
"Sus, tolong panggilkan putri saya! Tadi dia cuma ijin untuk menjawab telpon sebentar, tapi sudah hampir 30 menit kok dia belum kembali ke sini!" seru Hendrawan Kepada suster yang selama ini menjadi perawatnya.
"Baik Tuan, permisi!" perawat tersebut segera keluar dari ruang terapi dan mencari keberadaan sang putri majikan.
Namun, bebapa menit kemudian perawat itu kembali. Wajahnya tampak pucat dengan napas yang sedikit ngos-ngosan karena sepertinya dia baru saja berlari.
"Ada apa Sus?" tanya Hendrawan.
"I__itu Tuan, Nona tidak ... tidak ada di luar," jawab perawat itu dengan napas yang masih ngos ngosan.
"Apa maksudmu?" tanya Hendrawan yang mulai panik.
"Saya hanya menemukan ponsel milik Nona muda." Perawat itu menyerahkan ponsel milik Dira kepada Hendrawan.
"Dimana kamu menemukan ponsel Nona?" tanya Hendrawan.
"Di belakang rumah sakit ini."
"Dokter, dimana ruang kontrol cctv di rumah sakit ini, aku ingin melihatnya?" tanya Hendrawan pada dokter yang baru saja mendampinginya melakukan terapi.
Dokter itu pun segera mendampingi Hendrawan menuju ke ruang kontrol cctv karena mereka tahu kalau Hendrawan adalah besan dari pemilik rumah sakit tersebut.
Begitu sampai di ruang kontrol cctv, Hendrawan langsung meminta kepada petugas untuk memperlihatkan cctv tempat ponsel milik putrinya ditemukan. Dalam rekaman cctv itu terlihat jelas bagaimana dua orang yang menyamar sebagi perawat tiba-tiba menghampiri Dira dan membekapnya. Meskipun sang pembekap itu memakai masker yang menutupi hidung dan mulut mereka, Hendrawan tahu itu adalah Anita dan Riska. Dan semua itu terlihat dari postur tubuh mereka. Dua orang itu membawa Dira yang sudah tidak sadarkan diri masuk ke dalam mobil dan membawanya meninggalkan lingkungan rumah sakit.
__ADS_1
"Dasar kurang ajar, masih belum kapok juga mereka," umpat Hendrawan. "Sus, segera beri tahu Keenan dan hubungi polisi!" titahnya kepada sang perawat.
"Baik, Tuan."
Perawat itu segera melakukan perintah Hendrawan. Dia menghubungi Keenan dan juga melapor kasus penculikan ini ke pihak yang berwajib.
Lima belas menit kemudian, Keenan tiba di rumah sakit bersama dengan Arya dan juga Erik.
"Pa, apa yang terjadi? Kenapa Dira bisa di culik?" tanya Keenan. Tampak kepanikan terlihat jelas dari wajah tampannya.
Hendrawan menceritakan yang terjadi kepada putrinya dan menunjukkan rekaman dari cctv di rumah sakit kepada menantunya tersebut.
"Seharusnya waktu itu aku langsung memberi mereka pelajaran." Geram Keenan.
"Tapi kita akan memulai mencarinya di mana?" tanya Keenan kesal.
Arya memperhatikan kemana arah mobil itu pergi. Dari rekaman cctv yang ada di halaman parkir, terlihat kalau mobil itu mengarah ke arah utara.
"Kee, aku baru saja menanyakan pada polisi pemilik mobil dari plat yang tertangkap di cctv tersebut. Ternyata mobil itu adalah mobil yang mereka sewa dari rental mobil," ucap Erik yang baru saja menutup teleponnya. "Tapi ... mobil itu baru saja di kembalikan ke rental tersebut."
"Jadi mereka berusaha untuk menghilangkan jejak rupanya. Jika mereka tidak pergi dengan menggunakan mobil rental lagi, itu artinya mereka memilih menggunakan angkutan umum agar kita tidak bisa mengendus keberadaan mereka," desis Keenan.
"Aku rasa saat ini mereka belum pergi kemana pun. Karena jika mereka pergi dengan mengendarai angkutan umum sambil membawa orang pingsan, pasti akan menimbulkan kecurigaan bagi orang yang melihat mereka. Jadi, kemungkinan mereka masih bersembunyi di suatu tempat, di kota ini." Arya menyampaikan analisanya.
__ADS_1
"Ar, Rik, kalian berdua periksa semua gedung kosong yang ada di kota ini. Kalau perlu kerahkan semua anak buah kalian. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Dira!" perintah Keenan pada asisten, sekretaris sekaligus sahabatnya.
"Baik, Kee. Kami cari Dira sekarang." Arya dan Erik segera melakukan perintah dari Keenan, sahabat sekaligus atasannya.
"Pa, lebih baik papa menunggu kita di rumah, aku akan mengabari Papa kalau ada perkembangan soal keberadaan Dira!" seru Keenan.
"Baiklah, Nak. Tolong temukan putriku secepatnya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya!" pinta Hendrawan.
"Baik, Pa. Aku pasti akan menemukan Dira secepatnya," jawab Keenan mantap. "Sus, tolong antar Papa ke rumah!" suruh Keenan kepada sang perawat.
"Baik, Tuan Kee."
Perawat itu segera membawa Hendrawan ke luar dari rumah sakit dan mengantarnya kembali ke rumah.
Setelah keadaan kembali sepi, Keenan mulai mengamati cctv itu lagi. Dia memikirkan kemungkinan tempat yang akan di jadikan tempat persembunyian oleh Anita dan Riska.
🍂🍂🍂
Otor mengucapkan Selamat Hari Raya idul fitri tahun 1442 H. Mohon maaf lahir batin.
Ohya, kemungkinan besok otor libur gak up dulu. Jadi, sambil nunggu Babang Kee nyari Mbak Dira kalian bisa mampir ke karya reader encum otor🤭🤭 di bawah ini:
__ADS_1
Jangan lupa tetap berikan like, komen dan gitnya ya. Salam sayang dari otor ter--KECEH🌷