
Keenan menarik bangku yang ada di depan meja kerjanya dan mempersilakan Anjani untuk duduk di sana. Setalah Anjani duduk, barulah Keenan duduk di kursi yang ada di belakang meja kerjanya. Keenan menghela napas beberapa kali sebelum memulai pembicaraan.
"Apa yang terjadi padamu, Jani?" tanya Keenan seraya menatap wanita yang pernah menolaknya.
"Ap... apa maksudmu, Kee?" tanya Anjani, dia berusaha mengehindari tatapan mata Keenan.
"Sejak dulu kamu tidak pernah mencintaiku bahkan hingga hari ini pun aku tahu kamu juga tidak mencintaiku. Tapi, kenapa kamu bersikap begini? Ada apa denganmu?"
"Kee, mung... mungkin dulu aku tidak mencintaimu. Tap... tapi... tapi setelah bersekolah di luar negeri barulah aku sadar kalau aku... kalau... kalau aku mencintaimu." Anjani mengatakan itu dengan perasaan gugup, itu terlihat dari beberapa kali wanita tersebut mencoba menghindari tatapan Keenan.
"Kau bohong!" Kembali Keenan menatap Anjani, bahkan kali ini dia lebih menajamkan tatapannya.
"Kee," panggil Anjani. Wanita berambut sebahu itu mencoba meyakinkan Keenan dengan menggenggam tangannya yang berada di atas meja.
"Aku tidak tahu siapa orang yang memaksamu untuk berbohong seperti ini. Anjani yang aku kenal tidak akan pernah melakukan hal yang tidak sesuai dengan kata hatinya." Keenan mengatakan itu penuh penekanan.
"Aku.... "
Anjani terdiam, dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Katakan hal apa yang membuatmu berubah menjadi seperti ini!" suruh Keenan.
__ADS_1
"Kee, aku... aku benar-benar mencintaimu. Mungkin iya, dulu aku tidak mencintaimu. Tapi, setelah aku jauh darimu barulah aku sadar kalau ternyata aku juga memiliki perasaan terhadapmu," ucap Anjani. Dia berusaha meyakinkan Keenan kalau dia sedang tidak berbohong.
"Benarkah?"
"Tentu saja," jawab Anjani yang berusaha menunjukkan senyum terbaiknya di hadapan putra bungsu dari Rangga Wijaya tersebut.
Keenan bangun dari kursi yang sedang ia duduki dan berjalan mendekat ke arah Anjani. Dia berdiri di belakang kursi yang Anjani duduki, dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Jani, aku tahu dengan pasti alasanmu melanjutkan S2 ke Jepang. Kamu melakukan itu karena kamu ingin mengejar cinta sejatimu kan? Dan saat kamu sudah mendapatkan dia, kenapa tiba-tiba kamu mengatakan cinta kepadaku?" Keenan mengatakan itu di samping telinga cinta pertamanya itu.
"Kee, tapi, aku benar-benar men.... "
"Kee."
"Keluar!" Keenan mengulang seruannya bahkan sedikit membentak.
Mendengar teriakan Keenan dari dalam membuat Dira dan Arya yang berada di luar saling tatap kemudian mereka memutuskan untuk masuk ke ruang kerja Keenan guna melihat apa yang terjadi.
Anjani bangun dari tempat duduknya, dia berdiri di hadapan penerus keluarga Wijaya itu dan tanpa Keenan duga wanita itu mendaratkan bibir di atas bibirnya. Dan disaat yang bersamaan Dira dan Arya masuk ke ruangan tersebut.
"Kee ada apa?" tanya Dira dan Arya bersamaan. Namun, keduanya langsung terdiam. Hati Dira kembali teriris melihat hal yang tidak ingin dia lihat.
__ADS_1
"Maaf," ucap Dira dia berusaha untuk tetap tersenyum, meski kali ini dia tidak bisa menahan cairan bening kembali keluar dari sudut matanya.
Keenan mendorong tubuh Anjani hingga gadis itu jatuh di atas lantai.
"Dira, ini tidak sesuai dengan yang kamu pikirkan. Ini.... "
"Tidak usah menjelaskan apa pun, bukankah hubungan kita ini hanya sebuah kesepakatan?" jawab Dira yang kembali tersenyum.
"Kau benar, hubungan kita hanya sebuah kesepakatan," sahut Keenan yang terlihat kecewa mendengar jawaban dari Dira.
"Kalian berdua bicaralah, aku akan membawa Jani ke luar," ucap Arya.
Arya membantu Anjani bangun dan membawanya ke luar dari ruang kerja sahabatnya itu. Dia berharap kedua orang yang berstatus suami istri tersebut mau berbicara dari hati ke hati dan mau mengakui perasaan mereka masing-masing.
🍁🍁🍁
Yuk berikan like, komen dan giftnya buat Babang Kee dan Dira. Jangan lupa follo juga media sosial otor ya agar kalian nggak ketinggalan jika ada karya terbaru otor yang lain. Maaciew reader kesayangan akoh 😍😍
~fb: Samudra Lee
~Ig: Samudra_lee_19
__ADS_1