KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 32


__ADS_3

"Kee," panggil Dira.


Semua orang yang berada di meja terkesiap melihat kehadiran Dira. Mereka seperti menahan tawa saat meliahat kehadiran Dira di meja makan.


"Apa ada yang aneh?" tanya Dira kebingungan dengan reaksi mereka.


Keenan bangun dari tempat dia duduk dan menghampiri Dira. Gadis itu terkejut saat melihat wajah Keenan yang ternyata bersih tanpa coretan hasil karyanya.


"Sayang, kenapa kamu tidak mandi atau cuci muka dulu? Lihatlah wajahmu terlihat sangat aneh pagi ini!" Kee mengatakan hal itu sembari menunjukkan senyum smriknya.


"A--ap ...."


Dira tidak melanjutkan perkataannya, dia memilih untuk pergi ke kamar mandi dan memastikan kalau dugaannya itu benar.


"Sial! Ini pasti kerjaan si galak itu!" umpat Dira sesaat setelah dia melihat bayangan dirinya di depan cermin. Wajah Dira saat ini penuh dengan coretan lipstik seperti yang dia lakukan semalam kepada Keenan.


Dira membasuh wajahnya untuk menghilangkan coretan tersebut, setelah dirasa bersih, dia segera mengelapnya menggunakan tisu.


"Bagaimana, apa kamu masih berani mengerjaiku?"

__ADS_1


Dira yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung terperanjat.


"Kamu hampir membuatku mati karena serangan jantung." Dira mengusap dadanya.


Keenan berjalan mendekati Dira dan mengurung wanita itu dengan kedua tangannya.


"Dengar! Apapun yang coba ingin kamu lakukan untuk mengerjaiku semua itu akan berbalik kepadamu. Jadi, berhentilah mencari cara untuk mengerjaiku!" Keenan mengatakan itu sambil mendekatkan wajahnya ke arah Dira, bahkan saking dekatnya hidung mancung mereka hampir bersentuhan. "Apa kamu mengerti!"


Keenan memberikan sorot tajamnya kepada Dira.


Gleg.


"Bi-bisakah ... bisakah kamu sedikit menjauhkan tubuhmu dariku!" pinta Dira terbata.


Keenan yang menyadari hampir tidak ada jarak diantara dirinya dengan Dirapun, segera memundurkan tubuhnya. Dia melepaskan kungkungan tangannya atas diri Dira dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Pun demikian yang dilakukan oleh Dira, dia menatap ke arah yang berbeda dengan Keenan. Dia tidak mau debaran jantungnya juga di rasakan oleh putra bungsu dari Rangga Wijaya tersebut.


"Aku akan melanjutkan sarapanku." Keenan berjalan meninggalkan Dira yang masih mematung.


Dira menghela napasnya lega. "Astaga, apa yang terjadi dengan jantungku? Sepertinya jantungku bermasalah, aku harus memeriksakannya ke dokter," ucap Dira. Dia kembali menyentuh dadanya sendiri. Setelah degup jantungnya kembali normal, Dira menyusul Keenan yang sudah terlebih dulu kembali ke meja makan.

__ADS_1


Dira duduk di bangku kosong di sebelah Keenan. Dia mengambil piring dan menaruh nasi beserta lauk di atasnya, diapun mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya menggunakan sendok.


"Nak Kee, kapan kalian akan berbulan madu?"


Pertanyaan Anita, sukses membuat Dira dan Keenan terbatuk.


"Lho, memang kalian belum ada rencana untuk berbulan madu?" tanya Anita lagi. Wanita itu mengamati reaksi kedua orang dihadapannya. "Atau memang kalian tidak pernah ingin berbulan madu?"


"Kami pasti akan pergi berbulan madu, tapi karena suamiku ini sibuk. Kami memutuskan untuk menunda rencana bulan madu kami, iyakan Sayang?"


Dira memeluk lengan Keenan dan mencium pipi suaminya.


"Sayang, kamu lupa, kalau aku tidak suka dicium sama orang yang belum mandi?" Keenan mengatakan itu sambil melotot ke arah Dira.


"Aku belum mandikan juga karena kamu sayang."


Anita benar-benar tidak suka melihat keromantisan yang di tunjukkan oleh dua orang di depannya.


"Sepertinya, aku harus cepat menghadirkan dia diantara mereka. Jangan sampai putra Wijaya itu beneran jatuh hati kepada Dira dan akhirnya membantu Dira merebut perusahaan itu," batin Anita.

__ADS_1


__ADS_2