
"Sayang, apa kamu juga mau memberikan panggilan sayang untukku?"
"Apa ya?" Dira berpikir sejenak.
"Bagaimana apa kamu sudah menemukannya?" tanya Keenan lagi, dia mendekatkan wajahnya tepat di depan Dira.
"Mas Kee, bagaimana? Itu terdengar maniskan?" jawab Dira seraya menelusuri wajah tampan Keenan menggunakan ujung jari telunjuknya.
"Baiklah, panggilan itu lumayan manis. Apalagi jika aku bisa mendengarnya malam ini," ucap Keenan. Napas hangatnya menyapu wajah cantik Dira.
"Kamu pasti akan mendengarnya," jawab Dira. Kemudian dia menjauhkan wajahnya dari wajah suaminya. Dira tidak mau mendapat tatapan yang menakutkan dari Dion. Karena kakak iparnya itu akan terlihat menakutkan saat ada orang yang berani bermesraan di depan putri kecilnya.
Tidak jauh dari ketiga putra putri dan menantunya, Rangga dan Bintang terlihat sangat bahagia. Senyum bahkan terus tersungging dari bibir keduanya.
"Tidak terasa ya, Mas. Kalau anak-anak kita sekarang sudah dewasa. Kadang aku merasa kalau waktu begitu cepat berlalu. Aku ingat bagaimana Tama dulu selalu bersikap jahil, rasanya aku merindukan kejahilannya. Dan Mikha, sifat lugunya selalu bisa memancing gelak tawa kita semua. Aku ingat ketika dia ingin memiliki adik dan menganggap kalau membuat adik sama dengan membuat adonan dan sifatnya itu kini menurun pada Qilla cucu kita. Dan Kee, dia berbeda dengan Tama dan Mikha. Kadang dia bisa bersikap manja kepada semua orang dan kadang dia bisa lebih bersikap dewasa dari kedua kakaknya." Bintang menarik napas panjangnya. "Rasanya aku merindukan saat-saat mereka masih kecil."
Rangga merangkul pundak istrinya dan membuat Bintang menyandarkan kepala di bahu bidanngnya.
"Bagaimana kalau kita memiliki anak lagi?"
Mata Bintang membeliak mendengar penuturan suaminya. "Mas, ingat umur. Kita itu sudah tidak muda lagi dan tugas kita sekarang adalah bermain dengan cucu-cucu kita," protes Bintang.
"Aku masih bisa kok membuatmu hamil." Bintang langsung membungkam mulut suaminya menggunakan telapak tangannya.
"Jangan bicara hal yang aneh. Tugas kita sekarang adalah bermain dengan cucu-cucu kita, bukan dengan anak kita. Ingat itu!"
"Apa salahnya kita nambah satu anak lagi," ucap Rangga cuek.
"Mas!"
"Aku bercanda," ralat Rangga dengan mengangkat kedua tangannya. Bintang menggeleng melihat tingkah suaminya.
Tama, Mikha dan Keenan, saling tatap ketiganya mengangguk kemudian bersama-sama lari menghambur kepelukan mommy dan daddy--nya.
"Mommy, Daddy, kami sangat menyayangi kalian," ucap ketiga.
"Kami juga menyayangi kalian," jawab Bintang. Dia mencium kening ketiga anaknya bergantian.
"Jadi, Mommy dan Daddy nggak akan nambah anak lagi kan? Mikha masih mau menjadi putri mommy satu-satunya," ujar Mikha yang mengeratkan pelukannya kepada sang mommy.
__ADS_1
"Jadi kamu mendengar pembicaraan mommy dan daddy barusan?" tanya Bintang.
Tama, Mikha dan Keenan, mengangguk bersamaan.
"Astaga, kalian benar-benar tidak sopan mendengarkan pembicaraan orang tua." Ucap Bintang sambil memberikan tatapan tajamnya kepada ketiga putra putrinya.
"Pokoknya, Mikha nggak mau ada menyaingi Mikha. Hanya Mikha satu-satunya yang boleh menjadi putri dari Bintang Permata Putri dan Rangga Wijaya. Tidak boleh ada putri lagi selain Mikha," ucap Mikha dengan memonyongkan bibirnya.
