KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 41


__ADS_3

"Kenapa terlam--"


Dira tidak melanjutkan perkataannya. Dia menatap ke arah orang itu dengan tatapan tidak suka.


"Kenapa kamu di sini?" tanya Dira ketus.


"Tuan Keenan menyuruhku untuk mengantarmu pulang," jawab Erik.


Orang yang di suruh Keenan untuk mengantar Dira pulang adalah Erik.


"Tidak usah, jika kamu yang mengantarku lebih aku pulang sendiri," tolak Dira. "Aku akan memesan taksi online sekarang, jadi pergilah dari sini!"


Dira mengambil ponsel dari dalam tasnya untuk memesan taksi online. Namun, sebelum dia sempat membuka aplikasi transportasi online dari layar ponsel miliknya, tiba-tiba ponsel itu mati karena kehabisan daya.


"Sepertinya aku harus mencari taksi di sekitar sini," gumam Dira, dia kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.


Saat Dira hendak melangkah meninggalkan tempat dia berdiri, Erik sudah mencegah langkahnya dengan menarik tangan Dira.


"Singkirkan tanganmu!" suruh Dira.


"Tidak, sebelum kamu bersedia aku antar pulang," tolak Erik yang masih menahan tangan Dira.


Beberapa karyawan yang kebetulan berada di lobi melihat ke arah Dira dan Erik.


"Erik, tolong lepaskan tanganku! Aku tidak mau kita menjadi pusat perhatian mereka!" suruh Dira. Tapi, semakin Dira berusaha untuk melepaskan tangannya dari Erik, pria itu justru semakin menguatkan genggamannya.


"Lepas!"


"Sudah aku bilang aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kamu bersedia aku antar pulang," jawab Erik.


Pria itu tidak perduli dengan tatapan karyawan yang ada di sana.

__ADS_1


Dira menghela napasnya.


"Baiklah, aku bersedia kamu antar pulang. Tapi sekarang juga lepaskan tanganku! Aku tidak ingin merusak nama baik suamiku!" suruh Dira, dia memberikan tatapan tajamnya kepada Erik.


Akhirnya Erik melepaskan tangan Dira dari genggamannya. Dia tidak ingin Dira merubah keputusan untuk di antar pulang olehnya.


"Kalau begitu ayo!" ajak Erik. "Ada apa?" tanya Erik saat melihat Dira masih bergeming dari tempatnya berdiri.


"Kamu jalan saja di depanku, aku akan mengikutimu dari belakang," jawab Dira.


"Baiklah," ucap Erik.


Erik berjalan beberapa langkah lebih dulu dari Dira. Dia terus melangkah menuju ke tempat parkir setelah memastikan Dira mengikutinya.


Begitu sampai di tempat parkir, Erik membukakan pintu depan mobil miliknya. Namun, Dira justru melewatinya dan lebih memilih duduk di jok belakang.


Erik hanya bisa menerima keputusan Dira itu, dia menutup pintu mobil yang sengaja dia bukakan untuk Dira barusan. Dia kemudian masuk ke dalam mobil tersebut dan duduk di jok kemudi. Erik mulai menyalakan mesin mobilnya dan mobil itu pun mulai melaju meninggalkan halaman parkir Wijaya Grup.


Sementara itu di ruang kerjanya, Keenan berusaha menurunkan si jeri dengan cara memfokuskan otaknya ke pekerjaan. Dia memulai dengan memeriksa beberapa file yang sebenarnya adalah pekerjaan Arya.


Tok tok tok.


"Masuklah," suruh Keenan. "Bagaimana apa Erik sudah pergi mengantarkan Dira pulang?" tanya Keenan saat tahu yang datang adalah Arya.


"Sudah, baru saja mobil mereka meninggalkan Wijaya Grup." Arya menarik bangku kosong yang ada di hadapan Keenan kemudian mendaratkan bokongnya di atas bangku itu.


"Kee, sepertinya kamu sudah mulai membuka hatimu untuk istrimu. Apa itu berarti kamu sudah memilih untuk berhenti mengejar Anjani?" tanya Arya kepada Keenan.


Keenan menghentikan pekerjaannya, dia menatap mata sahabatnya tersebut. "Anjani sudah menolakku, jadi untuk apa aku mengejarnya," jawab Keenan. "Tapi mengenai perasaanku, aku tidak akan mungkin jatuh cinta kepada wanita licik seperti dirinya."


"Yakin?" tanya Arya memastikan.

__ADS_1


"Tentu saja yakin," jawab Keenan.


"Tapi kenapa aku malah melihat sebaliknya ya," goda Arya.


"Apa maksudmu?"


"Aku lihat kamu menggunakan hati saat menciumnya," jawab Arya.


"Aku melakukan itu karena terpaksa, karena menurutku itu cara satu-satunya buat membungkam para wartawan tadi" kilah Keenan.


"Jadi kamu tidak merasa keberatan jika si Erik mengambil Dira darimu?" tanya Arya.


"Maksudmu?" Keenan semakin menajamkan tatapannya.


"Sepertinya si Erik suka dengan Dira. Aku lihat sepanjang konferensi pers tadi, dia sering mencuri-curi pandang untuk menatap Dira. Bahkan aku sedikit menangkap gelagat kesalnya saat kamu membungkam mulut para wartawan dengan cara konyolmu itu," jelas Arya.


Keenan terdiam.


"Tadi aku juga sempat melihat si Erik menarik tangan istrimu."


"Apa yang ingin kamu katakan sebenarnya, Ar?" tanya Keenan.


"Sepertinya kamu harus menyelidiki Erik. Siapa tahu dia orang yang dicintai oleh istrimu. Bisa gawat kan, kalau tiba-tiba dia ngerebut orang yang kamu suka?"


Arya sengaja memanas-manasi Keenan, dia ingin tahu reaksi seperti apa yang akan di tunjukkan oleh sahabatnya itu. Tapi ternyata harapan Arya untuk membuat Keenan panas tidak berhasil. Dengan santainya sahabatnya itu malah menjawab akan melepaskan Dira jika Dira juga menyukai Erik.


🍁🍁🍁


Jangan lupa like, komen dan giftnya ya untuk Babang Kee dan Mbak Dira.


Maaciew, salam sayang dari otor ter--KECEH 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2