KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)
BAB 63


__ADS_3

Keenan langsung kembali ke rumah orang tuanya setelah mendengar orang yang di sebutkan oleh Arya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau orang itu akan tega mencuri ide dari perusahaan dan membocorkan ide itu kepada perusahaan lawan. Begitu sampai di depan rumah orang tuanya, Keenan langsung memarkirkan mobilnya sembarangan. Buru-buru dia keluar dari dalam mobil dan masuk ke rumah.


"Daddy ada di mana, Mom?" tanya Keenan saat melihat ibunya sedang sibuk di dapur.


"Ada di ruang kerjanya," jawab Bintang. "Ada apa Nak?"


"Aku temui daddy dulu," ujar Keenan.


"Kee di dalam juga ada__" Belum sempat Bintang menyelesaikan perkataannya, putra bungsunya itu sudah menaikki anak tangga menuju ke lantai dua rumahnya.


***


Keenan tiba di depan pintu ruang kerja ayahnya, sebelum masuk ke ruang kerja itu dia menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Dia masih tidak percaya dengan hal yang dilakukan orang di dalam ruang kerja tersebut. Tanpa mengetuk pintu, Keenan langsung menerobos masuk.


"Daddy, apa maksud Daddy melakukan itu? Kenapa Daddy membocorkan ide perusahaan kita ke perusahaan lawan?" tanya Keenan yang tampak kecewa dengan hal yang di lakukan oleh daddy-nya sendiri.


"Kee, Daddy__" Rangga hendak menyentuh bahu putranya itu, tapi di tepis oleh Keenan.


"Ternyata putramu mewarisi bakatmu ya, Ngga. Tidak percuma kamu mendidiknya, dia bahkan bisa menyelesaikan masalah besar yang terjadi di perusahaan Wijaya. Aku sungguh salut kepadamu," ucap seseorang yang juga berada di ruang kerja Rangga.


"Paman Harry."


"Benar, ini pamanmu," jawab laki-laki yang berwajah identik dengan ayahnya.


"Kee, paman yang meminta daddy-mu untuk membocorkan ide dari perusahaan Wijaya. Karena paman ingin menunjukkan kepada kedua putri paman bagaimana cara kamu bisa menyelesaikan masalah saat ide-mu di ambil oleh lawan," terang Harry.


"Maksud Paman ... perusahaan yang memenangkan tender itu adalah ...."


Harry mengangguk.

__ADS_1


"Kenapa aku bisa lupa, MJ Grup adalah perusahaan milik Paman yang ada di Paris." Keenan mengatakan itu seraya menggeleng tak percaya.


"Jadi, Paman yang meminta Daddy membocorkan ide perusahaan kami itu?"


Harry mengangguk.


"Dad, bagaimana kalau aku tidak bisa mengatasi masalah ini? Perusahaan akan rugi besar?" tanya Keenan kepada ayahnya.


"Justru karena Daddy percaya kamu akan bisa mengatasinya, makanya Daddy berani membocorkan ide itu kepada pamanmu," jawab Rangga.


"Tapi, Dad. Seandainya aku dan Arya gagal meyakinkan Tuan Yamamoto. Maka reputasi perusahaan kita juga akan jatuh."


"Kenapa harus berandai-andai? Kalau kenyataannya kalian bisa mengatasi masalah itu, bahkan Tuan Yamamoto lebih puas dengan hasil kerja kalian yang kedua. Dia juga mengatakan kalau kamu dan tim-mu begitu hebat karena dalam waktu singkat dapat melahirkan ide yang lebih bagus dari ide pertama yang bocor tadi."


"Maksud Daddy, ide kedua kami di terima oleh Tuan Yamamoto?" tanya Keenan lagi.


"Benar." Rangga memberikan jawabannya singkat.


"Kee, sama seperti halnya daddy-mu kamu juga memiliki partner kerja yang hebat dan dapat di percaya. Kamu dan Arya mewarisi bakat dari ayah-ayah kalian. Paman benar-benar bangga pada kalian," puji Harry.


"Terimakasih, Paman," ucap Keenan. Pandangan Keenan beralih ke wajah daddy-nya


"Daddy .... Kee minta maaf karena bersikap kurang sopan barusan." Keenan mengatakan itu sambil menunduk.


"Kamu tahu, Nggak. Ada satu hal lagi yang membuat aku bangga padamu dan Bintang. Kalian bisa mendidik anak-anak kalian dengan baik. Anak-anakmu selalu menghormati orang tua mereka dan berani mengatakan maaf ketika tahu dirinya salah. Dan satu lagi ketiga anakmu bahkan akrab satu sama lain. Tidak ada yang iri ataupun benci kepada sesama saudra." Kembali Harry memuji.


"Tidak apa-apa Kee, harusnya Daddy yang minta maaf," jawab Rangga.


"Daddy, Paman, maaf karena Kee telah mengganggu waktu kalian."

__ADS_1


"Tunggu!" Harry menghentikan langkah keponakannya yang hendak keluar dari ruang kerja tersebut. Dia mengambil sebuah kotak dari dalam kopernya. "Kee, itu dari Vina dan Vika. Mereka minta maaf karena tidak bisa hadir di pernikahanmu."


Harry memberikan sebuah kotak hadiah dari kedua putri kembarnya untuk Keenan.


"Terimakasih, Paman," ucap Keenan sambil menerima kotak pemberian pamannya.


Keenan ke luar dari ruang kerja ayahnya. Dia kembali turun ke lantai satu untuk menemui ibunya lagi. Setelah berpamitan dengan Mommy-nya, Keenan pun pergi meninggalkan kediaman orang tuanya. Dia memilih langsung pulang ke rumah setelah menjelaskan kepada Arya alasan daddy-nya melakukan itu.


***


Begitu sampai di rumah Dira, buru-buru Keenan menemui istrinya tersebut untuk memberikan kado pemberian dari sepupunya.


"Ini kado pernikahan dari Vika dan Vina untuk kita," ucap Keenan.


"Vina? Vika?"


"Iya, mereka sepupuku yang tinggal di Paris," jawab Keenan. "Oiya mana Qilla?"


"Dia sedang bermain di bawah," jawab Dira. "Kee, aku buka kadonya sekarang ya?"


"Iya, aku akan ke bawah dulu menemani Qilla main," jawab Keenan.


Saat akan membuka pintu langkah Keenan kembali tertahan karena teriakan dari istrinya.


"Ada apa? Kenapa teriak?" tanya Keenan.


Dira menunjukkan kado pemberian dari kedua sepupu suaminya itu.


🍂🍂🍂

__ADS_1


Maaf ya pendek, Insya Allah nanti di sambung lagi. Tetap berikan like, komen dan giftnya. Oiya, bagi yang belum baca Kontrak Pernikahan 1 & 2 author saranin buat baca dulu. Karena beberapa tokoh dari Kontrak Pernikahan 1&2 kadang akan muncul di cerita ini. Terimakasih.


__ADS_2