KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 90


__ADS_3

"Semua adalah rekayasa DIA!" seseorang yang baru saja muncul menunjuk ke arah Anita. Anita dan Riska membeliak menatap ke hadiran orang tersebut di sana.


"Hallo, Kakak tercintaku. Bagaimana kabarmu?" tanya orang itu dengan senyum devilnya.


Anita mengepalkan tangannya. "Sialan! Kenapa si Rena bisa hadir di sini?" batin Anita.


"Kenapa Tante ada di sini?" lirih Riska.


Orang yang datang itu adalah Rena, adik kandung Anita. Semua lensa para pemburu warta yang hadir mengarah kepadanya. Rena melangkah membelah kerumunan para wartawan itu, dia berdiri di samping Keenan dan Dira.


Keenan memberikan mic kepada wanita itu.


"Perkenalkan namaku Rena, aku adik kandung dari Yenita, maksudku Nyonya Anita." Orang yang baru saja datang itu mengenalkan diri.


Semua mata kini tertuju pada sosok yang memperkenalkan diri sebagai Rena.


"Tadi Anda bilang kalau semua hal yang ada di video yang beredar selama ini adalah rekayasa? Kalau benar itu rekayasa apa Anda memiliki bukti?"


"Tentu saja, aku kesini tidak dengan tangan kosong," jawab Rena. Dia mengeluarkan beberapa dokumen, foto dan juga video.


Setelah membaca dan melihat foto serta video yang di bawa oleh Rena, akhirnya para wartawan itu pun tahu kalau semua yang dituduhkan kepada ibunya Dira semuanya bohong. Karena di dalam salah satu video tampak Anita memasukkan sesuatu ke dalam minuman ibunya Dira kemudian saat ibunya sudah tidak sadarkan diri, dia menyuruh seorang pria untuk berpose seolah-olah mereka baru saja melakukan sesuatu. Dan beberapa dokumen lainnya menunjukkan nama asli Anita yang ternyata bernama Yenita. Dalam dokumen itu juga di jelaskan status Yenita saat pertama kali merantau ke kota yang ternyata masih berstatus istri orang. Dia bercerai setelah berhasil menjebak Hendrawan dan membuatnya salah paham dengan almarhum ibu Dira. Di sana juga dijalaskan kalau Anita alias Yenita memiliki seorang putri bernama Riska Amalia.


"Semua itu bohong! Dia pendusta! Aku tidak mengenalnya!" elak Anita.


"Kakakku tersayang, jangan bilang kamu tidak mengenal adikmu ini. Bukankah baru bulan kemarin kamu mentransfer sejumlah uang untuk aku dan juga anakmu."


Semua yang ada di tempat itu kembali menatap Anita.


"Tidak! Dia bohong! Aku masih single sebelum menikah dengan Hendrawan." Teriak Anita yang berusaha memberi penjelasan palsunya. " mas Hendra, kamu jangan percaya omongan wanita tidak jelas itu. Mas Hendra ingatkan kalau Mas Hendra adalah orang yang pertama kali mengambil keprawananku?"


"Single? Masih perawan? Apa aku tidak salah dengar?" seringai Rena. "Kakak pikir aku tidak tahu kalau Kakak sudah melakukan Hymenoplasty di sebuah klinik?" (Hymenoplasty adalah prosedur untuk mengembalikan keutuhan selaput dara)

__ADS_1


Anita mendekati Rena dan berusaha menarik tangannya meninggalkan tempat itu. "Dasar wanita pembual! Ayo pergi dari sini!" serunya.


"Aku tidak akan pergi, sebelum semua orang tahu kedokmu Kak." Rena berusaha menepis tangan Anita. "Dengar semuanya, asal kalian tahu, gadis yang berdiri di belakang sana dia adalah putri kandung dari Kakakku dari suami pertamanya." Tunjuk Rena kepada Riska yang berdiri di belakang para wartawan.


"Kamu sudah gila ya? Kenapa kamu ingin menghancurkan kebahagiaan Riska keponakanmu?" bisik Anita.


"Aku tidak mau Riska tumbuh sepertimu. Aku tahu, sebelumnya aku salah karena aku diam saja saat Diana temanmu memintaku untuk bersaksi bahwa semua yang di tuduhkan padanya itu bohong. Sebelumnya aku bahkan menerima uang kirimanmu. Tapi sekarang aku ingin memperbaiki semuanya, aku tidak ingin orang yang tidak bersalah menanggung aib yang jelas-jelas bukan aibnya." Jelas Rena panjang lebar. "Aku juga tidak mau ada korban seperti Diana dan Almarhum Mas Beno."


