
Keenan segera berlari masuk ke dalam rumah untuk melihat keadaan istrinya. Dan alangkah terkejutnya dia saat mendapati pria yang tidak dia kenal sedang mengunci tubuh istrinya dengan satu tangan yang mengarahkan senjata api ke kepala Dira.
"Siapa kamu? Tolong jangan sakiti istriku! Cepat lepaskan dia!" ucap Keenan, dia berusaha untuk tidak gegabah dalam mengambil tindakan. Karena satu tindakan ceroboh yang dia lakukan bisa membahayakan nyawa istrinya.
"Sebenarnya aku tidak ada urusan dengan kalian. Hanya saja aku membutuhkan kalian, terutama dirimu agar aku bisa memancing kakakmu untuk keluar dan menemuiku," jawab pria itu.
"Kakakku? Memang ada urusan apa antara Kakakku dengan dirimu?" tanya Keenan lagi.
"Kakakmu Tama, beraninya dia mencampakkan adikku setelah adikku memberikan dia seorang anak."
"Apa maksudmu? Anak siapa? Kak Tama sudah memiliki istri dan mereka saling mencintai, tidak mungkin kakakku mengkhianati Kak Kiara." Walau bingung dengan ucapan pria di depannya, Keenan tetap berusaha untuk membela kakak laki-lakinya.
"Dia memang tidak mengkhianati Kiara. Karena pernikahan itu terjadi atas ijin dan permintaan Kiara. Karena wanita itu tidak bisa memberikan Tama keturunan. Tapi, aku tidak rela kalau kakakmu dan Kiara hanya memanfaatkan adikku untuk memberikan mereka keturunan."
Keenan semakin tidak paham dengan penjelasan yang diberikan oleh pria itu. Selama enam tahun Tama dan Kiara memang menghilang. Keberadaan mereka pun sulit di deteksi oleh Rangga dan juga Nando. Lalu bagaimana pria ini bisa tahu keberadaan Tama, bahkan seenak jidatnya mengatakan kalau Tama menikahi adiknya kemudian meninggalkan adiknya setelah adiknya memberikan dia anak.
"Jelaskan padaku, apa maksudmu?!" teriak Keenan. "Kak Tama dan Kak Kiara tidak akan mungkin berbuat sejahat itu."
"Tidak mungkin katamu?" tanya orang itu dengan sorot mata penuh kebencian. "Tapi kenyataannya itu terjadi, Kakakmu mencampakkan adikku setelah dia melahirkan anaknya." Jelas pria itu lagi. "Bahkan mereka berdua membawa pergi anak adikku."
"Aku benar-benar tidak tahu apa maksud ucapanmu. Tapi yang jelas, aku percaya kalau kakakku dan Kak Kiara bukan orang seperti itu."
__ADS_1
"Terserah katamu. Tapi jika kamu ingin istrimu selamat, Kamu huruh membawa Kakakmu untuk menemuiku," jawab pria itu. "Dan untuk sementara aku akan bawa istrimu sebagai sandera." Pria itu membawa pergi Dira sambil tetap menodongkan senjata api di kepalanya.
Pria itu berjalan ke tempat mobilnya di parkirkan. Sambil tetap menodongkan senjati api ke arah Dira, pria itu menyuruh Dira untuk membuka pintu mobil dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil tersebut.
"Cepat nyalakan mobilnya dan pergi dari tempat ini!" suruh pria itu kepada Dira. "Atau kamu mau aku menembak kepalamu!" ancamnya. Dengan terpaksa Dira pun menyalakan mesin mobil tersebut dan melajukannya meninggalkan tempat itu.
"Aku harus menghubungi Kak Tama dan meminta penjalasan kepadanya soal ini." Keenan berusaha menghubungi nomor kakaknya. Namun, nomor tersebut tidak bisa dihubungi.
"Aaaarrrggghhh."
Teriak Keenan saat nomor Tama dan Kiara tidak bisa dihubungi.
"Tidak apa-apa, Pak Karjo," jawab Keenan cepat. "Maaf Pak Karjo, tolong bantu saya berkemas, malam ini juga saya harus kembali ke kota. Ada yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan istri saya."
Setelah membawa semua pakaian ganti miliknya dan milik Dira Keenan pun segera meninggalkan tempat itu.
πππ
Coming soon:
Kisah lengkap Kiara dan Tama akan di ceritakan di buku lain berjudul: RUMAH TANGGAKU.
__ADS_1
SPOILER:
Setelah di vonis dokter tidak bisa memberikan keturunan kepada Tama. Kiara mati-matian menyuruh Tama untuk menikah lagi. Dan sekeras Kiara menyuruh Tama untuk menikah lagi, sekeras itu pula Tama menolaknya.
"Mas, menikahlah! Bukankah di-agama kita tidak dilarang bagi pria untuk berpoligami!" ~ Kiara
"Agama memang tidak melarang seorang pria untuk berpoligami, asalkan dia bisa bersikap adil kepada istri-istrinya. Tapi, sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa bersikap adil karena seluruh hati dan pikiranku sudah terisi penuh oleh dirimu dan tidak akan pernah ada tempat untuk wanita lain." ~ Tama.
Nah, penasaran dengan kisah rumah tangga Tama dan Kiara selengkapnya? Simpan rasa penasaran kalian sampai bukunya rilis yaπ€βοΈ.
Ohya, bantu otor pilih cover untuk kisah Tama dan Kiara dongπ€
*Cover A
* Cover B
Salam sayang dari otor ter--KECEH.
__ADS_1