalau ada kamera cctv yang menangkap permainan kita, bisa-bisa kita jadi viral," oceh Dira.
"Baiklah, sekarang makan es krimmu! Setelah itu kita pulang. Kita akan lakukan itu di rumah sesuai keinginanmu."
"Bukan begitu juga maksudku, Mas."
"Jadi kamu mau mencoba melakukannya di sini? Biar kamera cctv menangkap adegan yang kita lakukan dan kita menjadi viral?"
"Sudah, ah, Mas. Aku nggak mau ngomongin hal aneh-aneh lagi. Aku mau makan es krimnya saja."
Kembali Keenan terkekeh melihat ekspresi kesal yang ditunjukkan oleh istrinya. Keenan juga tidak mungkin mau melakukan itu di mobil, apalagi mobil mereka saat ini masih terparkir di depan mini market yang pastinya ada cctv yang terpasang. Dia mengatakan itu hanya untuk menggoda Dira, baginya ekspresi Dira saat kesal terlihat sangat lucu. Apa lagi jika melihat dia memanyunkan bibirnya, rasanya Keenan ingin langsung menerkam bibir itu.
Dira mengambil es krim dengan rasa vanila kemudian langsung memakannya. Dalam hitungan menit, satu es krim itu langsung habis dan hanya menyisakan wadahnya. Dira mengambil es krim dengan rasa yang lain dan memakannya. Setelah menghabiskan beberapa es krim, Keenan dan Dira langsung pulang. Dan sebelum itu, mereka membagikan es krim kepada semua orang yang mereka temui di jalan.
__ADS_1
Keenan dan Dira baru sampai di rumah tepat jam lima pagi. Mereka kembali melanjutkan istirahat mereka.
...JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN GIFT-NYA. 🌹TERIMAKASH🌹...