
Keesokan harinya setelah mengantar Dira ke perusahaannya, dia menghubungi ibu mertuanya untuk mengajaknya bertemu di sebuah restoran. Keenan ingin agar persoalan Anjani bisa ia selesaikan hari ini. Sehingga tidak ada kecurigaan di hati istrinya. Tidak lupa dia juga menyuruh Anjani dan ayahnya untuk datang ke restoran yang sama dengan restoran tempat pertemuannya dengan Anita.
Dengan duduk menyilangkan kaki, Keenan menyambut kedatangan Anita di restoran yang sudah ia tentukan.
"Nak Kee, untuk apa Nak Kee mengajak saya bertemu di sini?" tanya Anita yang baru saja tiba di restoran.
"Duduklah dulu, Ma!" seru Keenan, dia mempersilakan mertuanya itu untuk duduk.
Meskipun merasa ada yang aneh dengan tingkah menantunya, Anita tetap melakukan yang di minta oleh Keenan.
"Mama dengar perkataanku baik-baik! Aku tidak akan pernah meninggalkan Dira dalam keadaan apa pun. Jadi, berhenti menyuruh Anjani untuk mendekatiku!" Keenan memberikan tatapan dinginnya kepada Anita.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti dengan yang kamu katakan?" tanya Anita yang berpura-pura tidak tahu maksud dari ucapan menantunya.
"Benar Anda tidak tahu dengan apa yang saya maksud?" Kali ini tatapan Keenan tampak lebih dingin dari sebelumnya.
"Aku__"
Keenan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Suruh mereka ke sini!" titah Keenan pada orang yang berada di ujung telpon sana.
Tidak lama kemudian orang yang Keenan suruh untuk datang tiba di hadapan Anita. Mata Anita membulat sempurna, dia tidak percaya kalau rencananya kali ini ter-endus oleh menantunya.
"Apa Anda masih belum paham?" Keenan kembali menajamkan tatapannya.
Keenan melempar beberapa kertas di hadapan ibu mertuanya itu. Anita meraih kertas-kertas yang di lempar oleh Keenan, kemudian membacanya dan lagi-lagi dia membeliak.
"Anda menggunakan hutang ayahnya, untuk menekan Jani agar mau menuruti segala perintahmu. Padahal kenyataannya ayahnya Jani tidak berhutang kepadamu."
"Apa maksudmu, Kee?" tanya Anjani yang baru saja datang.
__ADS_1
"Tuan, Anda mau saya yang mengatakannya pada Jani atau__"
Dua orang yang di hadirkan Keenan tadi adalah ayahnya Anjani yang bernama Roman dan seorang temannya.
"Jani, tolong maafkan ayah!" Roman berlutut di hadapan putrinya.
"Ayah apa maksudnya ini?" tanya Anjani kepada ayahnya.
"Ayah berbohong padamu."
"Maksud ayah apa?" tanya Anjani bingung.
"Sebe_sebenarnya, ayah ... ayah ...."
"Sebenarnya Ayah kenapa? Katakan dengan jelas!" sentak Anjani.
"Sebenarnya, Ayah tidak memiliki hutang apa pun kepada Nyonya Anita. Ayah ... ayah berbohong padamu agar kamu mau mendekati Keenan lagi."
"Astaga, Ayah!" teriak Anjani. "Ayah tega ya menjadikan aku wanita yang tidak tahu malu yang mendekati suami orang."
"Aku kira Ayah benar-benar memiliki hutang 10 milyar kepada Nyonya Anita. Makanya, demi ayah aku rela melakukan hal yang tidak pernah aku inginkan. Aku seperti wanita murahan yang terus menggoda Keenan, hanya karena takut ayah di penjara." Tutur Anjani di sertai isak tangis karena tidak bisa menahan kekecewaannya kepada sang Ayah. "Kenapa Ayah setega itu padaku, kenapa?"
Anjani terduduk di lantai dengan deraian air mata.
