KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 64


__ADS_3

Saat akan membuka pintu langkah Keenan kembali tertahan karena teriakan dari istrinya.


"Ada apa? Kenapa teriak?" tanya Keenan.


Dira menunjukkan kado pemberian dari kedua sepupu suaminya itu.


"Kenapa sepupumu memberikan barang menjijikkan seperti ini?" ungkap Dira. Dia mengambil lingrie berwarna merah maroon dari dalam kado dengan menggunakan ujung jarinya karena merasa jijik, kemudian di lemparkannya benda tersebut ke atas lantai. Baju jaring-jaring yang tidak bersalah itu pun teronggok tak berdaya di atas lantai.


"Sebentar, biar aku tanyakan pada mereka!" Keenan mengambil ponsel miliknya dari dalam saku jas, kemudian dia mencari nama kedua sepupunya dan menekan tombol hijau. Tidak lama kemudian terdengar tawa dari dua orang wanita di ujung sana.


"Bagaimana Kee, lingrienya baguskan? Kamu bisa menyuruh istrimu memakai itu saat kalian akan ... ehem ehem," Vina hanya melanjutkan ucapannya dengan sebuah deheman. "Kamu pasti tahu kan maksudku?" Terdengar tawa Vina dari ujung sana.


"Bagus apaan? Baju menjijikkan seperti kalian bilang bagus, gak ada bagus-bagusnya tahu," dengkus Keenan.


"Iya, karena lebih bagus kalau istrimu tidak memakai apa pun benar tidak?" timpal Vika yang di sambut gelak tawa oleh Vina.


"Tapi apa pun kado yang kalian berikan, aku ucapkan terimakasih," ucap Keenan.


"Sama-sama sepupuku yang galak," jawab Vina dan Vika barengan. "Oiya, BTW kamu nggak mau ngenalin istrimu ke kita?" tanya Vika.


"Sebentar." Keenan mengalihkan panggilannya dari panggilan biasa ke video call.


"Sayang, Vina dan Vika pengen kenalan sama kamu." Keenan memberikan ponselnya kepada Dira. Kemudian did duduk di sebelah istrinya.

__ADS_1


"Vina, Vika, kenalkan ini istriku Anindira." Keenan mengenalkan istrinya kepada kedua sepupunya tersebut.


"Hallo, aku Dira." Dira memperkenalkan dirinya sendiri seraya melambaikan tangan di depan kamera ponselnya.


"Hai, aku Vina dan ini saudaraku Vika." Vina dan Vika ikut memperkenalkan diri mereka.


"Silakan kalian ngobrol, aku akan temani Qilla di bawah," ijin Keenan.


"Qilla anaknya Kak Mikha kan? Gimana kabar dia? Kabar Kak Mikha dan Kak Dion juga gimana? Terus Kak Tama dan Kak Kiara juga apa kabar? Oma, Tante Bintang, Om Rangga, semuanya bagaimana?" cecar Vina.


"Hei, sepupu rese! Kamu ini tanya kabar apa sedang melakukan interogasi? Satu-satu dong kalau nanya," omel Keenan.


"Iya-iya, Sorry. Kita cuma nggak sabar pengen dengar kabar tentang kalian di sana." Kini giliran Vina yang memberikan jawaban.


"Liburan nanti kita pasti pulang. Kami sudah merindukan kalian semua," ujar dua wanita berawajah sama itu di depan layar ponsel mereka.


"Kami juga sangat merindukanmu," sahut Keenan. "Silakan kamu ngobrol sama Dira ya. Aku akan menemani Qilla dulu. Kapan-kapan aku yang akan hubungi kalian." Pamit Keenan, dia meninggalkan istrinya untuk berbincang dengan kedua sepupunya tersebut.


Vina, Vika dan Dira melanjutkan obrolan mereka tanpa Keenan.


***


Beberapa hari kemudian ....

__ADS_1


Sudah berhari-hari, Keenan menyuruh Arya untuk mencari tahu alasan perubahan sikap Anjani yang bisa di katakan drastis. Anjani yang dulu tidak akan mudah mengumbar perasaannya di hadapan orang lain meski pun dia mencintai orang itu. Namun, sekarang dia seakan berusaha memberitahu semua orang kalau dia memiliki perasaan dengan Keenan. Hal yang tidak mungkin dia lakukan sebelumnya.


Dan sore ini tanpa di sengaja Keenan melihat Anjani bertemu dengan ayahnya di sebuah kafe. Diam-diam Keenan mendengarkan percakapan antara ayah dan anak itu.


"Bagaimana Nak, apa kamu berhasil menjalankan misi yang di perintahkan kepadamu?"


"Ayah, aku tidak ingin mengganggu kehidupan Keenan. Apalagi, aku tahu kalau dia mulai mencintai istrinya itu. Aku terlihat seperti wanita murahan di depannya."


"Jadi kamu lebih memilih ayahmu ini di penjara?"


"Bukan begitu ayah, tapi ...."


"Tapi, apa? Bukankah sebenarnya dari dulu kamu memang sudah mencintai putra dari Rangga Wijaya itu? Jadi apa salahnya kalau sekarang kamu rayu dia lagi."


"Yah, aku tidak bisa," jawab Anjani.


"Ayah tahu Jani, kamu memilih S2 mu ke Jepang bukan karena ingin mengejar si Morgan. Tapi, kamu sengaja lari menghindari perasaanmu kepada Keenan hanya karena sahabatmu Alea juga menyukainya. Sekarang katakan pada ayahmu ini, apa perasaan cintamu pada Keenan sudah hilang?"


Anjani tidak menjawab, dia diam seribu bahasa. Mendengar percakapan ayah dan anak itu membuat Keenan tahu perasaan Anjani kepadanya dulu. Ternyata, dulu mereka memiliki perasaan yang sama, hanya saja Anjani yang memiliki sikap tidak enak-kan dan tidak mau membuat Alea sedih dengan terpaksa mengatakan kalau dirinya sudah memiliki pujaan hati.


Keenan menarik napas panjangnya kemudian menghembuskannya perlahan dan pada saat itulah dia terperanjat ketika ada orang yang menepuk bahunya.


🍂🍂🍂

__ADS_1


Tetap like, komen dan kasih giftnya ya. Maacih❤️❤️


__ADS_2