KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 58


__ADS_3

Keenan yang tiba di taman segera menghampiri Anjani dan Qilla. Saat itu Anjani yang sedang mengawasi Qilla bermain ayunan terperanjat ketika mendengar suara Keenan.


"Jani, seharusnya kalau kamu ingin menjemput Qilla kamu ijin dulu kepada Kak Mikha atau Kak Dion. Atau jika kamu mau, kamu juga bisa minta ijin padaku."


"Maaf, Kee. Sebenarnya aku tidak sengaja melewati sekolah Qilla. Dan karena aku melihat belum ada orang yang menjemputnya, makanya aku berinisiatif mengantarkannya pulang. Tapi, ternyata Qilla malah mengajakku bermain di sini. Rencananya setelah dari sini aku akan mengantarkannya ke rumah orang tuanya atau ke rumahmu. Sekali lagi maafkan aku ya Kee," ucap Anjani lembut.


"Ya sudahlah, semua juga sudah terjadi. Yang terpenting Qilla baik-baik saja."


"Oiya, Kee. Bagaimana kalau kita makan dulu, bukankah ini sudah memasuki jam makan siang." Anjani mengatakan itu sembari melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Jam itu adalah jam pemberian Keenan ketika dirinya merayakan ulang tahun yang ke 17.


"Uncle," panggil Qilla seaat menyadari kehadiran pamannya di taman itu. Gadis kecil yang memiliki lesung pipi di di kedua pipinya itu berlari menghampiri Keenan.


"Qilla, kan uncle sudah pernah bilang jangan meninggalkan sekolah jika mommy, daddy atau uncle belum datang untuk menjemput Qilla. Kenapa Qilla tidak pernah mau mendengar nasehat dari uncle?" keluh Keenan kepada keponakannya.


"Tapi Uncle, tadi menurut Aunty__"


"Kee, jangan terlalu membesarkan masalah. Qilla itu anak kecil, bisa saja-kan dia lupa akan nasehat yang kamu berikan? Lagian Qilla ini perginya bareng aku dan bukan orang lain. Aku tidak mungkin berbuat jahat kepada Qilla," Anjani menyela ucapan Qilla. Gadis kecil berumur 6 tahun tersebut hanya diam sembari mendengar ucapan dari wanita yang sering dia panggil Aunty.


"Ayo Kee, kita bisa makan siang di restoran dekat sini!" ajak Anjani.

__ADS_1


"Tapi__"


"Qilla, lapar tidak?" Anjani sengaja bertanya kepada Qilla karena dia yakin Keenan tidak akan mungkin menolak ajakannya jika gadis kecil itu mau makan siang bersamanya. "Di sana selain ada makanan yang lezat juga ada eskrim rasa stroberi kesukaan Qilla," tambah Anjani.


Qilla yang memang menyukai es krim rasa stroberi langsung menerima ajakan Anjani.


"Mau Aunty. Qilla mau es krim rasa stroberinya dua ya Aunty."


"Boleh. Tapi, Qilla harus minta ijin dulu sama uncle," jawab Anjani.


"Uncle, ayo. Kita makan bareng Aunty ya!" rengek Qilla.


"Ayo Uncle!" pinta Qilla lagi, gadis kecil itu bahkan mengguncang-guncangkan lengan Keenan agar mau makan siang bersama Anjani.


"Baiklah, kita makan siang dulu. Tapi, ingat! Selesai makan siang Qilla harus mau Uncle antar untuk pulang ke rumah."


"Oke, Uncle." Qilla menunjukkan dua jempolnya kepada Keenan.


Keenan, Anjani dan Qilla meninggalkan taman tersebut dan berjalan menuju ke restoran yang tunjukkan oleh Anjani. Ketiganya memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela agar bisa makan sembari menikmati pemandangan taman di sebelahnya. Anjani memesan beberapa menu makanan kesukaan Keenan di restoran tersebu, tidak lupa, dia juga memesan eskrim stroberi kesukaan Qilla.

__ADS_1


"Bagaimana Qilla suka dengan es krimnya?" tanya Anjani saat semua makanan pesanan mereka telah tersedia di hadapan mereka, termasuk es krim stroberi kesukaan Qilla.


"Suka Aunty," jawab Qilla dengan mata berbinar.


Mereka bertiga mulai memasukkan makanan ke dalam mulut mereka masing-masing.


"Astaga. Kenapa aku bisa melupakan Dira." Keenan membatin. Dia meletakkan sendok dan garpu yang baru saja dia pegang ke atas piring.


"Ada apa, Kee?" tanya Anjani.


"Jani sepertinya aku dan Qilla harus pamit," jawab Keenan.


"Tapi kenapa, Kee?"


"Aku lupa kalau ...."


Keenan tidak melanjutkan perkataannya saat mendengar keponakannya memanggil seseorang.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Tetap berikan like, komen dan giftnya kepada Babang Kee dan Mbak Dira. Salam sayang dari Otor--KECEH 🥀🥀🥀


__ADS_2