"Kakak kan sudah ganti nama menjadi Nyonya Sebastian, jadi Kee rasa mommy masih bisa kok puya putri lagi," sahut Keenan.
Dan mendapat acungan jempol dari Tama dan Rangga.
"Pokoknya nggak boleh."
Mereka semua akhirnya tertawa melihat Mikha yang memasang wajah cemberutnya.
"Mommy, kenapa Daddy?" tanya Qilla kepada sang ayah Dion.
"Mommy sedang ingin bermanja dengan Oma dan Opa," jawab Dion.
Malam itu menjadi malam yang membahagiakan bagi keluarga Wijaya.
Keenan dan Dira berada di ruang tunggu rumah sakit, mereka saat ini sedang duduk di depan ruang obgyn. Mereka sudah tidak sabar untuk memastikan tentang kehamilan Dira, karena menurut test pack yang Dira gunakan tadi pagi hasilnya positip. Dan mereka sengaja menemui dokter kandungan untuk memastikannya.
Ceklek.
Pintu ruang dokter kandungan itu pun terbuka. Dua orang laki-laki dan perempuan keluar dari ruang tersebut.
"Kak Tama, Kak Kia," panggil Keenan, ketika melihat dua orang yang baru saja keluar itu adalah Kakak dan kakak iparnya. "Ada apa Kakak ke sini?"
"Kami hanya ingin memastikan kehamilan Kiara. Soalnya tadi pagi kami cek pakai tes pack hasilnya positip," jelas Tama.
"Eh, kenapa sama," ucap Keenan. "Kami juga ingin memastikan itu karena hasil tes peck tadi pagi positip. Lalu hasilnya bagaimana Kak?"
"Alhamdulillah Kee, hasilnya Kiara beneran hamil. Kakak benar-benar sangat bersyukur," jawab Tama dengan wajah semringah.
"Wah selamat ya, Kak. Semoga Dira juga beneran hamil," balas Keenan. "Aku dan Dira ke dalam dulu ya Kak."
"Iya, Kee," jawab Tama.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian Keenan dan Dira keluar dari ruangan dokter itu. Wajah mereka juga tampak memancarkan aura kebahagiaan.
"Selamat ya, Kee. Akhirnya kamu dan Dira juga akan segera menjadi orang tua," ucap Tama.
Dan pada saat mereka hendak pergi meninggalkan tempat itu, mereka melihat orang yang tidak asing bagi mereka juga hendak menemui dokter. Dia adalah Mikha dan Dion beserta si kecil Qilla.
"Apa Kak Mikha ke sini juga untuk memastikan kehamilan kakak?" tanya Keenan.
"Dari mana kamu tahu, Kee?" tanya Mikha bingung.
"Kenapa bisa kebetulan seperti ini sih?" Tama ikut menimpali.
"Mungkin Tuhan ingin agar kita tidak saling iri," jawab Keenan.
"Jadi, istri kalian juga ...."
Tama dan Keenan mengangguk.
"Asikkkkk, Qilla bakalan dapat banyak dedek bayi," teriak Qilla kegirangan.
Ketiga pasang suami istri itu, tertawa bersamaan.
~ TAMAT ~
🍂🍂🍂🍂
Terimakasih kepada semua reader yang telah mengikuti cerita Kontrak Pernikahan dari season satu hingga season ketiga ini. Semoga di setiap kisahnya kalian bisa mengambil hal-hal positif dan meninggalkan segala hal negatifnya. Saya tahu kalau masih banyak kekurangan dari setiap karya yang saya tulis. Dan saya akan terus berusaha untuk memperbaikinya pada karya-karya berikutnya.
Oiya, jangan di unfovorit dulu ya gaes. Karena saya akan mengumumkan karya saya yang selanjutnya di novel ini. Dan kapan-kapan otor juga akan kasih bonchap sama seperti karya otor yang lain. Sekali lagi terimakasih untuk semuanya.
cooming soon:
Di tunggu ya gaes🤗🤗.
__ADS_1