KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 85


__ADS_3

Riska begitu kesal karena setelah dia menemui Bu Meli seperti perintah Dira, ternyata posisi yang diberikan wanita itu kepadanya adalah sebagai cleaning service. Dan kini dia sudah memakai seragam cleaning service yang di berikan oleh Bu Meli kepadanya. Dan dia semakin kesal saat dia di tugaskan untuk mengepel lobi perusahaan oleh Ibu Meli.


Beberapa menit sebelumnya ....


Dengan riangnya, Riska keluar dari ruangan Dira. Dia begitu bahagia saat membayangkan kalau dirinya akan bekerja di sebuah ruangan ber-AC.


"Senangnya, setelah ini aku akan di kenal sebagai wanita karir sama seperti mama. Nanti saat pulang kerja aku akan minta uang sama mama untuk membeli baju kantoran. Kan nggak bagus, kalau pekerja kantornya cuma pakai baju seperti ini." Riska menilai penampilannya sendiri. Benar, Riska saat ini berangkat kerja dengan baju seadaanya yang ia miliki karena selama ini uang yang dikirimkan oleh Anita selalu dia gunakan untuk makan dan bersenang-senang. Sebelumnya Riska tidak pernah berpikir kalau dirinya akan bekerja di perusahaan yang begitu besar.


Ruangan Ibu Melli yang letaknya di lantai paling dasar, membuat Riska mau tidak mau harus balik ke lantai dasar. Dan apesnya, ketika Riska hendak turun menggunakan lift, lift selalu penuh. Alhasil, dia terpaksa harus menggunakan tangga darurat untuk menuju ke ruangan Bu Melli.


Dengan napas ngos-ngosan dan penuh peluh, akhirnya Riska tiba di depan ruangan Bu Melli. Riska segera mengetuk pintu yang ada di hadapannya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk!" suara Bu Melli mempersilakan dia masuk ke ruangannya. Dengan berhati-hati, Riska mulai melangkah menuju ke ruangan tersebut.


"Kamu yang namanya Riska?" tanya Bu Melli, dia menatap Riska dari atas hingga bawah.


"Iya, Bu," jawab Riska. Riska ikut menatap Bu Melli. Bu Melli adalah orang yang bertugas mengatur semua office girl, office Boy, dan juga cleaning service. Wajahnya yang terlihat garang membuat semua orang kadang takut saat pertama kali bertemu dengan wanita bertubuh gemuk itu.


"Kamu benar-benar bisa melakukan pekerjaan ini?" tanya Bu Melli.


"Tentu saja, Bu. Saya yakin, saya bisa. Ya, walaupun saya ini cuma lulusan SMA," jawab Riska dengan wajah yang masih berseri.

__ADS_1


"Ya, sudah kalau begitu. Kamu bisa mulai bekerja sekarang."


"Beneran, Bu?" tanya Riska semringah.


"Iya, benar."


"Lalu di ruangan mana saya bisa bekerja?" tanya Riska lagi.


"Ruangan?" tanya Bu Melli dengan wajah yang tampak keheranan menatap Riska.


"Iya," jawab Riska.


"Kamu bisa mulai dari lobi."


"Maksud Ibu Melli ... saya bekerja di lobi sebagai receptionis?"


"Lho barusan Bu Melli bilang kalau saya bisa mulai bekerja di lobi."


"Iya, memang kamu bekerja di lobi. Sebentar!" Bu Melli mengambil sesuatu dari dalam lemari. "Pakai itu!" suruh wanita bertubuh gemuk tersebut.


Riska baru menyadari kalau dirinya di jadikan seorang cleaning service setelah melihat barang pemberian Bu Melli yang ternyata adalah seragam cleaning service.


"Kamu bisa mulai bekerja sekarang, tapi ganti dulu bajumu dengan seragam itu!" suruh Ibu Melli.


Sebenarnya Riska geram karena ternyata pekerjaan yang di sediakan oleh Dira adalah sebagai cleaning service, tapi dia tidak bisa menolak karena ini adalah satu-satunya cara agar dia bisa tetap berada di perusahaan ini dan membantu sang mama menguasi perusahaan.


Dengan wajah kesal Riska mengganti bajunya dengan baju pemberian Ibu Melli, setelah itu dia mengambil peralatan yang di gunakan untuk mengepel dan membawanya ke lobi.

__ADS_1


"Apa-apaan Dira, kenapa dia menempatkan aku menjadi cleaning service? Apa dia sengaja? Apa jangan-jangan dia tahu kalau aku memiliki hubungan dengan Mama Anita?" gumam Riska dengan membawa peralatan pel di tangan.


"Tidak, tidak, tidak. Dia tidak mungkin tahu soal hubunganku dengan Mama Anita, kalau dia tahu hubunganku dengan Mama Anita, pasti dia sudah membongkar status Mama di depan papanya." Oceh Riska lagi.


Riska mulai melakukan pekerjaannya, dia mulai mengepel lobi dengan hati-hati. Dia begitu malu saat ada beberapa karyawan yang melihat ke arahnya.


"Kalau begini bagaimana aku bisa dapetin cowok kaya? Yang ada mereka pasti ilfeell karena melihatku seperti ini," gerutu Riska sambil mengepel. Dan dia makin kesal saat ada salah seorang karyawan yang tanpa sengaja menendang air yang dia bawa dan membuat lantai yang baru saja dia bersihkan menjadi kotor kembali.


"Maaf, maaf, ya Mbak. Saya buru-buru," ucap karyawan tersebut dan berlari meninggalkan Riska.


"Kalau begini kapan bisa selesai?" keluh Riska. Dia terpaksa harus mengambil air untuk membersihkan lantai tadi. Setelah mengambil air, Riska kembali mengepel lantai lobi.


Dan lagi-lagi dia di buat kesal saat seseorang tanpa sengaja menendang air yang dia gunakan untuk mengepel.


"Hei, apa-apaan kamu?! Kamu bisa kerja nggak sih?!" omel orang itu tanpa melihat wajah Riska.


"Maaf, Bu. Tapi semuanya terjadi kan karena keteledoran Ibu," jawab Riska. Dia mulai kesal karena sudah dua kali dia harus mengulang pekerjaannya.


"Berani ya kamu menjawab, kamu bisa sa_"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sudah puas belum dengan pekerjaan yang di berikan Dira untuk Riska?😁😁


Yuk, berikan like, komen dan giftnya, agar otor lebih semangat buat nyiksa dua lampir itu🀭🀭


Salam sayang dari otor ter--KECEH🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2