KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 62


__ADS_3

"Uncle, Tante Baik, kalian sedang apa?" tanya Qilla yang baru saja membuka matanya.


Dira dengan cepat menyingkirkan tangan Keenan dari tubuhnya, dia juga membetulkan handuk yang dia pakai. Sementara Keenan, dia juga langsung berbalik dan sedikit menutupi tubuh Dira dengan badannya.


"Qilla sudah bangun sayang?" tanya Keenan berusaha mengalihkan perhatian keponakannya.


"Sudah Uncle," jawab Qilla.


"Qilla, lapar tidak? Atau Qilla pengen minum?" tanya Keenan lagi, dia memberikan kode dengan mengibaskan tangannya di belakang tubuh agar Dira segera mengambil pakaiannya dari dalam lemari dan kembali ke kamar mandi.


Dira segera melakukan hal yang di perintahkan oleh Keenan. Dia mengambil baju dari dalam lemari dan membawanya masuk kembali ke dalam kamar mandi.


"Uncle, tadi Tante baik sedang minta di pilihin baju ya?" tanya Qilla.


Keenan sedikit terkejut dengan pertanyaan Qilla, berarti gadis kecil itu sempat melihat dirinya yang sedang mencumbu sang istri. Namun, dia masih bernapas lega karena Qilla hanya melihat hal yang dia lakukan dari belakang, sehingga yang terlihat oleh Qilla hanya Keenan yang sedang berdiri di belakang Dira. Sehingga gadis kecil itu mengira kalau dirinya sedang memilihkan baju untuk Tante baik-nya.


"I__iya, Sayang. Tante baik tadi bingung mau pakai baju yang mana, makanya Uncle bantuin Tante buat milihin baju," jawab Keenan.


"Aku harus bisa lebih mengendalikan diriku saat ada Qilla. Aku tidak ingin dia melihat hal yang seharusnya belum boleh dia lihat." Keenan berbicara dalam hati.


Keenan berjalan mendekati Qilla dan duduk di sebelah gadis kecil tersebut. "Qilla, kenapa Qilla tadi bisa berada di dalam mobil, padahal kan kunci mobilnya masih ada di tangan Uncle?" tanya Keenan. Dia masih penasaran kenapa Qilla bisa masuk ke dalam mobil yang terkunci dari luar.


"Uncle lupa ya, kan Uncle pernah ngasih kunci cadangan mobil Uncle ke Qilla waktu Uncle nginep di rumah Mommy," jawab Qilla. "Dan tiap mau ngembaliin kuncinya ke Uncle Qilla selalu lupa. Maafin Qilla ya Uncle."

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok sayang. Tadi Uncle hanya penasaran saja bagaimana Qilla masuk ke mobil Uncle sementara kunci mobil Uncle ada pada Uncle," balas Keenan seraya mengusap rambut keponakannya. Tidak lama kemudian Dira keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian yang sudah rapi. Dia duduk di tepi ranjang tempat Qilla tadi berbaring.


"Sayang, maafin Tante Baik ya karena pasti tadi Qilla pergi karena melihat Uncle dan Tante berantem. Tapi, Tante janji lain kali Tante dan Uncle tidak akan bertengkar di depan Qilla," ucap Dira.


"Tidak apa-apa kok Tante. Pasti tadi Tante marah karena Uncle marahin Tante. Lain kali kalau Uncle marah sama Tante kita adukan saja sama Oma Bintang, biar Uncle di jewer sama Oma Bintang," ujar Qilla.


"Qilla benar, kalau Uncle nakal kita adukan saja sama Oma Bintang," timpal Dira. Keduanya pun tertawa bersamaan.


"Ra, apa kamu kenal dengan orang yang baru saja keluar dari rumah tadi?" tanya Keenan. Dia kembali ingat dengan laki-laki paruh baya yang di lihatnya saat mobil yang dia kendarai baru memasuki pelataran rumah.


"Aku juga tidak tahu siapa dia, sepertinya baru hari ini aku melihatnya," jawab Dira.


"Aku yakin laki-laki tadi adalah ayah dari Anjani. Tapi bagaimana bisa ayah Anjani kenal dengan ibu tirinya Dira." Keenan bermonolog dalam hati.


"Tidak apa-apa. Oiya aku ada urusan mendadak di kantor. Kamu jaga Qilla ya, nanti malam baru aku antar Qilla pulang."


"Iya, Kee. Aku pasti akan jagain Qilla dengan baik," jawab Dira.


"Qilla sayang, Qilla nurut ya sama Tante. Uncle ada urusan di kantor." Pamit Keenan kepada ponakannya.


"Oke, Uncle. Qilla akan nurut sama Tante. Uncle tenang saja," jawab Qilla.


Setelah berpamitan dengan Dira dan Qilla, Keenan segera meninggalkan rumah tersebut. Sepeninggal Keenan, Dira dan Qilla bermain rumah-rumahan di dalam kamar.

__ADS_1


***


Sementara itu, Keenan segera menemui Arya di perusahaan Wijaya. Dia ingin mengetahui hal apa yang di dapat dari hasil penyelidikan yang di lakukan oleh sahabatnya itu mengenai kebocoran yang terjadi di perusahaannya.


"Apa kamu sudah menemukan siapa orang yang membocorkan rancangan kita pada perusahaan lawan?" tanya Keenan.


Arya masih diam.


"Ar, kamu mendengarku kan?" tanya Keenan lagi.


"Kee, sebenarnya aku juga tidak percaya dengan hasil penyelidikan yang aku lakukan. Tapi ...."


"Tapi apa?"


"Tapi, aku harus menyampaikannya."


"Tidak usah muter-muter katakan saja!" seru Keenan.


"Dia adalah ...."


☘️☘️☘️


Yuk, berikan like, komen dan giftnya untuk Babang Kee dan Mbak Dira. Salam sayang dari otor ter--KECEH❤️

__ADS_1


__ADS_2