KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 75


__ADS_3

"Mbak mana uangnya?" pinta salah satu dari ketiga preman yang tadi berdiri di depan Dira.


"Terima kasih atas kerja samanya," ucap Dira sambil memberikan amplop berisi uang kepada ketiga preman tersebut.


"Tadi saya pikir, Mbak, mau ngelaporin saya ke polisi ternyata cuma di suruh pura-pura kalau Mbak yang nyuruh kami bertiga," sahut preman yang satunya lagi.


"Kalian bisa pergi! Tapi, ingat! Kalau kalian masih mengganggu orang lagi, apa lagi sampai berbuat jahat kepada Qilla, saya tidak akan segan-segan melaporkan perbuatan kalian pada pihak yang berwajib!"


"Beres, Mbak. Terima kasih untuk uangnya, kalau Mbak butuh orang untuk berpura-pura lagi kami siap kok membantu."


"Tidak usah banya bicara, kalian bisa pergi sekarang!"


Ketiga preman itu pun meninggalkan lobi perusahaan.


Dira segera berjalan menuju ke ruang kerjanya. Sambil duduk, Dira menatap foto Keenan yang ada di galeri ponselnya. Dia mengusap dengan lembut sosok yang ada di layar tersebut.

__ADS_1


"Maafkan aku, Kee. Aku tidak mau mempermalukan keluarga Wijaya, hanya karena masa lalu ibuku. Maafkan aku," ucap Dira sambil terus menatap foto suaminya.


Dira menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Dia kembali mengingat perkataan ibu tirinya semalam.


"Apa yang ingin Anda katakan kepadaku?" tanya Dira begitu dia dan Anita tiba di ruang kerja sang ibu tiri.


"Aku yakin setelah kamu mengetahui asal usulmu, kamu tidak akan sesombong ini."


"Kenapa Anda harus berputar-putar? Katakan saja, hal apa yang tidak aku ketahui tentang asal usulku!"


"Apa kamu mengira kalau almarhumah mamamu adalah wanita baik-baik? Kalau selama ini kamu mengira mamamu adalah korban dari persilingkahan ayahmu denganku, kamu salah besar. Karena kenyataannya, mamamu adalah seorang pelacur!"


Sebuah tamparan mendarat di pipi sebelah kanan Anita. Dira tidak terima mamanya di katakan sebagai pelacur oleh Anita. Wanita itu memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan yang diberikan oleh Dira.


"Mamaku tidak seperti yang kamu tuduhkan, beliau adalah wanita baik-baik yang dikhianati oleh sahabat dan suaminya sendiri. Apa kamu kira aku tidak tahu siapa dirimu? Kamu adalah sahabat yang di tolong oleh mama dan diberi tumpangan agar bisa bertahan hidup. Tapi kenyataannya, kamu malah berselingkuh dengan papa. Dan itulah yang membuat mama depresi dan akhirnya meninggal dengan cara yang tragis. Dia memakan makanan yang sudah dia taburi dengan racun sebelumnya."

__ADS_1


Anita tertawa mendengar penuturan dari Dira.


"Jadi, kamu membenciku karena mengira aku yang telah merebut papamu dari mamamu, begitu?" Anita tersenyum sinis. "Dira, Dira, harusnya kamu selediki dulu kenapa papamu bisa berselingkuh denganku, itu karena mamamu ketahuan berkencan dengan banyak pria. Mamamu bahkan pernah menjadi simpanan seorang CEO tempat dia bekerja. Menurutmu wanita seperti itu pantasnya di juluki sebagai apa selain pelacur?"


"Diam!" sentak Dira. "Kau bohong! Mamaku bukan wanita yang seperti kamu tuduhkan. Kamu sengaja mengatakan itu, supaya aku berhenti berusaha untuk mendapatkan perusahaan itu kan?"


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, itu bukan urusanku. Karena pada kenyataannya, mamamu itu memang seorang lacur. Aku tidak tahu, bagaimana jika sampai statusmu di ketahui oleh keluarga Wijaya, apa mereka masih mau menerima anak seorang pelacur menjadi menantunya?"


Anita tertawa dengan keras sambil berjalan meninggalkan ruang kerjanya. Dira masih tidak percaya dengan penuturan Anita. Kini dia beralih meminta penjelasan dari sang ayah.


"Pa, apa benar yang dikatakan oleh wanita itu kalau mama adalah pelacur?" tanya Dira kepada Hendrawan yang duduk di kursi roda. Hendrawan tidak menjawab, dia hanya menangis mendengar pertanyaan putrinya. Namun, beberapa saat kemudian Hendrawan menulis sesuatu di papan yang biasa dia bawa. Selesai menulis dia menunjukkan tulisan itu kepada putrinya.


"Siapa pun mamamu, kamu adalah putri kandungku."


Dira terhenyak dari lamunannya saat ponsel di depannya berdering.

__ADS_1


🍂🍂🍂


Jangan lupa berikan like, komen dan giftnya


__ADS_2