KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 88


__ADS_3

"Kami percaya kalau berita itu tidak benar. Jadi, mari kita buktikan sama-sama dihadapan semua para wartawan itu," ucap Rangga.


"Jadi ... Daddy menyuruh Kee ke sini untuk memberitahu hal ini?" tanya Keenan.


"Kamu kira, kamu disuruh ke sini karena Daddy nyuruh kamu buat ninggalin Dira?" Rangga kembali bertanya. "Daddy dan Mommy bukan orang bodoh yang akan menelan bulat-bulat berita yang kami dengar."


"Maafin Kee ya Dad, karena Kee sudah salah sangka sama Daddy dan Mommy," ucap Keenan.


"Tidak apa-apa, Sayang. Kami justru senang karena kamu sudah bisa menerima Dira dan bisa mencintai dia, artinya keputusan Mommy waktu itu tidak salah," jawab Bintang.


Keenan menatap Dira yang berada di sampingnya penuh cinta dan dibalas senyum manis dari bibir sang istri. Keduanya semakin mengeratkan genggaman tangan mereka.


"Jadi kita akan mengklarifikasi itu sekarang?" tanya Keenan.


"Tentu saja tidak, kita akan cari waktu yang tepat sekaligus bukti yang lebih akurat lagi. Agar mertuamu itu tidak lagi bisa berkelit," jawab Rangga. "Kamu bisa kan mencari bukti yang lebih konkrit lagi?"


"Aku akan berusaha," jawab Keenan.


"Memang Daddy tanya kamu mau berusaha atau tidak?"


"Iya, Dad. Maafin Kee, Kee pasti bisa mendapatkan semua bukti itu."


"Bagus. Itu baru putraku," puji Rangga setelah Keenan menjawab dengan mantap.


"Tapi, Dad. Kalau begitu kapan kita akan membuka kebusukan Mama Anita?" tanya Keenan lagi.

__ADS_1


"Sudah Daddy katakan cari waktu yang tepat, saat ini biarkan mertuamu itu berpikir kalau Daddy dan Mommy percaya dengan berita itu. Jadi, dia tidak akan terlalu waspada."


"Baiklah. Terimakasih karena Daddy dan Mommy mau mempercayai istriku," ucap Keenan.


"Kee, Kee, kamu adalah putra kami dan Dira adalah menantu yang sudah Mommy pilih untukmu. Jadi, meskipun berita itu benar. Kami berdua tetap akan berada di pihak kalian." Kini giliran Bintang yang berbicara kepada putranya.


"Mommy, bolehkah saya memeluk Mommy?" tanya Dira kepada Bintang.


Bintang menghampiri menantunya, "Tentu saja boleh, Sayang."


Bintang merentangkan kedua tangannya kemudian memeluk menantunya tersebut.


"Sejak ibu meninggal, aku tidak pernah lagi merasakan pelukan hangat seorang ibu. Terimakasih, Mom, karena berkat Mommy aku memiliki suami yang begitu mencintaiku. Aku sayang sama Mommy." Dira memeluk erat Bintang.


"Mommy juga sayang sama kamu," jawab Bintang sambil mengusap punggung menantunya dengan lembut.


"Sampai kapan kalian akan terus berpelukan?"


"Sampai kapan kamu akan terus memeluk Mommy?"


Rangga dan Keenan mengatakan itu bersamaan.


Bintang dan Dira tersenyum, mereka tahu kalau suami-suami mereka sedang merasa iri dengan sikap mereka. Mereka pun melepaskan pelukan mereka dan kembali ke sisi suami mereka masing-masing.


"Kalian bisa mulai mencari bukti sekarang!" seru Rangga kepada anak dan menantunya.

__ADS_1


"Kami pergi dulu ya Daddy, Mommy," pamit Keenan.


"Hati-hati sayang," jawab Bintang.


Keenan dan Dira meninggalkan ruang kerja Rangga. Setelah anak dan menantunya keluar, Rangga menarik Bintang yang berdiri di sebelahnya ke dalam pangkuannya.


"Kamu mau apa, Mas?" tanya Bintang.


"Aku tidak rela kamu terlalu lama memeluk menantumu."


"Astaga Mas, Dira itu perempuan lho, dia juga istri dari putra kita, masa kamu iri sih?"


"Benar aku iri." Rangga mulai menelusuri leher sang istri.


"Mas, ini kantor. Bagaiaman kalau ada karyawanmu yang melihat?" protes Bintang.


"Mereka tidak akan berani masuk ke ruanganku tanpa ijin. Lagian dulu kita juga sering melakukan itu di kantor." Rangga masih tetap menelusuri leher mulus sang istri dengan bibirnya. Dan seperti biasa kedua tangan Rangga juga tidak mau diam, tangan itu mulai menelusup masuk ke dalam baju Bintang.


"Itu dulu saat kita masih muda," sahut Bintang yang berusaha menghentikan aktivitas Rangga.


"Apa salahnya kalau kita lakukan itu lagi. Lagian tidak ada aturannya yang boleh bermesraan hanya mereka yang masih muda."


Bintang tidak lagi mampu berdebat dengan Rangga. Suaminya memang tidak bisa di bantah kalau sudah menginginkan hal itu. Bahkan di usianya yang lebih dari 50 tahun, Rangga masih tetap bisa melakukan hal itu berkali-kali tiap harinya. Dan kali ini mereka pun melakukan itu di kantor.


🍂🍂🍂

__ADS_1


Maaf ya partnya selalu pendek, maklum menjelang hari raya otor juga makin sibuk di RL 🙏.


__ADS_2