KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 56


__ADS_3

Dira mulai menggeliat saat Keenan mulai menggelitiki pinggangnya. Karena tak kunjung bangun, kembali Kee menggelitiki pinggang istrinya tersebut. Dan kali ini klitikan Keenan, mampu membuat Dira membuka matanya.


"Kee, kamu sudah kembali rupanya." Dira bangun dari posisinya dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.


"Kalau aku tidak ada janji dengan Qilla, aku pasti sudah kembali menyerangmu."


Dira menatap suaminya itu bingung. "Apa maksud bicaramu?" tanya Dira. Keenan tidak langsung menjawab pertanyaan Dira.


"Apa kamu sengaja menggodaku?" Keenan malah menaik turunkan alisnya. Dan hal ini membuat memaksa Dira untuk menatap tubuhnya sendiri.


"Aaaaaa, dasar mesum!" teriak Dira sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada, kemudian dengan cepat Dira menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang memang masih polos.


Melihat reaksi istrinya yang malu-malu mengundak gelak tawa dari Keenan. "Sayang, kenapa harus malu seperti itu? Aku bahkan sudah melihat seluruh bagian tubuhmu. Ralat, bukan hanya melihat. Melainkan juga menikmatinya."


"Ngomong apaan sih?" ujar Dira dengan wajah yang masih bersemu merah.


"Sudah, sana mandi! Kita akan menjemput Qilla di sekolahnya!"


"Memang ada apa di sekolah, Qilla?" tanya Dira.


"Tidak ada. Hanya saja tadi Kak Mikha telpon, dia bilang kalau dia sibuk dan ingin menitipkan Qilla kepada kita hari ini," jelas Keenan.


"Oiya, bagaimana mobil milik nenek sihir itu?"

__ADS_1


Keenan mengernyitkan dahinya.


"Ish, kayak nggak tahu siapa itu nenek sihir. Maksudku mobil ibu tiriku?" ralat Dira.


"Aku sudah menyuruh si Erik untuk mengantarkannya ke rumah," jawab Keenan.


Dira terdiam saat mendengar Keenan menyebut nama orang yang pernah mengisi hatinya tersebut.


"Kenapa?" tanya Keenan yang melihat perubahan pada raut wajah istrinya tersebut.


"Tidak apa-apa," jawab Dira. Dia berjalan turun dari ranjang dengan melilitkan selimut di tubuhnya.


"Erik, mantanmu-kan?"


Pertanyaan Keenan membuat Dira menghentikan langkahnya. Dia menatap netra Keenan yang saat ini juga sedang menatap ke arahnya.


Keenan turun dari ranjang dan berjalan mendekati Dira, dia berhenti tepat di depan istrinya itu sedang berdiri.


"Aku tidak perduli dengan masa lalumu bersama dengan dia. tapi, aku tidak akan tinggal diam jika di belakangku kamu menemui dirinya," ucap Keenan dengan menatap tajam netra Dira.


"Kee, aku bukan orang bodoh yang akan mau kembali kepada masa lalu yang bahkan tidak pernah mengakuiku di hadapan keluarganya."


"Tapi sepertinya si Erik masih menyimpan perasaan kepadamu. Aku bisa melihat itu dari cara dia menatapmu," lanjut Keenan dengan nada tidak suka.

__ADS_1


"Kamu cemburu?" tanya Dira.


"Untuk apa aku cemburu, yang ada kamu tuh yang cemburu karena Anjani tiba-tiba datang ke kantorku," elak Keenan.


"Benar, aku cemburu. Bahkan aku masih sangat kesal karena melihat kalian berciuman," jawab Dira mengiyakan. "Tapi, bodohnya aku malah menyerahkan diriku padamu."


Keenan tersenyum mendengar pengakuan Dira yang cemburu terhadap Anjani.


"Kenapa tersenyum? Merasa di atas angin karena kamu di cintai dua wanita sekaligus?" tanya Dira dengan nada kesal. "Awas saja kalau aku melihat kalian berciuman lagi, aku tidak akab tinggal diam seperti kemarin. Aku akan memukul kalian berdua," desis Dira.


"Bukannya kemarin kamu bilang tidak apa-apa ya kalau aku mau kembali kepada Anjani?" tanya Keenan yang sengaja ingin menggoda istrinya tersebut.


"I__iya, tidak apa-apa sih. Tapi, jika kamu melakukan itu mungkin aku akan memikirkan kembali tawarannya si Erik untuk kembali padanya," jawab Dira yang tidak mau kalah.


"Bukannya kamu bilang tidak akan menjadi orang bodoh untuk yang kedua kalinya?"


"Biarin saja bodoh. Dari pada aku harus sakit hati melihat kamu balikan dengan si Jani Jani itu."


"Sudah jangan bahas Anjani maupun Erik lagi! Sekarang kamu mandi, karena Qilla pasti sudah menunggu kita lama!" seru Keenan.


"Baiklah, aku mandi dulu. Awas ya, jangan ikut masuk!" Dira memperingatkan. Dira melanjutkan langkahnya menuju ke kamar mandi. Dira masuk ke dalam kamar mandinya dan beberapa detik kemudian.


"Keenaaaaaaaannnn." Teriak Dira dari dalam dan di sambut dengan tawa renyah oleh Keenan dari luar kamar mandi.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Yuk, tetap berikan like, komen dan giftnya untuk Babang Kee dan Mbak Dira. Maaciew😍, salam sayang dari otor ter--KECEH.🥀


__ADS_2