"A__a__aku ceraikan kamu sekarang juga." Suara Hendrawan membuat semua orang menatap ke arahnya.


"Pa. Papa sudah mulai bisa berbicara." Dira mendekat ke arah papanya.


"Mas, aku tidak mau bercerai denganmu Mas. Aku tidak mau," tolak Anita. Dia ikut mendekati Hendrawan dan berusaha meraih tangan suaminya itu. Namun dengan cepat Hendrawan menepisnya.


"Ha__hari ini ... ju__juga, kamu angkat kaki dari ruamhku!" ucap Hendrawan sekali lagi.


"Kamu sudah dengarkan? Papaku sudah menceraikanmu, jadi kamu segera angkat kaki dari rumah kami. Jangan lupa bawa anakmu ikut serta!" seru Dira. Dia menghalau Anita yang kembali ingin mendekati Hendrawan.


"Mas... kamu jangan percaya dia. Dia bohong Mas." Anita berusaha untuk kembali menjelaskan.


"Mas, jangan percaya dia. Dia pembohong, Mas! Hei, kamu, apa maksudmu mengatakan itu? Aku tidak mengenalmu dan Riska juga bukan anakku." Anita berusaha menarik Rena untuk meninggalkan tempat itu.


Keenan menyuruh orang-orangnya untuk melindungi Rena dan mengusir Anita dari tempat itu.


"Tante, kenapa Tante melakukan ini pada Kami? Bukankah sebelumnya Tante juga menikmati uang yang dikirim oleh Mama?"


"Ris, Tante tidak mau kamu hidup seperti Mamamu. Tante tahu sebelumnya Tante salah, tapi sekarang Tante sedang berusaha untuk memperbaiki kesalahan Tante. Dan Tante juga berharap kamu juga mau berusaha untuk memperbaiki kesalahanmu. Kamu tidak boleh mencontoh mamamu. Kalau kamu ingin sukses, maka bekerja keraslah! Jangan berusaha mengambil sesuatu yang bukan hak kamu!" Anita berusaha memberi penjelasan kepada keponakannya.


"Pokoknya aku benci, Tante!" maki Riska. Dia ikut pergi mengikuti langkah mamanya, Anita.


"Tuan Keenan, Nona Dira dan Anda Pak Hendrawan. Saya atas nama pribadi mohon maaf. Harusnya, saya membuka kedok mereka dari awal. Mungkin, jika saya membuka kedok kakak saya dari awal, Diana masih hidup sampai sekarang," ucap Rena penuh penyesalan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Setidaknya, sekarang nama baik almarhumah mama sudah kembali. Tidak ada lagi orang yang mengatainya pelacur," jawab Dira.


"Kalau begitu saya permisi." Rena ikut meninggalkan tempat itu. Setelah semua wartawan pergi, Keenan dan Dira segera membawa Hendrawan kembali ke kamarnya.


"Di__Dira, maaf ... kan... pa__papa. Papa sudah ... sudah salah sangka sama ibumu."


"Sudahlah, Pa. Yang terpenting semuanya sudah terbongkar." Jawab Dira. Dia membantu ayahnya untuk tidur di tempat tidur.


***


"Sialan, ini semua gara-gara Rena. Kita jadi gelandangan seperti ini," umpat Anita.


"Tahu tuh Tante. Kenapa dia jadi berubah seperti itu?" sahut Riska.


Saat ini Anita dan Riska masih berada di jalanan.


"Ma, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Riska.


"Kalau kita tidak bisa merebut harta keluarga itu secara baik-baik. Kita akan merebutnya dengan cara kasar."


"Maksud Mama?"


"Aku sudah punya rencana, tenang saja." Anita membisikkan sesuatu di telinga putrinya.


"Apa pun itu, aku akan mendukungmu, Ma."


Anita dan Riska sama-sama tersenyum membayangkan keberhasilan rencana mereka.


🍂🍂🍂


Sambil nunggu up berikutnya mampir yuk ke karya temen otor:

__ADS_1



Jangan lupa like, komen dan.giftnya ya. Salam sayang dari otor ter--KECEH🌷🌷


__ADS_2