KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 54


__ADS_3

"Kee." Dira kembali mendekat ke arah Keenan. "Aku akan membantumu menidurkan si jeri."


Keenan menatap Dira tak percaya. "Apa kamu yakin?"


"Aku yakin, tapi ...."


"Tapi apa?" tanya Keenan lagi. Dira tidak menjawab, dia hanya menjawabnya dengan mendaratkan bibir ranumnya di atas bibir Keenan.


"Kee, maaf jika aku belum bisa melakukan hal yang lebih dari ini," ucap Dira di sela-sela aktivitas bibirnya itu.


"Ada apa, Kee?" tanya Dira ketika Keenan tiba-tiba menghentikan aktifitas mereka.


"Kau akan lebih menyiksaku, jika kamu melakukan ini." Keenan sedikit menjauhkan tubuh Dira dari tubuhnya.


"Maksudmu?"


"Aku laki-laki normal, Dira. Aku akan menginginkan hal lebih dari ini, jika kamu terus melakukan itu." Keenan menatap Dira dengan tatapan sayu. Dia mulai melangkah meninggalkan kamar mandi. Namun, langkahnya terhenti saat Dira memeluknya dari belakang.


"Sudah sana mana mandi, aku tidak apa-apa!" seru Keenan.


Dira menggeleng. "Aku mau melayanimu sekarang, Kee," ucap Dira.


Keenan berbalik dan kembali menatap Dira. "Apa kamu yakin?" tanya Keenan. Dia ingin memastikan kalau telinganya tidak salah mendengar dan dia juga ingin memastikan kalau istrinya mau melayaninya bukan karena terpaksa. Keenan membelai pipi halus Dira, mengusapnya pelan, kemudian menelusuri bahu wanita yang sedang berada di hadapannya dan meremasnya.


"Apa kamu benar-benar yakin?" tanya Keenan sekali lagi.


"Aku yakin, Kee. Aku sudah siap melakukan kewajibanku sebagi istri, aku ingin memuaskan si jeri agar dia tidak tersiksa," ucap Dira.


Dira kembali mendekati suaminya. Dia berjinjit dan kembali mendaratkan bibirnya di atas bibir suaminya. Tentu saja hal itu tidak di sia-siakan oleh Keenan, dia mencecap rakus bibir istrinya itu. Dengan di bantu oleh Dira, Keenan melucuti semua pakaian yang ia kenakan dan membiarkannya teronggok di lantai.

__ADS_1


"Kee, aku takut ."


"Takut kenapa?" tanya Keenan lagi. "Kamu tidak berniat menghentikan ini sekarang kan?"


"Tentu saja, tidak. Hanya saja ...."


"Hanya saja apa?" tanya Keenan lagi.


"Orang bilang saat pertama kali kita melakukannya akan terasa sakit. Apa itu benar?"


"Benar."


"Jadi, itu benar?"


"Iya sayang. Katanya sih gitu," jawab Keenan lagi. "Tapi, itu hanya sebentar. Karena setelahnya kamu akan merasakan nikmat yang luar biasa yang akan membawamu ke syurga," bisik Keenan.


Keenan menuntun tubuh Dira naik ke atas ranjang yang tidak terlalu besar yang ada di hotel sederhana itu. Mereka melanjutkan aktivitas panas mereka di sana. Cuaca dingin akibat hujan tidak di rasakan oleh keduanya.


***


Keesokan paginya ....


"Kee, ponselmu bunyi," ucap Dira. Dia mengguncang-guncangkan tubuh suaminya itu agar bangun.


"Biarkan saja, aku masih ingin tidur," jawab Keenan. Pria itu malah mengeratkan pelukannya atas tubuh Dira.


"Jawab dulu, siapa tahu penting!" suruh Dira.


Namun yang di suruh masih enggan untuk membuka matanya..

__ADS_1


"Kee, bagaimana kita bisa tidur kalau ponselmu itu terus saja berdering. Ayo cepat angkat ponselmu!" suruh Dira yang merasa terganggu karena suara dering dari ponsel Keenan tidak juga berhenti.


Akhirnya Keenan meraih ponsel yang berada di atas nakas.


"Ada apa?" tanya Keenan setelah menekan tombol hijau dari layar hapenya.


"Apa!" teriak Keenan. "Aku akan ke kantor sekarang."


Keenan bangun dari tempat tidurnya dan mengambil pakaian yang semalam sempat teronggok di lantai.


"Kee, ada apa?" tanya Dira.


"Ada sedikit masalah di perusahaan. Aku harus ke sana sekarang," jawab Keenan sambil memakai pakaiannya.


"Kamu tidak mandi dulu?"


"Aku akan mandi di kantor. Kamu lanjutkan saja tidurmu, aku tahu kamu masih lelah karena kegiatan kita semalam," ujar Keenan.


Keenan mendekat ke arah wanita yang masih berada di tempat tidur itu.


"Terimakasih untuk yang semalam, karena akhirnya si jeri bisa tidur dengan nyenyak." Keenan mengecup kening Dira.


"Aku akan menjemputmu di sini saat urusan di kantor selesai," ucap Keenan.


"Bagaimana kamu akan berangkat ke kantormu, Kee. Mobil kitakan semalam mogok?"


"Arya sudah mengirimkan orang untuk mengisi bahan bakar mobilku barusan," jawab Keenan. "Aku ke kantor dulu ya!" pamit Keenan. Kemudian dia keluar dari kamar tersebut. Setelah Keenan ke luar, Dira melanjutkan tidurnya. Tubuhnya memang masih lelah dengan kegiatan yang semalam dia dan suaminya lakukan.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚

__ADS_1


Otor nulis ini deg-deg'an. Kalau kurang hot, silakan tambahi cabe sendiri ๐Ÿ˜โœŒ๏ธ.


Yuk, berikan like, komen dan giftnya untuk mbak Dira dan Babang Kee. Salam sayang dari otor ter-KECEH๐ŸŒนโค๏ธ


__ADS_2