KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 31


__ADS_3

"Akhirnya aku bisa kembali tidur dengan nyaman," ujar Dira dengan merentangkan kedua tangannya.


Namun, Dira terkesiap saat tiba-tiba Keenan menarik tangannya.


"Ada apa Kee?" tanya Dira bingung.


Keenan hanya menampilkan senyum smirk-nya dan itu membuat Dira sedikit takut.



"A-Ada apa?" tanya Dira ketakutan.


Satu tangan Keenan menggenggam pergelangan Dira dengan sangat kuat dan memaksa Dira menatap ke arahnya, dan satu tangannya lagi memeluk pinggang langsing Dira, dia menatap tajam ke arah Dira.


"Tempat tidur ini adalah milikku," ucap Keenan dengan tatapan yang menghujam sampai ke jantung.


"T-Tapi ... bukankah ini ranjangku, harusnya aku kan yang tidur disini," protes Dira.

__ADS_1


"Jadi kamu masih ingin tidur di sini?!" Keenan kembali melotot ke arah Dira.


"T-Tidak, aku ... aku akan tidur di sofa," jawab Dira. Dia terpaksa mengalah karena tidak ingin membuat masalah dengan Keenan, apalagi pria yang kini berstatus sebagai suaminya itu adalah satu-satunya orang yang bisa membantunya untuk merebut kembali perusahaan yang memang seharusnya menjadi miliknya.


"Gadis pintar," puji Keenan, dia mengacak rambut Dira seperti dia mengacak rambut Qilla keponakannya.


"Dasar!" sungut Dira kesal, namun dia masih bisa untuk menahan diri untuk tidak melampiaskan perasaan kesalannya kepada pria yang saat ini berdiri dihadapannya.


Kini Keenan naik ke atas ranjang dan melakukan hal yang sama seperti yang Dira lakukan tadi. Pria itu merentangkan kedua tangannya di atas ranjang tempat tidur.


"Sangat nyaman, aku rasa malam ini aku akan bisa tidur dengan sangat nyenyak," ujar Keenan. Dia memejamkan matanya tanpa memperdulikan Dira.


Sesekali Dira melirik ke arah tempat tidur, dia ingin memastikan kalau pria yang saat ini berada di tempat tidur kesayangan benar-benar sudah tertidur pulas. Setelah mendengar dengkuran halus bersamaan dengan hembusan napas yang Keenan keluarkan, Dira yakin kalau pria itu kini sudah benar-benar masuk ke alam mimpi.


Pelan-pelan Dira mulai bangun dari posisinya, sambil berjinjit dia berjalan ke arah meja rias yang berada di samping kanan sofa tempat dia tidur. Dira mengambil salah satu alat make up yang biasa dia pakai untuk mengubah bibirnya menjadi warna merah yaitu lipstik. Dengan sangat hati-hati, Dira mulai berjalan mendekati ranjang yang kini ditempati oleh Keenan. Kini, Dira mulai melukis sesuatu di wajah pria yang kini mengusai tempat tidurnya.


"Selesai," lirih Dira. Dia tersenyum sambil melihat wajah Keenan yang dipenuhi dengan gambar-gambar lucu hasil karyanya. Dira begitu puas karena bisa membalas perbuatan Keenan yang sudah berani menguasai tempat tidur kesayangannya.

__ADS_1


Dengan sangat hati-hati, Dira kembali ke sofa dan merebahkan tubuhnya. Dia mulai tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi kepada Keenan saat pria itu terbangun dari tidur pulasnya.


"Lihat saja! Besok kamu pasti akan malu saat keluar dari kamar ini," batin Dira penuh kemenangan. Dirapun akhirnya ikut terlelap masuk kedunia mimpi.


Keesokan harinya, Dira betul-betul terkejut saat alarm jam di ponselnya berdering. Dia langsung bangun saat melihat jam yang ada di layar ponselnya menunjukkan pukul 7 pagi. Dira langsung keluar menuju ke ruang makan yang berada dilantai satu. Namun, sebelum keluar Dira menyempatkan diri untuk melihat ke ranjang tempat Keenan tidur.


"Ternyata pria itu sudah bangun," batin Dira. Rasanya Dira sudah tidak sabar untuk melihat ekspresi malu dari pria yang menurutnya egois.


Dira melangkahkan satu persatu kakinya menuruni anak tangga. Senyumnya mengembang saat melihat keberadaan Keenan di sana. Pria itu sudah duduk didepan meja makan dan kebetulan sedang membelakangi dirinya.


"Kenapa tidak ada yang menertawakannya, bahkan nenek lampir itu juga tidak tertawa melihat wajah si Kee," gerutu Dira. "Aku yakin, nenek lampir itu tidak berani menertawakan si Kee. Baiklah kalau begitu, biar aku yang akan menertawakan pria aneh itu. Kalau perlu aku akan merekamnya menggunakan posel milikku."


"Kee," panggil Dira.


Semua orang yang berada di meja terkesiap melihat kehadiran Dira.


🍂🍂🍂

__ADS_1


🙏 Maaf ya pendek, Insya Allah nanti up lagi. Jangan lupa berikan like, komen, dan giftnya kepada Babang Kee dan Mbak Dira. Maaciew, salam sayang dari otor ter--KECEH.


__ADS_2