KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 46


__ADS_3

Dira dan Keenan masih berdiri di tempatnya. Keduanya sama-sama enggan untuk memulai pembicaraan. Keduanya tidak ada yang mau mengalah dan berusaha mempertahankan egonya.


Dira mengusap cairan bening yang keluar dari sudut matanya dan berusaha untuk bersikap seolah tidak pernah ada yang dia lihat. Dia ingin menunjukkan kepada lelaki yang saat ini berdiri di hadapannya kalau dia bisa bersikap profesional. Sementara Keenan meski dia tahu ada gurat kesedihan di wajah wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut, nyatanya hal itu tidak membuatnya ingin memberi penjelasan tentang hal yang baru saja terjadi.


Cukup lama sepasang suami istri itu saling diam, hingga suara seseorang dari balik pintu membuyarkan keduanya.


"Uncle, Tante baik, kalian berdua sedang apa?" tanya Qilla yang baru saja datang. Gadis kecil itu menatap dua orang dewasa yang ada di hadapannya bergantian.


Dira menatap ke arah Keenan sejenak kemudian menghampiri gadis kecil yang baru saja masuk tersebut, dia berjongkok di hadapan gadis itu.


"Qilla sayang, kenapa ada di sini? Kamu ke sini bareng siapa?" tanya Dira.


"Qilla bilang dia kangen sama kamu Dir," jawab seseorang yang baru saja masuk dan dia adalah Mikha. "Tadi aku dan Qilla datang ke rumahmu, tapi orang tuamu bilang kamu sedang berada di kantor Kee, makanya aku susulin kamu ke sini," jelas Mikha. "Maaf ya."


"Kenapa minta maaf Kak? Aku malah seneng bisa ketemu Qilla." Dira tersenyum sambil mengusap rambut Qilla.


"Tante baik, tadi di luar gedung aku bertemu dengan Aunty dan Om Arya."


"Aunty?" Dira menatap Keenan. Dadanya kembali sesak saat tahu Aunty yang di maksud Qilla ternyata adalah Anjani.


"Pantas saja waktu aku meminta Qilla memanggilku Aunty, dia menolak dan bilang kalau dia sudah punya Aunty," batin Dira.


"Dira, Qilla memanggil Jani Aunty karena dulu dialah wanita pertama yang Kee ajak berkenalan dengannya. Makanya Qilla memanggilnya Aunty, kamu jangan berpikir yang tidak-tidak ya." Mikha merasa tidak enak dengan adik iparnya itu.


"Tidak apa-apa kok, Kak. Aku mengerti, aku memang hadir mendadak di keluarga kalian. Jadi pantas kalau aku masih di anggap sebagai orang asing."


Jawaban Dira semakin membuat Mikha merasa tidak enak. Apalagi saat melihat mimik wajah adik dan adik iparnya, Mikha merasa ada yang baru saja terjadi diantara keduanya dan dia yakin itu pasti karena kehadiran Anjani barusan.


"Tante baik, tapi Qilla lebih menyayangi Tante baik kok di banding dengan Aunty."


Seakan tahu dengan yang di rasakan oleh Dira gadis kecil itu memberikan pelukannya kepada Dira.

__ADS_1


"Tante juga sayang sama Qilla," jawab Dira.


"Qilla, Qilla kan sudah bertemu dengan Uncle dan Tante baik, sekarang kita pulang yuk! Daddy pasti sudah menunggu kita di rumah!" ajak Mikha.


"Sebentar lagi Mommy, Qilla masih kangen sama Uncle dan Tante baik," rengek Qilla.


"Tapi sayang, sebentar lagi Mommy juga ada jadwal operasi."


"Kak, biar nanti aku dan Dira yang mengantar Qilla pulang," ucap Keenan.


"Tapi Kee.... "


"Iya, Kak. Biar nanti aku dan Kee yang mengantar Qilla pulang. Lagian aku juga masih kangen dengan keponakanku ini." Dira mencuit hidung Qilla gemas.


"Baiklah asal itu tidak merepotkan kalian."


"Tentu saja tidak, Kak," jawab Dira dan Keenan bersamaan. Keduanya saling tatap sebentar kemudian kembali mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain.


"Ya sudah. Kakak titip Qilla ya, ingat jangan bawa dia pulang larut malam!"


"Iya, Kak. Sudah sana pulang!" seru Keenan.


Setelah berpamitan Mikha segera meninggalkan ruang kerja adiknya tersebut.


"Tante baik, Uncle, yuk kita makan Qilla lapar!" ajak Qilla seraya menarik tangan Keenan dan Dira.


Sekali lagi Dira dan Keenan saling tatap untuk beberapa saat. Kemudian ketiga orang itu meninggalkan ruang tersebut sambil bergandengan tangan layaknya sebuah keluarga kecil dengan Qilla yang berada di tengah.


***


Di tempat lain, Anjani yang baru saja keluar dari kantor Wijaya grup segera naik ke taksi yang kebetulan sedang berhenti di depan perusahaan Wijaya.

__ADS_1


"Jalan Pak!" suruh Jani pada sang sopir taksi tersebut.


Anjani yang duduk di jok penumpang menyandarkan punggungan pada sandaran jok. Dia menghela napas beberapa kali untuk meringankan beban yang ada di hatinya. Anjani merasa hal yang dia lakukan hari ini begitu berat. Bersikap seperti wanita murahan yang merayu suami orang lain tidak pernah terlintas sedikit pun di pikirannya.


Anjani menatap pantulan dirinya dari spion yang ada di atas dashboard, dia merasa begitu rendah dengan perbuatannya barusan. Mencium Keenan orang yang sama sekali tidak dia cintai sungguh adalah perbuatan paling rendah yang pernah ia lakukan. Dia benci harus melakukan hal itu, apalagi saat melihat kesedihan yang tampak terlihat jelas dari wajah Dira. Dia benar-benar semakin merasa bersalah.


Anjani terhenyak dari lamunannya saat mendengar dering yang berasal dari ponselnya.


Dia segera mengambil ponsel miliknya itu dari dalam tas.


"Aku sudah melakukan hal yang Anda suruh, jadi Anda sudah bisa membebaskan Papaku dari penjara kan?"


"Papamu akan bebas saat rumah tangga Dira dan Keenan berakhir."


"Apa maksudmu? Bukankah kamu hanya menyuruhku untuk merayu Keenan dan aku sudah melakukan itu. Anda ingin mengingkari ucapan Anda sendiri? Aku tidak mau melakukan hal menjijikkan itu lagi."


"Terserah. Hanya saja selama pernikahan Dira dan Keenan belum berakhir, maka selama itu pula papamu akan tetap mendekam di penjara. Jadi, berusahalah agar mereka segera mengakhiri pernikahan mereka. Mengerti!"


"Tapi itu tidak sesuai dengan kesepakatan kita se__"


Tut tut tut.


Orang itu sudah mengakhiri panggilannya. Anjani berusaha untuk menghubungi orang itu kembali, namun panggilannya hanya di reject oleh orang tersebut.


"Aaaa! Apa yang harus aku lakukan sekarang?!" teriak Anjani kesal. Saat itulah ponselnya kembali berdering.


"Apa Anda sudah berubah pikiran dan mau__"


Anjani tidak melanjutkan perkataannya saat tahu yang menghubunginya adalah orang lain.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Tetap berikan like, komen dan giftnya ya. Salam sayang dari otor ter--KECEH 🌹


__ADS_2