KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 72


__ADS_3

"Sepertinya, kalian berdua sudah tidak menganggap kami ini sebagai orang tua kalian," ucap Anita saat Keenan dan Dira baru saja tiba di rumah.


Keenan yang hendak menjawab perkataan Anita, dihalau oleh Dira. Dia menyuruh suaminya untuk masuk ke kamar terlebih dulu.


"Baikalah, aku masuk ke kamar sekarng. Tapi ingat, aku tidak akan membiarkan SIAPA PUN menyakitimu!" Keenan mengatakan itu dengan sorot matanya yang tajam, dia bahkan sengaja mengatakan 'siapa pun' dengan penuh penekanan. Setelah itu dia meninggalkan istrinya untuk berbicara dengan Anita.


"Sepertinya ada yang ingin Mama sampaikan kepadaku. Katakan saja Ma, aku pasti akan mendengarnya," ucap Dira sambil mendaratkan bokongnya di salah satu sofa yang berada di ruang tamu.


"Apa kamu yakin kalau kamu sudah siap mendengarkan hal yang akan aku katakan?" tanya Anita.


Hendrawan yang mendengar itu berusaha melarang istrinya untuk berbicara. Dia tidak ingin Dira mengetahui apa pun yang bersinggungan tentang masa lalu ibunya. Namun, Anita tidak peduli. Dia justru tidak sabar untuk menceritakan tentang masalalu dari ibu kandung putri tirinya itu.


***


Sudah hampir satu jam Dira berbicara dengan ibu tirinya dan itu membuat Keenan sedikit khawatir. Akhirnya Keenan memutuskan untuk keluar dari kamar untuk menemui istrinya. Namun, baru beberapa langkah ia meninggalkannya kamar, orang yang dia khawatirkan sudah muncul di hadapannya.

__ADS_1


"Sayang, apa yang mama Anita katakan kepadamu?"


"Tidak ada."


"Kamu bohong. Pasti ada yang mama Anita katakan padamu hingga membuatmu sedih seperti ini," ucap Keenan. Dia yakin ada sesuatu yang terjadi hingga membuat istrinya itu terlihat sangat sedih.


"Siapa yang sedih? Sok tahu kamu." elak Dira.


Keenan menarik Dira kedalam dekapannya. "Kalau kamu belum ingin mengatakannya, tidak apa-apa. Tapi percayalah, apa pun yang dia katakan oleh Mama Anita, aku akan selalu berada di sisimu." Keenan mengusap rambut istrinya dengan sangat lembut.


"Ini sudah malam, sebaiknya kita tidur!" suruh Keenan sembari melepaskan pelukannya, tetapi justru di tahan oleh Dira.


"Ada apa?" tanya Keenan, dia merasa ada yang aneh dengan sikap Dira setelah berbicara dengan mama tirinya.


Dira mendongak menatap wajah suaminya lekat. "Apa jika aku mengatakan, aku ingin itu kamu akan menganggapku cewek murahan?"

__ADS_1


"Tidak sama sekali."


Setelah mendengar jawaban dari Keenan, Dira mulai berjinjit dan mendaratkan bibirnya di atas bibir suaminya. Keduanya memejamkan mata sembari menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh pasangannya. Sayup-sayup terdengar lenguhan dan ******* dari kamar tersebut. Malam itu Dira lebih agresif dari biasanya, bahkan dalam beberapa kali pose dia memilih untuk memimpin aktivitas panas mereka.


Keenan sudah tertidur pulas di balik selimutnya yang tebal. Kelihatannya dia masih lelah dengan aktivitas mereka beberapa menit yang lalu. Sementara Dira, dia malah sibuk memandang wajah suaminya yang tampan.


"Maafkan aku, Kee. Aku tidak tahu apa aku masih pantas berdiri di sampingmu setelah aku tahu statusku. Aku tidak ingin mempermalukan keluarga besarmu." Dira memberikan kecupan di kening suaminya yang masih terlelap. "Aku mencintaimu, Kee, sangat mencintaimu. Tapi, aku juga tidak mau mempermalukan keluarga besarmu."


Dira beranjak dari ranjang tempat tidur dan mengambil foto ibunya yang berada di dalam laci. Diusapnya foto tersebut dengan sangat lembut kemudian membawanya kedalam pelukan.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Hmmm, kira-kira apa ya yang dibicarakan oleh Anita kepada Dira?


Yuk, tetap berikan like, komen dan giftnya. Oiya, maafin otor ya yang telat update๐Ÿ™, pengennya sih bisa update rutin minimal 2 bab tiap hari. Tapi apa mau di kata semua terkendala waktu karena kesibukan real๐Ÿคง. Sekali lagi maafin otor ya๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2