
Selama perjalanan pulang, Keenan lebih banyak diam. Entah apa yang sedang di pikirkan oleh putra bungsu dari Rangga Wijaya itu. Dan itu membuat Dira sedikit khawatir, pasalnya tadi dia melihat Anjani di cafe.
"Kee, ada apa?" tanya Dira untuk memecah keheningan di antara keduanya.
"Ada apa, apanya?" jawab Keenan balik bertanya. Dia menatap Dira sekilas, kemudian kembali fokus dengan jalan yang ramai di depannya.
Sore itu jalanan terlihat lebih ramai di bandingkan dengan saat mereka berangkat tadi. Keenan melihat ke arah jam tangannya, ternyata jam itu menunjukkan pukul 16.00 wib yang berarti sudah memasuki jam pulang untuk sebagian besar para pekerja.
"Sejak ke luar dari kafe tadi kamu terlihat aneh, kamu lebih banyak diam. Kalau boleh tahu apa ada sesuatu yang terjadi di sana?" tanya Dira hati-hati.
"Tidak ada," jawab Keenan singkat.
"Benarkah? Kamu tidak sedang berbohong padaku kan, Kee?" sekali lagi Dira memastikan.
"Tidak, Sayang. Tidak ada apa pun yang terjadi, kamu tenang saja ya," ujar Keenan. Dengan tangan kirinya dia menggenggam tangan Dira kemudian mencium punggung tangan tersebut.
"Tapi, kenapa kamu dari tadi diam?"
"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Dan aku harus segera mengakhiri ini semua sebelum semuanya jadi makin runyam," jawab Keenan.
__ADS_1
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Terus apa maksudmu dengan sebelum semuanya runyam?" desak Dira lagi.
"Tidak ada, hanya ada sedikit masalah di kantor yang harus segera aku selesaikan agar semuanya tidak runyam. Itu saja." Dusta Keenan. Dia tersenyum sembari menatap Dira sebentar kemudian kembali fokus dengan jalanan di depan sana.
***
Sementara itu di perusahaan Wijaya, Arya terperanjat saat menemukan beberapa dokumen tentang Anjani dan ayahnya ada di meja milik Erik. Dia membaca semua dokumen itu, di sana juga ada beberapa foto pertemuan Anjani dengan Anita, ibu tiri Dira. Ada juga foto yang memperlihatkan ayah Anjani yang di seret beberapa orang laki-laki bertubuh tegap yang kemungkinan orang suruhan Anita.
Ceklek.
Suara seseorang membuka pintu dan dia adalah Erik. Erik terkejut saat melihat Arya ada di dalam ruang kerjanya.
"Rik, apa maksud dari semua dokumen dan foto-foto itu?" tanya Arya penasaran. "Kenapa kamu tidak memberitahu Keenan soal penemuanmu ini?"
"Itu bukan urusanmu," jawab Erik.
"Tapi Keenan adalah sahabatku, dia harus tahu kalau semua ini adalah rencana dari ibu tirinya untuk merusak hubungan Kee dengan istrinya."
Erik menahan tangan Arya. "Kamu memang sahabat Keenan. Tapi, aku adalah orang yang mencintai Dira. Aku ingin yang terbaik untuk Dira."
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Arya bingung.
"Biarkan semua ini berjalan sesuai dengan skenario ibunya Dira."
"Kamu gila ya. Bagaimana kalau Keenan masuk dalam perangkap ibu tirinya Dira itu. Rumah tangga Keenan dan Dira bisa hancur," tukas Arya.
"Jika Kee mencintai Dira perangkap apa pun yang Tante Anita lakukan untuk menghancurkan rumah tangga mereka, semua itu akan sia-sia. Tapi sebaliknya, jika Kee berhasil goyah dan masuk ke perangkap Tante Anita, artinya Kee tidak benar-benar mencintai Dira. Jadi, untuk apa rumah tangga mereka di pertahankan? Biarkan Kee menemukan semua jawaban hatinya sendiri. Kecuali, jika Tante Anita mulai merencanakan untuk menghancurkan perusahaan Wijaya, barulah kita bertindak. Tapi, aku rasa perusahaan Wijaya tidak akan hancur hanya karena tikus kecil seperti Tante Anita," jawab Erik panjang lebar.
Arya tampak berpikir, tidak lama kemudian barulah dia membuka suara, "Baiklah, aku ikuti kemauanmu. Aku yakin, Kee akan berhasil melewati ujian ini."
"Aku juga berharap begitu. Saat aku tahu kalau Kee benar-benar mencintai Dira, saat itulah aku akan mengubur perasaanku untuknya," Erik mengatakan hal itu dalam hati.
Arya dan Erik akhirnya kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
🍂🍂🍂
Yuk, kasih like, komen dan giftnya. Jangan lupa baca KONTRAK PERNIKAHAN season 2 juga ya. Karena nanti akan ada part di mana tokoh yang pernah hadir di KP 1&2 akan otor munculkan.
__ADS_1
Salam sayang dari otor ter--KECEH❤️