KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 13


__ADS_3

Keenan melihat dengan seksama jas yang ada tangannya dan semua sudah sesuai dengan seleranya. "Bagus, aku suka." Keenan kembali memberikan jas itu kepada Sang Pramuniaga.


"Anda tidak ingin mencobanya?" tanya pramuniaga itu.


"Tidak," jawab Keenan singkat. Tapi sebuah ide tiba-tiba muncul di kepala putra bungsu dari Rangga Wijaya itu.


"Ada apa?" tanya Anindira. Dia merasa ada yang aneh saat pria di sebelahnya tiba-tiba saja tersenyum kepadanya.


"Mbak, aku ingin melihat gaun yang lain untuk calon istri tercintaku ini." Keenan memberikan senyumannya kepada Anindira.


"Apa-apaan dia? Pasti ada sesuatu yang dia rencanakan," batin Anindira.


Pramuniaga itu membawa Keenan dan Anindira ke sebuah ruangan yang berisi gaun pengantin rancangan sang pemilik butik. Ada sekitar puluhan gaun yang terpajang rapi di lemari kaca.


"Silahkan dilihat-lihat!"


Keenan melihat satu per satu gaun tersebut. "Aku tidak akan puas, jika tidak melihat calon istriku ini memakainya." Dia kembali memberikan senyum indahnya kepada Anindira. "Ayo, Sayang. Cobalah semua gaun itu untukku," pinta Keenan.

__ADS_1


"T--tap ...."


"Kamu tidak ingin mengecewakan calon suamimu inikan?" tanya Keenan. Dia sengaja mengeraskan suaranya agar tidak ada kesempatan bagi Anindira untuk menolaknya. Dan dengan terpaksa Anindira menerima permintaan Keenan. Dia mencoba satu per satu gaun yang di pajang di lemari kaca yang ada di ruangan itu. Mulai dari baju pertama yang dibilang terlalu kuno, hingga baju terakhir yang ada di lemari dan di bilang terlalu norak.


"Spertinya pilihan Mommy yang paling cocok untukmu," ucap Keenan setelah Anindira mencoba semua pakaian yang ada di dalam lemari. "Cobalah gaun yang dipilih Mommy untuk kita!"


"Kenapa tidak dari awal kamu menyuruhku mencoba baju yang dipilih oleh mommy?" protes Dira.


"Tadinya aku kira akan ada gaun lain yang lebih cocok untukmu selain gaun pilihan dari mommy karena menurutku kamu tidak pantas memakai gaun itu," jawab Keenan sambil menatap sinis Anindira.


"Sabar, Dira. Sabar. Saat ini kamu membutuhkan bantuannya, jadi jangan hiraukan semua ucapan pedasnya." Anindira berbicara dalam hati.


"Tidak perlu," ucapnya sinis. Dia mengembalikan baju itu kepada pramuniaga yang berdiri di depannya. "Antar itu ke rumahnya, sehari sebelum hari H!" titahnya.


"Baik, Tuan."


Keenan dan Anindira melangkah ke luar dari butik.

__ADS_1


"Aku tahu alasan kenapa kamu berusaha untuk menjebakku dan mati-matian membuatku untuk menikahimu." Ucapan Keenan mampu membuat Anindira menoleh kearah pria tampan yang berdiri di sampingnya.


"Apa maksudmu?" tanya Anindira, dia meremas tangannya sendiri. Ada perasaan takut yang tiba-tiba muncul saat pria itu memberikan tatapan dingin kepadanya.


"Kamu ingin memanfaatkan aku, benarkan?!" sinis Keenan.


"Aku ...."


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku akan membuatmu menderita dalam ikatan pernikahan yang kamu inginkan," tambah Keenan.


"Aku tidak perduli, Kee. Asal aku bisa merebut semua kekayaan yang diambil oleh ibu tiriku. Jangankan menderita, matipun aku akan rela melakukannya," jawab Anindira, namun, jawaban itu hanya mampu dia katakan didalam hati.


"Kamu bisa pulang sendirikan?" tanya Keenan tanpa menoleh ke arah Anindira.


Anindira mengangguk. "Iya," jawabnya. Dan tanpa berkata apapun lagi, Keenan langsung meninggalkan Anindira di tempat itu.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Tetap tinggalkan jejak kalian dengan cara like, komen dan votenya ya. Salam sayang dariku otor ter--KECEH 🌷🌷


__ADS_2