"Itu karena ayah menginginkan menantu yang kaya seperti Keenan. Kamu itu bodoh, sudah jelas Keenan dulu mencintaimu, tapi kamu malah menolak dia dan lebih memilih Morgan yang tidak memiliki apa-apa."
"Yah, kita tidak akan pernah bisa memilih kepada siapa cinta itu berlabuh." Anjani berusaha memberikan pengertian kepada ayahnya mengenai perasaannya pada Morgan. "Aku mencintai Morgan dengan semua kekurangannya."
"Cukup!" sentakan Keenan membuat Anjani dan ayahnya terdiam.
"Pak Roman, Anda sudah tahu kan. Kalau saya saat ini sudah beristri, jadi meskipun tiba-tiba saja Jani mencintai saya, saya juga tidak akan mungkin mau menerima perasaan cintanya lagi."
__ADS_1
"Tapi ... bukankah kamu masih memiliki perasaan terjadap Jani, anakku. Aku rela jika kamu harus menjadikan Jani istri keduamu, yang penting aku memiliki menantu orang kaya," ujar Roman dengan tidak tahu malunya.
"Cukup, Ayah!" sentak Jani. "Jangan ayah permalukan aku lagi!"
"Ma, penjelasan seperti apa yang ingin Mama berikan padaku soal ini?" Kini Keenan beralih ke ibu mertuanya.
"Tidak ada. Mama hanya ingin membantu Roman untuk memiliki menantu kaya, apa itu salah? Lagian, aku juga tahu kamu itu terpaksa menikahi Dira. Iyakan?"
"Anda benar, saya memang terpaksa menikahi dia. Dan memang benar juga kalau saya tidak mencintai dia. Tapi itu awalnya dan sekarang saya benar-benar mencintai Dira. Saya akan melindungi dia dari siapa pun, termasuk Mama." Keenan mengatakan itu penuh penekanan di setiap kalimatnya.
Anita mengepalkan tangannya.
"Kali ini, saya memaafkan Mama karena sudah berusaha untuk menghancurkan rumah tangga saya dengan Dira. Tapi lain kali, tidak akan ada kata maaf jika Anda masih berusaha menghancurkan rumah tangga saya." Kembali Keenan memberikan sorot tajamnya. "Mama boleh pergi sekarang!"
Anita tidak mengatakan apa pun. Dia segera meninggalkan restoran itu.
"Dan untukmu Tuan Roman, belajarlah menghargai perasaan putrimu, belajarlah menerima apa pun yang menjadi keputusan putrimu. Seharusnya sebagai orang tua, Anda akan mendukung pilihan putri Anda. Bukan malah berusaha menjatuhkan namanya."
Mendengar kata-kata Keenan, Roman memilih meninggalkan putrinya yang masih terduduk di lantai sambil menangis.
Setelah semua orang pergi, Keenan bangun dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Anjani. Dia berjongkok di depan wanita yang pernah dia cintai.
"Sudah Jani, jangan menangis. Sekarang semuanya sudah berakhir, kamu tidak perlu berpura-pura lagi. Dan kamu juga bisa langsung kembali ke Jepang menemui Morgan. Dia sudah sangat merindukanmu, aku yakin kamu pun sama."
"Terimakasih ya, Kee," ucap Jani.
"Sama-sama. Ayo bangunlah jangan seperti ini, rasanya tidak enak jika orang melihatmu seperti ini."
Keenan membantu Anjani untuk berdiri. Namun, pada saat Anjani hendak berdiri tiba-tiba kakinya keserimbet dan membuatnya hampir jatuh. Beruntung Keenan cepat menangkap pinggang Anjani dan menarik ke tubuhnya sehingga membuat posisi mereka seperti orang yang sedang berpose dansa.
"Sedang apa kalian?"
__ADS_1
🍂🍂🍂
Tetap berikan like, komen dan giftnya yuk buat Babang Kee dan Mbak Dira. Terimakasih dan salam sayang dari otor ter--KECEH 🌹