
"Mom, apa Kak Tama dan Kak Kia ada di sini?" tanya Keenan begitu sampai di kediaman orang tuanya. Dia tidak sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua kakaknya tersebut. Keenan tidak mau membuang waktu untuk bisa menyelamatkan istrinya.
"Kia sedang ada di teras belakang bersama Mikha dan Qilla. Kalau Tama dia sedang berbicara dengan daddy-mu dan Om Nando di atas," jawab Bintang.
"Ada apa Kee, kenapa kamu menanyakan mereka? Dimana Dira? Kenapa kamu tidak mengajaknya ke sini?" tanya Bintang.
Keenan tidak menjawab pertanyaan mommy--nya, dia langsung menaiki anak tangga menuju ke lantai dua.
"Kak, apa yang Kakak dan Kak Kiara lakukan terhadap adiknya Roni?" tanya Keenan saat masuk ke ruang kerja daddy--nya.
Tama, Rangga dan Nando saling tatap.
"Kee, kapan pulang? Bukannya aku dengar dari Arya kalau kamu dan Dira sedang bulan madu?" tanya Tama yang berusaha menghindari pertanyaan adiknya.
"Kak Tama jawab saja pertanyaan Kee, apa yang Kak Tama dan Kak Kiara lakukan kepada adiknya Roni?" tanya Keenan sekali lagi dan kali ini dengan suara yang lebih keras.
"Kee, bisa kamu pelankan suaramu! Ingat, kamu sedang berbicara dengan kakakmu! Jadi jaga sopan santunmu padanya!" tegur Rangga kepada putra bungsunya.
"Daddy, tapi gara-gara perbuatan Kak Tama dan Kak Kiara kepada adiknya Roni, sekarang Dira dibawa oleh Roni. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan istriku," jawab Keenan.
Mendengar jawaban Keenan, sontak membuat Tama, Nando dan Rangga terkejut.
"Apa maksudmu?" tanya Tama.
__ADS_1
"Roni membawa istriku dan dia baru akan melepaskannya kalau Kak Tama pergi menemuinya." Jawab Keenan sedikit berteriak.
"Kamu tenang dulu. Ceritakan kenapa sampai Roni membawa Dira!" suruh Tama.
"Harusnya aku yang bertanya kepada Kakak, apa yang sebenarnya Kakak lakukan kepada adiknya Roni? Kenapa sampai dia bilang kalau Kakak dan Kak Kiara hanya memanfaatkan adiknya untuk mendapatkan anak? Jelaskan padaku, Kak! Jelaskan!" pinta Keenan yang kembali dengan suara keras.
"Kee, cukup! Jangan berteriak kepada Kakakmu! Apa selama ini Daddy dan Mommy mendidikmu untuk tidak menghormati orang yang lebih tua, terlebih dia adalah Kakakmu!" suruh Rangga.
"Tapi Daddy ...."
"Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar?" tanya seseoarang yang baru saja datang. Dia menatap kedua kakak beradik di depannya bergantian. Kemudian beralih menatap ayah dan mertuanya. Orang yang baru saja datang dan berbicara itu adalah Kiara. Kiara datang ke ruangan itu tidak sendiri, dia datang bersama Bintang.
Kiara yang saat itu sedang berbincang dengan Mikha, segera menghentikan obrolan mereka saat mendengarkan ada keributan di lantai atas. Mikha memilih untuk membawa Qilla ke kamarnya agar tidak melihat keributan apa pun dari dalam rumah. Sementara Kiara dan Bintang segera naik ke lantai atas untuk menghentikan keributan yang terjadi.
"Kee, Tama, ada apa ini?" tanya Bintang kepada putranya.
"Kalau sampai terjadi sesuatu kepada istriku, aku tidak akan memaafkan Kak Tama dan Kak Kiara! Ingat itu!" Setelah mengatakan hal tersebut Keenan ke luar dari ruang kerja daddy--nya. Dia bahkan tidak mendengarkan panggilan mommynya.
"Siapa yang akan menjelaskan semua ini kepadaku?" tanya Bintang kepada ketiga laki-laki di depannya.
"Tam, lebih baik kamu temui Roni sekarang!" suruh Nando.
"Ayah, tahu tentang Roni dari siapa?" tanya Kiara penasaran. Karena tidak ada satu pun dari anggota keluarganya yang mengetahui soal Roni.
__ADS_1
Nando menatap Tama.
"Kia, Ayah dan Daddy Rangga sudah tahu semua yang terjadi pada kalian selama 6 tahun ini," ucap Nando kepada putrinya.
"Tam, kenapa kamu menceritakan hal ini pada ayah dan daddy. Bukankah kamu sudah janji kalau ini akan menjadi rahasia kita?" tanya Kiara pada suaminya.
"Aku tidak bisa membohongi orang tua kita terlalu lama lagi Kia," jawab Tama lembut.
"Ayah jangan marahi Tama ya! Aku yang menyuruhnya untuk ...."
"Mungkin ini saatnya aku juga berterus terang padamu tentang hubunganku dengan Wina," sela Tama.
"Maksudmu?" Kiara menatap Tama penuh tanda tanya.
"Tam, menurut ayah lebih baik kamu temui Roni dan jelaskan semua kesalah pahaman ini kepadanya. Jangan sampai Dira menjadi korban kesalah pahaman ini!" seru Nando. "Kia, nanti kita bicara."
"Baik, Ayah," jawab Tama. Sebelum melakukan seruan mertuanya Tama berdiri di depan Kiara.
"Selamanya kamu adalah satu-satunya wanita yang aku cintai." Setelah mengatakan itu Tama meninggalkan ruang kerja daddynya dan sebelum itu dia mencium kening Kiara dengan sangat lembut.
"Mas, kamu tidak ingin menjelaskan apa pun padaku?" tanya Bintang pada suaminya.
"Aku akan jelaskan, tapi tidak di sini. Biarkan Nando dan Kiara berbicara empat mata sebelum mereka memberitahu Dewi." Rangga pun membawa istrinya ke luar dari ruang kerjanya. Dia membiarkan asisten dan anaknya itu bicara dari hati ke hati tentang apa yang terjadi selama enam tahun ini.
__ADS_1
🍂🍂🍂
Jangan lupa like komen dan giftnya ya. Saam sayang dari otor ter --KECEH🌷